<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dinkes: Kasus Kematian Warga di Pegunungan Bintang Bukan karena Campak dan Gizi Buruk</title><description>Dinkes menyatakan, kematian warga itu akibat ISPA (infeksi saluran pernapasan atas), diare dehidrasi berat, dan kekurangan asupan gizi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/24/340/1849373/dinkes-kasus-kematian-warga-di-pegunungan-bintang-bukan-karena-campak-dan-gizi-buruk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/01/24/340/1849373/dinkes-kasus-kematian-warga-di-pegunungan-bintang-bukan-karena-campak-dan-gizi-buruk"/><item><title>Dinkes: Kasus Kematian Warga di Pegunungan Bintang Bukan karena Campak dan Gizi Buruk</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/24/340/1849373/dinkes-kasus-kematian-warga-di-pegunungan-bintang-bukan-karena-campak-dan-gizi-buruk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/01/24/340/1849373/dinkes-kasus-kematian-warga-di-pegunungan-bintang-bukan-karena-campak-dan-gizi-buruk</guid><pubDate>Rabu 24 Januari 2018 07:41 WIB</pubDate><dc:creator>Edy Siswanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/24/340/1849373/dinkes-kasus-kematian-warga-di-pegunungan-bintang-bukan-karena-campak-dan-gizi-buruk-48wddPMD7L.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tim Aju Satgas Kesehatan Mabes TNI bersama tim kesehatan Kabupaten Pegunungan Bintang tinjau warga di Kampung Pedam, Distrik Okbap, usai menerima informasi puluhan warga meninggal diduga disebabkan gizi buruk dan campak, Selasa (23/1/2018). (Foto: Edy Sis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/24/340/1849373/dinkes-kasus-kematian-warga-di-pegunungan-bintang-bukan-karena-campak-dan-gizi-buruk-48wddPMD7L.jpg</image><title>Tim Aju Satgas Kesehatan Mabes TNI bersama tim kesehatan Kabupaten Pegunungan Bintang tinjau warga di Kampung Pedam, Distrik Okbap, usai menerima informasi puluhan warga meninggal diduga disebabkan gizi buruk dan campak, Selasa (23/1/2018). (Foto: Edy Sis</title></images><description>OKSIBIL &amp;ndash; Tim Aju Satgas Kesehatan Mabes TNI bersama tim kesehatan Pegunungan Bintang yang beberapa waktu diberangkatkan ke Kampung Pedam, Distrik Okbap, menemukan kasus kematian 47 warga di wilayah itu bukan akibat campak dan gizi buruk.

&quot;Jadi, kesimpulannya setelah kita melakukan pemeriksaan di kampung itu bersama Satgas Kesehatan TNI, kematian bukan akibat campak dan gizi buruk, melainkan akibat ISPA (infeksi saluran pernapasan atas), diare dehidrasi berat, dan kekurangan asupan gizi, yang terjadi dari kurun waktu Januari hingga Desember 2017. 23 pasien anak dan 4 dewasa,&quot; terang perwakilan Dinkes Pegunungan Bintang Iryanto Pawika, Selasa (23/1/2018).

Iryanto menambahkan, jika Minggu (22/1/2018) kemarin 1 anak umur 3 tahun berjenis kelamin laki-laki atas nama Arkison Keduma meninggal akibat dehidrasi berat oleh karena diare dan gizi kurang.

&quot;Ini anak asal kampung Pedam juga. Jadi, tidak ada yang meninggal karena campak atau gizi buruk,&quot; tegasnya.

Ia menjelaskan, saat ini kasus kekurangan asupan gizi diriwayatkan itu berjumlah di bawah 500 anak.

&quot;Perlu cool chime sehingga bisa divaksin mandiri,&quot;katanya.

Dilaporkan, sejak kasus kematian 27 warga di Kampung Pedam Okbap Kabupaten Pegunungan Bintang, sebanyak 68 warga telah divaksinasi termasuk pemberian makanan tambahan. Tim juga menyusuri 5 dusun di Kampung Pedam.

Sementara Kapendam XVII /Cenderawasih, Letkol Inf Muhammad Aidi menyebut dengan kondisi tersebut, TNI siap merelokasi warga, sehingga yang saat ini jauh dari pumat pelayanan sosial dan kesehatan bisa lebih dekat.

