<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cari Harimau Pemangsa Manusia, Petugas Pasang Jebakan 3 Kambing</title><description>Tim gabungan memasang jebakan untuk menangkap harimau pemangsa manusia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/16/340/1845537/cari-harimau-pemangsa-manusia-petugas-pasang-jebakan-3-kambing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/01/16/340/1845537/cari-harimau-pemangsa-manusia-petugas-pasang-jebakan-3-kambing"/><item><title>Cari Harimau Pemangsa Manusia, Petugas Pasang Jebakan 3 Kambing</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/16/340/1845537/cari-harimau-pemangsa-manusia-petugas-pasang-jebakan-3-kambing</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/01/16/340/1845537/cari-harimau-pemangsa-manusia-petugas-pasang-jebakan-3-kambing</guid><pubDate>Selasa 16 Januari 2018 08:36 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/16/340/1845537/cari-harimau-pemangsa-manusia-petugas-pasang-jebakan-3-kambing-OEP14aywOw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petugas memasang jebakan menangkap harimau pemangsa manusia. (Foto: Banda H/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/16/340/1845537/cari-harimau-pemangsa-manusia-petugas-pasang-jebakan-3-kambing-OEP14aywOw.jpg</image><title>Petugas memasang jebakan menangkap harimau pemangsa manusia. (Foto: Banda H/Okezone)</title></images><description>PEKANBARU - Tim gabungan terus melakukan penelusuran posisi harimau sumatera yang menerkam warga di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran Kabupaten Inhil, Riau. Penelusuran terakhir, petugas menemukan jejak harimau tidak begitu jauh dari lokasi.
Jejak yang ditemukan adalah tapak kaki harimau dewasa yang terlihat di lahan gambut. Dari hasil pengamatan, diperkirakan harimau tersebut belum lama berada di daerah itu.
&quot;Diperkirakan harimau tersebut tidak jauh dari ditemukan jejaknya,&quot; ucap Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Dian Indriati, Senin 15 Januari 2018.
Pihak BBKSDA rencananya akan menangkap harimau dan akan merelokasi harimau sumatera di tempat yang memungkinan. Salah satu caranya adalah dengan memasang jebakan.
Tim gabungan terdiri dari BBKSDA, LSM pecinta satwa, polisi dan TNI siaga di lokasi.&amp;nbsp; Total ada 14 yang diterjunkan mencari si raja hutan itu.
(Baca juga: Karyawati Perusahaan Sawit Tewas Mengenaskan Diterkam Harimau)
&quot;Saat ini sudah terpasangan dua kandang yang di dalamnya sudah ada kambing untuk memancing harimau itu keluar. Rencananya akan dipersiapkan tiga kandang,&quot; imbuhnya.
Berdasarkan hasil observasi, harimau sangat menyukai aroma kambing, terutama kambing jantan. Harimau bisa mencium aroma kambing jantan dari radius yang cukup jauh.

&quot;Berdasarkan penjelasan dokter hewan saat kita rapat penanganan konflik beberapa waktu lalu bahwa bau kambing paling menyengat dan menarik untuk harimau,&quot; ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, nasib nahas menimpa seorang karyawati perusahaan PT THIP (Tabung Haji  Indo Plantation ) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau bernama  Jumiati (33). Karyawati perusahaan sawit ini tewas akibat diterkam  harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae).
Korban tewas saat sedang bekerja memanen sawit di Desa Tanjung  Simpang, Kecamatan Pelangiran, Inhil. Sementara dua temannya berhasil  menyelamatkan diri dengan cara memanjat pohon.
&quot;Korban tewas dengan kondisi mengenaskan. Sebagian kakinya telah dimakan  harimau. Sementara terlihat ada gigitan,&quot; ucap Dian Indriani, Kamis 4 Januari 2018.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wOS8yNC8xMC8xMDMwOTYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>PEKANBARU - Tim gabungan terus melakukan penelusuran posisi harimau sumatera yang menerkam warga di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran Kabupaten Inhil, Riau. Penelusuran terakhir, petugas menemukan jejak harimau tidak begitu jauh dari lokasi.
Jejak yang ditemukan adalah tapak kaki harimau dewasa yang terlihat di lahan gambut. Dari hasil pengamatan, diperkirakan harimau tersebut belum lama berada di daerah itu.
&quot;Diperkirakan harimau tersebut tidak jauh dari ditemukan jejaknya,&quot; ucap Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Dian Indriati, Senin 15 Januari 2018.
Pihak BBKSDA rencananya akan menangkap harimau dan akan merelokasi harimau sumatera di tempat yang memungkinan. Salah satu caranya adalah dengan memasang jebakan.
Tim gabungan terdiri dari BBKSDA, LSM pecinta satwa, polisi dan TNI siaga di lokasi.&amp;nbsp; Total ada 14 yang diterjunkan mencari si raja hutan itu.
(Baca juga: Karyawati Perusahaan Sawit Tewas Mengenaskan Diterkam Harimau)
&quot;Saat ini sudah terpasangan dua kandang yang di dalamnya sudah ada kambing untuk memancing harimau itu keluar. Rencananya akan dipersiapkan tiga kandang,&quot; imbuhnya.
Berdasarkan hasil observasi, harimau sangat menyukai aroma kambing, terutama kambing jantan. Harimau bisa mencium aroma kambing jantan dari radius yang cukup jauh.

&quot;Berdasarkan penjelasan dokter hewan saat kita rapat penanganan konflik beberapa waktu lalu bahwa bau kambing paling menyengat dan menarik untuk harimau,&quot; ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, nasib nahas menimpa seorang karyawati perusahaan PT THIP (Tabung Haji  Indo Plantation ) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau bernama  Jumiati (33). Karyawati perusahaan sawit ini tewas akibat diterkam  harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae).
Korban tewas saat sedang bekerja memanen sawit di Desa Tanjung  Simpang, Kecamatan Pelangiran, Inhil. Sementara dua temannya berhasil  menyelamatkan diri dengan cara memanjat pohon.
&quot;Korban tewas dengan kondisi mengenaskan. Sebagian kakinya telah dimakan  harimau. Sementara terlihat ada gigitan,&quot; ucap Dian Indriani, Kamis 4 Januari 2018.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8wOS8yNC8xMC8xMDMwOTYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
