<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi soal Gizi Buruk: Jangan Bayangkan Asmat Kayak di Jawa, Ini Hutan Belantara</title><description>Presiden Joko Widodo mengakui tim yang diturunkan ke Asmat untuk menanggulangi gizi buruk harus melalui medan yang sulit.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/24/337/1849437/jokowi-soal-gizi-buruk-jangan-bayangkan-asmat-kayak-di-jawa-ini-hutan-belantara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/01/24/337/1849437/jokowi-soal-gizi-buruk-jangan-bayangkan-asmat-kayak-di-jawa-ini-hutan-belantara"/><item><title>Jokowi soal Gizi Buruk: Jangan Bayangkan Asmat Kayak di Jawa, Ini Hutan Belantara</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/24/337/1849437/jokowi-soal-gizi-buruk-jangan-bayangkan-asmat-kayak-di-jawa-ini-hutan-belantara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/01/24/337/1849437/jokowi-soal-gizi-buruk-jangan-bayangkan-asmat-kayak-di-jawa-ini-hutan-belantara</guid><pubDate>Rabu 24 Januari 2018 11:24 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/24/337/1849437/jokowi-soal-gizi-buruk-jangan-bayangkan-asmat-kayak-di-jawa-ini-hutan-belantara-NqgDOtxCWn.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo di NTT (Biro Pers Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/24/337/1849437/jokowi-soal-gizi-buruk-jangan-bayangkan-asmat-kayak-di-jawa-ini-hutan-belantara-NqgDOtxCWn.jpeg</image><title>Presiden Joko Widodo di NTT (Biro Pers Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan pembangunan infrastruktur dan pengembangan pertanian merupakan solusi untuk mengatasi berbagai masalah di Papua seperti penyebaran wabah penyakit dan gizi buruk.

&quot;Mereka punya budaya dan adat atau tradisi, hak ulayat, sehingga tidak memungkinkan direlokasi, ternyata gak mungkin direlokasi karena masalah tradisi, hak ulayat adat,&quot; kata Presiden Jokowi usai melepas bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Presiden menyebutkan berkali-kali dirinya memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengirimkan tim kesehatan ke daerah Papua yang menghadapi masalah penyebarab wabah penyakit dan gizi buruk.

&quot;Saya berkali-kali menyampaikan bahwa kita sudah mengirim tim pada September 2017, setelah itu 2-3 minggu perintah Panglima TNI dan Kapolri bawa tim kesahatan ke sana,&quot; tuturnya.

Ia mengingtakan bahwa medan yang harus dilalui cukup berat. &quot;Jangan bayangkan lokasinya kayak di Jawa, ini hutan belantara antardistrik jauh, kampung tersebar kadang satu kampung hanya 30-40 KK,&quot; ungkapnya.
(Baca juga: Petaka Gizi Buruk di Tanah Papua)
Menurut Jokowi, mereka punya budaya, adat, tradisi, hak ulayat yang tidak memungkinkan direlokasi,&quot; ucapnya.

Menurut dia, untuk menyelesaikan itu perlu pembangunan infrastruktur dirampungkan agar isolasi terbuka. &quot;Setelah terbuka, baru membangun pertanian sehingga mereka tidak berpindah-pondah untuk mencari makan&quot;.

&quot;Pemweinyah perlu menyiapkan sumber pangan dari pertanian, bupati setuju bahwa harus ada pertanian sehingga mereka bisa menetap,&quot; imbuhnya.

Presiden menyebutkan dengan kondisi saat ini tidak mudah upaya vaksinasi dilakukan. Selain dokter susah masuk, penduduk juga banyak yang tidak mau divaksin.

&quot;Sehingga biarpun anggaran sudah besar, tapi untuk koordinasi di lapangan gak semudah di Jawa,&quot; ujarnya.

Jokowi mengatakan peristiwa kondisi luar biasa tidak hanya terjadi di Asmat tapi juga di Nduga, Yahukimo, Dogiyai. &quot;Sehingga pendekatannya pertama infrastruktur dan kedua pertanian pangan, sambil jangka pendek bidang kesehatan,&quot; demikian Jokowi.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMS8xNy8xLzEwNzk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan pembangunan infrastruktur dan pengembangan pertanian merupakan solusi untuk mengatasi berbagai masalah di Papua seperti penyebaran wabah penyakit dan gizi buruk.

&quot;Mereka punya budaya dan adat atau tradisi, hak ulayat, sehingga tidak memungkinkan direlokasi, ternyata gak mungkin direlokasi karena masalah tradisi, hak ulayat adat,&quot; kata Presiden Jokowi usai melepas bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Presiden menyebutkan berkali-kali dirinya memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengirimkan tim kesehatan ke daerah Papua yang menghadapi masalah penyebarab wabah penyakit dan gizi buruk.

&quot;Saya berkali-kali menyampaikan bahwa kita sudah mengirim tim pada September 2017, setelah itu 2-3 minggu perintah Panglima TNI dan Kapolri bawa tim kesahatan ke sana,&quot; tuturnya.

Ia mengingtakan bahwa medan yang harus dilalui cukup berat. &quot;Jangan bayangkan lokasinya kayak di Jawa, ini hutan belantara antardistrik jauh, kampung tersebar kadang satu kampung hanya 30-40 KK,&quot; ungkapnya.
(Baca juga: Petaka Gizi Buruk di Tanah Papua)
Menurut Jokowi, mereka punya budaya, adat, tradisi, hak ulayat yang tidak memungkinkan direlokasi,&quot; ucapnya.

Menurut dia, untuk menyelesaikan itu perlu pembangunan infrastruktur dirampungkan agar isolasi terbuka. &quot;Setelah terbuka, baru membangun pertanian sehingga mereka tidak berpindah-pondah untuk mencari makan&quot;.

&quot;Pemweinyah perlu menyiapkan sumber pangan dari pertanian, bupati setuju bahwa harus ada pertanian sehingga mereka bisa menetap,&quot; imbuhnya.

Presiden menyebutkan dengan kondisi saat ini tidak mudah upaya vaksinasi dilakukan. Selain dokter susah masuk, penduduk juga banyak yang tidak mau divaksin.

&quot;Sehingga biarpun anggaran sudah besar, tapi untuk koordinasi di lapangan gak semudah di Jawa,&quot; ujarnya.

Jokowi mengatakan peristiwa kondisi luar biasa tidak hanya terjadi di Asmat tapi juga di Nduga, Yahukimo, Dogiyai. &quot;Sehingga pendekatannya pertama infrastruktur dan kedua pertanian pangan, sambil jangka pendek bidang kesehatan,&quot; demikian Jokowi.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMS8xNy8xLzEwNzk3OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
