<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelaku Masih Syok, Polisi Libatkan Psikolog Ungkap Kasus Bayi Disembelih</title><description>Yuninda alias Yuni (21) masih nampak syok usai menyembelih leher bayinya sendiri di kawasan Bintaro, Pondok Aren</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/17/338/1846378/pelaku-masih-syok-polisi-libatkan-psikolog-ungkap-kasus-bayi-disembelih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/01/17/338/1846378/pelaku-masih-syok-polisi-libatkan-psikolog-ungkap-kasus-bayi-disembelih"/><item><title>Pelaku Masih Syok, Polisi Libatkan Psikolog Ungkap Kasus Bayi Disembelih</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/17/338/1846378/pelaku-masih-syok-polisi-libatkan-psikolog-ungkap-kasus-bayi-disembelih</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/01/17/338/1846378/pelaku-masih-syok-polisi-libatkan-psikolog-ungkap-kasus-bayi-disembelih</guid><pubDate>Rabu 17 Januari 2018 16:55 WIB</pubDate><dc:creator>Hambali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/17/338/1846378/pelaku-masih-syok-polisi-libatkan-psikolog-ungkap-kasus-bayi-disembelih-mfHPqN6dmX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/17/338/1846378/pelaku-masih-syok-polisi-libatkan-psikolog-ungkap-kasus-bayi-disembelih-mfHPqN6dmX.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>TANGERANG SELATAN - Yuninda alias Yuni (21) masih nampak syok usai menyembelih leher bayinya sendiri di kawasan Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), beberapa hari lalu.

Tak ada keterangan apapun yang berhasil digali penyidik kepolisian lebih dalam darinya, perempuan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu memilih bungkam saat diperiksa.

Kapolres Tangsel, AKBP Fadli Widiyanto menuturkan, ibu bayi malang itu sudah ditetapkan menjadi tersangka. Meski begitu, pihaknya belum mengetahui alasan utama mengapa tersangka tega membunuh darah dagingnya sendiri.

&quot;Sedang kita dalami, karena tersangka juga kondisinya masih syok, sementara dugaan kita motifnya karena dia kebingungan, tidak ada suaminya, kemudian dia tidak menginginkan bayi tersebut. Nanti kita mendatangkan psikolog, jadi mungkin nanti dia akan lebih terbuka,&quot; tuturnya, Rabu (17/1/2018).

(Baca Juga: Sebelum Dibuang, Yuni Sembelih Bayi yang Baru Dilahirkannya)

Dijelaskan Fadli, tersangka baru sekira 1,5 bulan lalu datang untuk bekerja di rumah makan tempat kejadian. Ketika itu, posisi kandungan Yuni telah berumur sekira 6 bulan. Meski tengah mengandung, pemilik rumah makan tak memersoalkannya dan tetap menerima Yuni bekerja.

&quot;Nah ini yang masih mau kita dalami, kenapa dia melakukan hal tersebut sementara mungkin dari pihak pemberi kerja (pemilik rumah makan) tidak mempermasalahkan,&quot; jelasnya.

Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti terkait pembunuhan bayi itu, diantaranya berupa 1 buah pisau dapur, 1 kantung plastik hitam untuk membungkus bayi, sebuah tempat sampah, sebotol minyak kayu putih, serta dua set baju yang digunakan pelaku saat melahirkan.
</description><content:encoded>TANGERANG SELATAN - Yuninda alias Yuni (21) masih nampak syok usai menyembelih leher bayinya sendiri di kawasan Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), beberapa hari lalu.

Tak ada keterangan apapun yang berhasil digali penyidik kepolisian lebih dalam darinya, perempuan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu memilih bungkam saat diperiksa.

Kapolres Tangsel, AKBP Fadli Widiyanto menuturkan, ibu bayi malang itu sudah ditetapkan menjadi tersangka. Meski begitu, pihaknya belum mengetahui alasan utama mengapa tersangka tega membunuh darah dagingnya sendiri.

&quot;Sedang kita dalami, karena tersangka juga kondisinya masih syok, sementara dugaan kita motifnya karena dia kebingungan, tidak ada suaminya, kemudian dia tidak menginginkan bayi tersebut. Nanti kita mendatangkan psikolog, jadi mungkin nanti dia akan lebih terbuka,&quot; tuturnya, Rabu (17/1/2018).

(Baca Juga: Sebelum Dibuang, Yuni Sembelih Bayi yang Baru Dilahirkannya)

Dijelaskan Fadli, tersangka baru sekira 1,5 bulan lalu datang untuk bekerja di rumah makan tempat kejadian. Ketika itu, posisi kandungan Yuni telah berumur sekira 6 bulan. Meski tengah mengandung, pemilik rumah makan tak memersoalkannya dan tetap menerima Yuni bekerja.

&quot;Nah ini yang masih mau kita dalami, kenapa dia melakukan hal tersebut sementara mungkin dari pihak pemberi kerja (pemilik rumah makan) tidak mempermasalahkan,&quot; jelasnya.

Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti terkait pembunuhan bayi itu, diantaranya berupa 1 buah pisau dapur, 1 kantung plastik hitam untuk membungkus bayi, sebuah tempat sampah, sebotol minyak kayu putih, serta dua set baju yang digunakan pelaku saat melahirkan.
</content:encoded></item></channel></rss>
