<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nasib Terminal Pondok Cabe yang Pembangunannya Tak Kunjung Rampung</title><description>Proyek pembangunan Terminal Pondok Cabe di Jalan Kemiri Raya, Pondok  Cabe Udik, Pamulang, Tangsel, hingga kini belum juga  rampung.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/24/338/1849778/nasib-terminal-pondok-cabe-yang-pembangunannya-tak-kunjung-rampung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/01/24/338/1849778/nasib-terminal-pondok-cabe-yang-pembangunannya-tak-kunjung-rampung"/><item><title>Nasib Terminal Pondok Cabe yang Pembangunannya Tak Kunjung Rampung</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/24/338/1849778/nasib-terminal-pondok-cabe-yang-pembangunannya-tak-kunjung-rampung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/01/24/338/1849778/nasib-terminal-pondok-cabe-yang-pembangunannya-tak-kunjung-rampung</guid><pubDate>Rabu 24 Januari 2018 20:10 WIB</pubDate><dc:creator>Hambali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/24/338/1849778/nasib-terminal-pondok-cabe-yang-pembangunannya-tak-kunjung-rampung-fdZOYr1kb0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Proyek pembangunan Terminal Pondok Cabe, Pamulang, Tangsel (Foto: Hambali)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/24/338/1849778/nasib-terminal-pondok-cabe-yang-pembangunannya-tak-kunjung-rampung-fdZOYr1kb0.jpg</image><title>Proyek pembangunan Terminal Pondok Cabe, Pamulang, Tangsel (Foto: Hambali)</title></images><description>TANGSEL - Proyek pembangunan Terminal Pondok Cabe di Jalan Kemiri Raya, Pondok Cabe Udik, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), hingga kini belum juga rampung. Padahal, menurut rencana, pada akhir 2017 lalu harusnya sudah diresmikan untuk beroperasi.&amp;nbsp;
Pantauan di lokasi terminal pada Rabu (24/1/2018), sejumlah pekerja nampak terus beraktivitas menyelesaikan bagian fisik bangunan yang terdiri atas 3 lantai. Para pekerja mengaku, berasal dari sub-kontraktor yang berbeda-beda.
Jumlahnya mencapai puluhan pekerja. Ada yang khusus mengerjakan besi penyangga dan plafon, ada yang khusus mengerjakan bagian kelistrikan, ada pula yang menangani struktur bangunan dan bagian lainnya.
&quot;Kita dari sub-kon berbeda-beda pak, kalau tim kita khusus bagian besi di gedung ini,&quot; ujar Iwan, salah satu pekerja yang ditemui Okezone di lokasi.
Terminal Pondok Cabe berdiri di atas lahan seluas sekira 3 hektare. Bangunan yang terdiri atas 3 lantai itu nantinya akan difungsikan sebagai shelter bus, tempat pembelian tiket, ruang tunggu penumpang, dan kantin, serta dilengkapi pula dengan sarana parkir.&amp;nbsp;
Ironinya, pengerjaan yang dilakukan sejak 2015 lalu itu molor dari waktu yang seharusnya diselesaikan. Beberapa bangunan yang dibuat di samping gedung utama justru terbengkalai, ditambah lagi drainase yang  buruk membuat genangan air menutupi sebagian besar area terminal.

(Baca Juga: Indonesia-Jepang Sepakat Garap 6 Proyek Infrastruktur)
Selain itu, banyak besi-besi panjang yang tertanam vertikal terlihat di badan-badan jalan terminal. Kondisi demikian seolah menggambarkan, bahwa ada pembangunan yang sempat terhenti dari pengerjaan sebelumnya.
Berdasarkan data yang diperoleh, pendanaan yang dianggarkan untuk membangun terminal tipe A itu sangatlah besar. Tercatat dana hibah yang diguyur oleh Pemprov DKI Jakarta saja mencapai sekira Rp64 miliar, belum lagi tambahan dana dari Pemkot Tangsel yang secara total jumlahnya mencapai sekira Rp104 miliar.
&quot;Ini tahap ketiga pak yang kita kerjakan, nanti tahap selanjutnya itu tergantung penganggaran tender lagi. Kalau sekarang secara keseluruhan, paling baru selesai 70 persen lah,&quot; tambah Iwan.
Secara logika, tentu sangat sulit memahami mengapa pembangunan sejak 3 tahun lalu tak juga selesai. Mengingat dana penganggaran juga telah dikucurkan sejak awal. Wajar saja, baru-baru ini Kejati DKI memeriksa Kadishub Tangsel, Sukanta. Diduga pemeriksaan terkait transparansi aliran dana hibah itu.
&quot;Kalau untuk dipastikannya, kita belum bisa menyampaikan, dikarenakan ini dalam tahap pengumpulan data. Tetapi terkait Kadis (Kadishub) Tangsel itu dipanggil, ya memang benar dipanggil dari Kejaksaan Tinggi di DKI Jakarta,&quot; terang Nirwan Nawawi, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI, dihubungi Okezone terpisah.
Sementara, Kepala Bidang Bangunan Gedung Non-Perkantoran Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR) Kota Tangsel, Buwana Mahardika menjelaskan, Terminal Pondok Cabe sudah hampir rampung.
&quot;Yang pasti, pembangunan Terminal Pondok Cabe sudah sesuai anggarannya. Dan sebetulnya, Terminal Pondok Cabe ini sedang kami rencanakan untuk diujicoba dalam waktu dekat ini,&quot; ungkapnya.
(Baca Juga: Jokowi-JK Terapkan Pembangunan Indonesia Sentris, Golkar: Memang Demikian Harusnya)

