<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  Polisi Cek Kejiwaan Ibu Penyembelih Bayi di Tangsel   </title><description>Yuninda alias Yuni (21), ibu yang menyembelih bayinya sendiri usai dilahirkan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/17/338/1846472/polisi-cek-kejiwaan-ibu-penyembelih-bayi-di-tangsel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/01/17/338/1846472/polisi-cek-kejiwaan-ibu-penyembelih-bayi-di-tangsel"/><item><title>  Polisi Cek Kejiwaan Ibu Penyembelih Bayi di Tangsel   </title><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/17/338/1846472/polisi-cek-kejiwaan-ibu-penyembelih-bayi-di-tangsel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/01/17/338/1846472/polisi-cek-kejiwaan-ibu-penyembelih-bayi-di-tangsel</guid><pubDate>Rabu 17 Januari 2018 19:04 WIB</pubDate><dc:creator>Hambali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/17/338/1846472/polisi-cek-kejiwaan-ibu-penyembelih-bayi-di-tangsel-dqrRF2Irtk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Yuni (bersarung) saat dibawa ke Polres Tangsel (foto: Hambali/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/17/338/1846472/polisi-cek-kejiwaan-ibu-penyembelih-bayi-di-tangsel-dqrRF2Irtk.jpg</image><title>Yuni (bersarung) saat dibawa ke Polres Tangsel (foto: Hambali/Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;
TANGSEL - Yuninda alias Yuni (21), ibu yang menyembelih bayinya sendiri usai dilahirkan. Oleh karena itu, pihak kepolisian dari Polres Tangerang Selatan (Tangsel) juga melibatkan Psikolog guna memeriksa kejiwaannya.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Ahmad Alexander Yurikho Hadi mengungkapkan, saat ini pihaknya telah mendatangkan Psikolog untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku serta mengungkap secara tuntas kasus tersebut.

&quot;Sedang dilakukan pemeriksaan (kejiwaan),&quot; ungkapnya, Rabu (17/1/2018).
&amp;nbsp;(Baca juga: Sebelum Dibuang, Yuni Sembelih Bayi yang Baru Dilahirkannya)
Diketahui, tak lama usai menyembelih dan membuang jasad bayinya kedalam tempat sampah di rumah makan di kawasan Bintaro, Yuni berhasil diamankan petugas berikut seluruh barang bukti.

Namun hingga kini, dia nampak syok dan membuat petugas kesulitan mengumpulkan keterangan.
(Baca juga: Pelaku Masih Syok, Polisi Libatkan Psikolog Ungkap Kasus Bayi Disembelih)
Sedangkan jenazah bayi malang tersebut belum dimakamkan setelah menjalani autopsi di RSUD Tangerang. Hal itu disebabkan, belum adanya perwakilan pihak keluarga yang bisa dihubungi.

&quot;Kita masih kesulitan menghubungi keluarganya, kita akan kroscek data kependudukan untuk dapat alamat keluarganya. Tersangka masih sulit komunikasi,&quot; imbuh Alex.</description><content:encoded>&amp;nbsp;
TANGSEL - Yuninda alias Yuni (21), ibu yang menyembelih bayinya sendiri usai dilahirkan. Oleh karena itu, pihak kepolisian dari Polres Tangerang Selatan (Tangsel) juga melibatkan Psikolog guna memeriksa kejiwaannya.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Ahmad Alexander Yurikho Hadi mengungkapkan, saat ini pihaknya telah mendatangkan Psikolog untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku serta mengungkap secara tuntas kasus tersebut.

&quot;Sedang dilakukan pemeriksaan (kejiwaan),&quot; ungkapnya, Rabu (17/1/2018).
&amp;nbsp;(Baca juga: Sebelum Dibuang, Yuni Sembelih Bayi yang Baru Dilahirkannya)
Diketahui, tak lama usai menyembelih dan membuang jasad bayinya kedalam tempat sampah di rumah makan di kawasan Bintaro, Yuni berhasil diamankan petugas berikut seluruh barang bukti.

Namun hingga kini, dia nampak syok dan membuat petugas kesulitan mengumpulkan keterangan.
(Baca juga: Pelaku Masih Syok, Polisi Libatkan Psikolog Ungkap Kasus Bayi Disembelih)
Sedangkan jenazah bayi malang tersebut belum dimakamkan setelah menjalani autopsi di RSUD Tangerang. Hal itu disebabkan, belum adanya perwakilan pihak keluarga yang bisa dihubungi.

&quot;Kita masih kesulitan menghubungi keluarganya, kita akan kroscek data kependudukan untuk dapat alamat keluarganya. Tersangka masih sulit komunikasi,&quot; imbuh Alex.</content:encoded></item></channel></rss>