(Baca Juga: Selain Asmat, Desa di Pegunungan Bintang Juga Terkena Wabah Campak dan Gizi Buruk)

&quot;Kami siap menyediakan lahan untuk relokasi rakyat ke pusat-pusat pelayanan sosial, sarana kesehatan, pendidikan, pasar, sarana ibadah, sarana, dan sarana transportasi secara terpusat. Kesulitan pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat saat ini karena mereka hidup terpencar-pencar dengan jarak yang sangat jauh, bisa berhari-hari,&quot; katanya.

(Baca Juga: Vaksin Campak untuk Warga Pegunungan Bintang Rusak Akibat Medan Jauh dan Sulit)

Pihaknya juga menyebut tidak perlunya satgas kesehatan seperti yang dilakukan di Asmat. Namun hanya perlu droping bahan makanan, terutama beras, susu, pemberian makanan tambahan (PMT), baju layak pakai, selimut, obat-obatan dan vaksin.


</description><content:encoded>OKSIBIL &amp;ndash; Tim Aju Satgas Kesehatan Mabes TNI bersama tim kesehatan Pegunungan Bintang yang beberapa waktu diberangkatkan ke Kampung Pedam, Distrik Okbap, menemukan kasus kematian 47 warga di wilayah itu bukan akibat campak dan gizi buruk.

&quot;Jadi, kesimpulannya setelah kita melakukan pemeriksaan di kampung itu bersama Satgas Kesehatan TNI, kematian bukan akibat campak dan gizi buruk, melainkan akibat ISPA (infeksi saluran pernapasan atas), diare dehidrasi berat, dan kekurangan asupan gizi, yang terjadi dari kurun waktu Januari hingga Desember 2017. 23 pasien anak dan 4 dewasa,&quot; terang perwakilan Dinkes Pegunungan Bintang Iryanto Pawika, Selasa (23/1/2018).

Iryanto menambahkan, jika Minggu (22/1/2018) kemarin 1 anak umur 3 tahun berjenis kelamin laki-laki atas nama Arkison Keduma meninggal akibat dehidrasi berat oleh karena diare dan gizi kurang.

&quot;Ini anak asal kampung Pedam juga. Jadi, tidak ada yang meninggal karena campak atau gizi buruk,&quot; tegasnya.

Ia menjelaskan, saat ini kasus kekurangan asupan gizi diriwayatkan itu berjumlah di bawah 500 anak.

&quot;Perlu cool chime sehingga bisa divaksin mandiri,&quot;katanya.

Dilaporkan, sejak kasus kematian 27 warga di Kampung Pedam Okbap Kabupaten Pegunungan Bintang, sebanyak 68 warga telah divaksinasi termasuk pemberian makanan tambahan. Tim juga menyusuri 5 dusun di Kampung Pedam.

Sementara Kapendam XVII /Cenderawasih, Letkol Inf Muhammad Aidi menyebut dengan kondisi tersebut, TNI siap merelokasi warga, sehingga yang saat ini jauh dari pumat pelayanan sosial dan kesehatan bisa lebih dekat.

(Baca Juga: Selain Asmat, Desa di Pegunungan Bintang Juga Terkena Wabah Campak dan Gizi Buruk)

&quot;Kami siap menyediakan lahan untuk relokasi rakyat ke pusat-pusat pelayanan sosial, sarana kesehatan, pendidikan, pasar, sarana ibadah, sarana, dan sarana transportasi secara terpusat. Kesulitan pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat saat ini karena mereka hidup terpencar-pencar dengan jarak yang sangat jauh, bisa berhari-hari,&quot; katanya.

(Baca Juga: Vaksin Campak untuk Warga Pegunungan Bintang Rusak Akibat Medan Jauh dan Sulit)

Pihaknya juga menyebut tidak perlunya satgas kesehatan seperti yang dilakukan di Asmat. Namun hanya perlu droping bahan makanan, terutama beras, susu, pemberian makanan tambahan (PMT), baju layak pakai, selimut, obat-obatan dan vaksin.


</content:encoded></item></channel></rss>