Saat ini, pihaknya tengah menunggu kesiapan dari Dishub Tangsel sebagai pengelola terminal. Dia memprediksi, dalam dua sampai tiga minggu kedepan, diharapkan terminal tersebut sudah beroperasi.
&quot;Kalau kemarin kami sudah bicara awal, mungkin dua minggu tiga minggu ke depan,&quot; jelas Mahardika.
Dijelaskan dia, saat beroperasi nanti, Terminal Pondok Cabe tidak akan bisa seperti yang diharapkan, seperti yang pernah ada di Terminal Lebak Bulus. Namun, untuk versi minimalisnya tetap bisa diterapkan.
&quot;Ini seperti versi minimalisnya. Minimal penumpang tidak kepanasan, dan ada WC di dalamnya. Kalau istimewanya, saya masih belum bisa bilang sekarang, sebab interoriornya saja belum ada,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>TANGSEL - Proyek pembangunan Terminal Pondok Cabe di Jalan Kemiri Raya, Pondok Cabe Udik, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), hingga kini belum juga rampung. Padahal, menurut rencana, pada akhir 2017 lalu harusnya sudah diresmikan untuk beroperasi.&amp;nbsp;
Pantauan di lokasi terminal pada Rabu (24/1/2018), sejumlah pekerja nampak terus beraktivitas menyelesaikan bagian fisik bangunan yang terdiri atas 3 lantai. Para pekerja mengaku, berasal dari sub-kontraktor yang berbeda-beda.
Jumlahnya mencapai puluhan pekerja. Ada yang khusus mengerjakan besi penyangga dan plafon, ada yang khusus mengerjakan bagian kelistrikan, ada pula yang menangani struktur bangunan dan bagian lainnya.
&quot;Kita dari sub-kon berbeda-beda pak, kalau tim kita khusus bagian besi di gedung ini,&quot; ujar Iwan, salah satu pekerja yang ditemui Okezone di lokasi.
Terminal Pondok Cabe berdiri di atas lahan seluas sekira 3 hektare. Bangunan yang terdiri atas 3 lantai itu nantinya akan difungsikan sebagai shelter bus, tempat pembelian tiket, ruang tunggu penumpang, dan kantin, serta dilengkapi pula dengan sarana parkir.&amp;nbsp;
Ironinya, pengerjaan yang dilakukan sejak 2015 lalu itu molor dari waktu yang seharusnya diselesaikan. Beberapa bangunan yang dibuat di samping gedung utama justru terbengkalai, ditambah lagi drainase yang  buruk membuat genangan air menutupi sebagian besar area terminal.

(Baca Juga: Indonesia-Jepang Sepakat Garap 6 Proyek Infrastruktur)
Selain itu, banyak besi-besi panjang yang tertanam vertikal terlihat di badan-badan jalan terminal. Kondisi demikian seolah menggambarkan, bahwa ada pembangunan yang sempat terhenti dari pengerjaan sebelumnya.
Berdasarkan data yang diperoleh, pendanaan yang dianggarkan untuk membangun terminal tipe A itu sangatlah besar. Tercatat dana hibah yang diguyur oleh Pemprov DKI Jakarta saja mencapai sekira Rp64 miliar, belum lagi tambahan dana dari Pemkot Tangsel yang secara total jumlahnya mencapai sekira Rp104 miliar.
&quot;Ini tahap ketiga pak yang kita kerjakan, nanti tahap selanjutnya itu tergantung penganggaran tender lagi. Kalau sekarang secara keseluruhan, paling baru selesai 70 persen lah,&quot; tambah Iwan.
Secara logika, tentu sangat sulit memahami mengapa pembangunan sejak 3 tahun lalu tak juga selesai. Mengingat dana penganggaran juga telah dikucurkan sejak awal. Wajar saja, baru-baru ini Kejati DKI memeriksa Kadishub Tangsel, Sukanta. Diduga pemeriksaan terkait transparansi aliran dana hibah itu.
&quot;Kalau untuk dipastikannya, kita belum bisa menyampaikan, dikarenakan ini dalam tahap pengumpulan data. Tetapi terkait Kadis (Kadishub) Tangsel itu dipanggil, ya memang benar dipanggil dari Kejaksaan Tinggi di DKI Jakarta,&quot; terang Nirwan Nawawi, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI, dihubungi Okezone terpisah.
Sementara, Kepala Bidang Bangunan Gedung Non-Perkantoran Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR) Kota Tangsel, Buwana Mahardika menjelaskan, Terminal Pondok Cabe sudah hampir rampung.
&quot;Yang pasti, pembangunan Terminal Pondok Cabe sudah sesuai anggarannya. Dan sebetulnya, Terminal Pondok Cabe ini sedang kami rencanakan untuk diujicoba dalam waktu dekat ini,&quot; ungkapnya.
(Baca Juga: Jokowi-JK Terapkan Pembangunan Indonesia Sentris, Golkar: Memang Demikian Harusnya)

Saat ini, pihaknya tengah menunggu kesiapan dari Dishub Tangsel sebagai pengelola terminal. Dia memprediksi, dalam dua sampai tiga minggu kedepan, diharapkan terminal tersebut sudah beroperasi.
&quot;Kalau kemarin kami sudah bicara awal, mungkin dua minggu tiga minggu ke depan,&quot; jelas Mahardika.
Dijelaskan dia, saat beroperasi nanti, Terminal Pondok Cabe tidak akan bisa seperti yang diharapkan, seperti yang pernah ada di Terminal Lebak Bulus. Namun, untuk versi minimalisnya tetap bisa diterapkan.
&quot;Ini seperti versi minimalisnya. Minimal penumpang tidak kepanasan, dan ada WC di dalamnya. Kalau istimewanya, saya masih belum bisa bilang sekarang, sebab interoriornya saja belum ada,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
