<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KM Mega Top Berawak 29 Orang Sudah 13 Hari Hilang Kontak</title><description>Kapal Mega Top III sudah 13 hari hilang kontak. Kapal ini diketahui membawa 29 orang dari Kota Sibolga.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/16/340/1845973/km-mega-top-berawak-29-orang-sudah-13-hari-hilang-kontak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/01/16/340/1845973/km-mega-top-berawak-29-orang-sudah-13-hari-hilang-kontak"/><item><title>KM Mega Top Berawak 29 Orang Sudah 13 Hari Hilang Kontak</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/16/340/1845973/km-mega-top-berawak-29-orang-sudah-13-hari-hilang-kontak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/01/16/340/1845973/km-mega-top-berawak-29-orang-sudah-13-hari-hilang-kontak</guid><pubDate>Selasa 16 Januari 2018 22:31 WIB</pubDate><dc:creator>Erie Prasetyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/16/340/1845973/km-mega-top-berawak-29-orang-sudah-13-hari-hilang-kontak-7JlKw9eTzx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi kapal hilang kontak. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/16/340/1845973/km-mega-top-berawak-29-orang-sudah-13-hari-hilang-kontak-7JlKw9eTzx.jpg</image><title>Ilustrasi kapal hilang kontak. (Foto: Okezone)</title></images><description>MEDAN &amp;ndash; Kapal penangkap ikan KM Mega Top III asal Kota Sibolga hilang kontak sejak Rabu 3 Januari 2018. Sebanyak 29 orang yang terdiri dari 28 anak buah kapal (ABK) ditambah 1 tekong hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Wali Kota Sibolga Syarfi mengatakan, Basarnas Sibolga telah menerjunkan KN SAR Nakula untuk melakukan pencarian di kawasan Perairan Lahewa, Kabupaten Nias Selatan, Kepulauan Nias, Sumatera Utara.

&quot;Sudah 13 hari hilang. Hingga kini belum menemukan jejak kapal nahas itu. Diperlukan bantuan yang canggih. Tapi ini bukan kapal saja, juga armada udara,&quot; katanya, Selasa (16/1/2018).

(Baca: Hilang Kontak, Tim SAR Terus Cari Keberadaan KM Fungka Permata III) 
 

Ia menuturkan, kapal nahas tersebut sudah masuk ke wilayah laut negara lain. Pihaknya juga telah melapor ke Basarnas Pusat, Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL).

Dia melanjutkan, saat ini dibutuhkan peningkatan upaya pencarian, mengingat belum ada informasi penangkapan atau pengamanan kapal asal Indonesia dari negara-negara terdekat.

&quot;Mudah-mudahan ABK masih selamat. Kalau diperkirakan ini  ditangkap (oleh negara luar) atau ditarik ke pinggir. Kalau itu karena post mayor, itu biasanya diberitahukan ke kedutaan bahwa ada awak nelayan terdampar. Kan ini belum ada juga,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>MEDAN &amp;ndash; Kapal penangkap ikan KM Mega Top III asal Kota Sibolga hilang kontak sejak Rabu 3 Januari 2018. Sebanyak 29 orang yang terdiri dari 28 anak buah kapal (ABK) ditambah 1 tekong hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Wali Kota Sibolga Syarfi mengatakan, Basarnas Sibolga telah menerjunkan KN SAR Nakula untuk melakukan pencarian di kawasan Perairan Lahewa, Kabupaten Nias Selatan, Kepulauan Nias, Sumatera Utara.

&quot;Sudah 13 hari hilang. Hingga kini belum menemukan jejak kapal nahas itu. Diperlukan bantuan yang canggih. Tapi ini bukan kapal saja, juga armada udara,&quot; katanya, Selasa (16/1/2018).

(Baca: Hilang Kontak, Tim SAR Terus Cari Keberadaan KM Fungka Permata III) 
 

Ia menuturkan, kapal nahas tersebut sudah masuk ke wilayah laut negara lain. Pihaknya juga telah melapor ke Basarnas Pusat, Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL).

Dia melanjutkan, saat ini dibutuhkan peningkatan upaya pencarian, mengingat belum ada informasi penangkapan atau pengamanan kapal asal Indonesia dari negara-negara terdekat.

&quot;Mudah-mudahan ABK masih selamat. Kalau diperkirakan ini  ditangkap (oleh negara luar) atau ditarik ke pinggir. Kalau itu karena post mayor, itu biasanya diberitahukan ke kedutaan bahwa ada awak nelayan terdampar. Kan ini belum ada juga,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
