<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasien Panti Rehab Narkoba Kabur karena Diberi Makanan Tak Layak</title><description>Pasien rehabilitasi narkoba di Medan kabur karena menganggap diberi makanan tak layak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/16/340/1845671/pasien-panti-rehab-narkoba-kabur-karena-diberi-makanan-tak-layak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/01/16/340/1845671/pasien-panti-rehab-narkoba-kabur-karena-diberi-makanan-tak-layak"/><item><title>Pasien Panti Rehab Narkoba Kabur karena Diberi Makanan Tak Layak</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/16/340/1845671/pasien-panti-rehab-narkoba-kabur-karena-diberi-makanan-tak-layak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/01/16/340/1845671/pasien-panti-rehab-narkoba-kabur-karena-diberi-makanan-tak-layak</guid><pubDate>Selasa 16 Januari 2018 13:33 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/16/340/1845671/pasien-panti-rehab-narkoba-kabur-karena-diberi-makanan-tak-layak-UEFQr6Dhlh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasien narkoba di Medan mengamuk dan kabur dari panti rehab. (Foto: Wahyudi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/16/340/1845671/pasien-panti-rehab-narkoba-kabur-karena-diberi-makanan-tak-layak-UEFQr6Dhlh.jpg</image><title>Pasien narkoba di Medan mengamuk dan kabur dari panti rehab. (Foto: Wahyudi/Okezone)</title></images><description>MEDAN - Sebanyak 34 orang penghuni Lembaga Rehablitasi  Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba (LRPPN) Bhayangkara Indonesia di Jalan  Budi Luhur, Kelurahan Sei Sikambing, Kecamatan Medan Helvetia, mengamuk  dan kabur, Selasa (16/1/2018).
Mereka mengamuk saat akan  menikmati makan pagi yang telah disiapkan pengelola panti. Amuk para  penghuni itu disinyalir terjadi akibat makanan yang disediakan pengelola  panti jauh dari layak. Padahal keluarga mereka sudah membayar cukup  mahal untuk mendapatkan pelayanan di panti tersebut.  &amp;ldquo;Kalau  kita tanya-tanya tadi sama pengelola panti, waktu mau makan mereka  mengamuk. Katanya karena makanan yang disediakan tidak layak. Nasinya  bercampur batu-batu kecil dan padi,&amp;rdquo; kata Ratna, warga sekitar yang  menyaksikan kaburnya para penghuni panti tersebut.
Terkait  buruknya kualitas makanan yang disediakan untuk para penghuni panti itu,  pengelola panti belum mau berkomentar. Mereka juga enggan menemui awak  media yang mencoba menggali informasi.
(Baca juga: Puluhan Pasien Narkoba di Medan Mengamuk dan Kabur dari Panti Rehab)
Sementara  Kapolsekta Helvetia, Kompol Trila Murni yang ditemui di lokasi panti,  membenarkan bahwa penyabeb mengamuknya penghuni panti karena persoalan  makanan. &amp;ldquo;Informasi yang kita terima juga begitu (soal makanan). Tapi  kalau soal itu (nasi bercampur batu dan padi) saya belum tahu,&amp;rdquo;  jawabnya.

Sebelumnya  diberitakan, para pasien narkoba yang tengah menjalani proses  rehabilitasi ini  melarikan diri saat makan pagi di ruang makan panti.  Mereka tiba-tiba  mengamuk dan membanting gelas dan piring.
Melihat  pasien mengamuk, para pekerja panti tak bisa berbuat banyak.  Termasuk  saat para pasien mendobrak pintu depan panti dan kemudian  melarikan  diri.
&amp;ldquo;Kita sempat takut juga karena mereka perawakannya seperti orang gila,&amp;rdquo; sebut Tristan, salah seorang warga.
&amp;lt;div  class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot;  src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMi8zMC8yMi8xMDcyMDMvMC8=&quot;  frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>MEDAN - Sebanyak 34 orang penghuni Lembaga Rehablitasi  Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba (LRPPN) Bhayangkara Indonesia di Jalan  Budi Luhur, Kelurahan Sei Sikambing, Kecamatan Medan Helvetia, mengamuk  dan kabur, Selasa (16/1/2018).
Mereka mengamuk saat akan  menikmati makan pagi yang telah disiapkan pengelola panti. Amuk para  penghuni itu disinyalir terjadi akibat makanan yang disediakan pengelola  panti jauh dari layak. Padahal keluarga mereka sudah membayar cukup  mahal untuk mendapatkan pelayanan di panti tersebut.  &amp;ldquo;Kalau  kita tanya-tanya tadi sama pengelola panti, waktu mau makan mereka  mengamuk. Katanya karena makanan yang disediakan tidak layak. Nasinya  bercampur batu-batu kecil dan padi,&amp;rdquo; kata Ratna, warga sekitar yang  menyaksikan kaburnya para penghuni panti tersebut.
Terkait  buruknya kualitas makanan yang disediakan untuk para penghuni panti itu,  pengelola panti belum mau berkomentar. Mereka juga enggan menemui awak  media yang mencoba menggali informasi.
(Baca juga: Puluhan Pasien Narkoba di Medan Mengamuk dan Kabur dari Panti Rehab)
Sementara  Kapolsekta Helvetia, Kompol Trila Murni yang ditemui di lokasi panti,  membenarkan bahwa penyabeb mengamuknya penghuni panti karena persoalan  makanan. &amp;ldquo;Informasi yang kita terima juga begitu (soal makanan). Tapi  kalau soal itu (nasi bercampur batu dan padi) saya belum tahu,&amp;rdquo;  jawabnya.

Sebelumnya  diberitakan, para pasien narkoba yang tengah menjalani proses  rehabilitasi ini  melarikan diri saat makan pagi di ruang makan panti.  Mereka tiba-tiba  mengamuk dan membanting gelas dan piring.
Melihat  pasien mengamuk, para pekerja panti tak bisa berbuat banyak.  Termasuk  saat para pasien mendobrak pintu depan panti dan kemudian  melarikan  diri.
&amp;ldquo;Kita sempat takut juga karena mereka perawakannya seperti orang gila,&amp;rdquo; sebut Tristan, salah seorang warga.
&amp;lt;div  class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot;  src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMi8zMC8yMi8xMDcyMDMvMC8=&quot;  frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
