<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sudah 23 Hari 29 ABK KM Mega Top Hilang di Laut</title><description>SAR Sibolga mengalami kendala dalam mencari kapal yang hilang kontak sejak 3 Januari 2018.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/26/340/1850501/sudah-23-hari-29-abk-km-mega-top-hilang-di-laut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/01/26/340/1850501/sudah-23-hari-29-abk-km-mega-top-hilang-di-laut"/><item><title>Sudah 23 Hari 29 ABK KM Mega Top Hilang di Laut</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/01/26/340/1850501/sudah-23-hari-29-abk-km-mega-top-hilang-di-laut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/01/26/340/1850501/sudah-23-hari-29-abk-km-mega-top-hilang-di-laut</guid><pubDate>Jum'at 26 Januari 2018 10:31 WIB</pubDate><dc:creator>Erie Prasetyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/26/340/1850501/sudah-23-hari-29-abk-km-mega-top-hilang-di-laut-P09rRCj6Qc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi kapal hilang kontak</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/26/340/1850501/sudah-23-hari-29-abk-km-mega-top-hilang-di-laut-P09rRCj6Qc.jpg</image><title>Ilustrasi kapal hilang kontak</title></images><description>MEDAN &amp;ndash; Sudah 23 hari sebanyak 29 nelayan yang merupakan anak buah kapal (ABK) KM Mega Top III asal kota Sibolga, Sumatera Utara, hingga kini tak juga ditemukan.

Kapal penangkap ikan itu sudah hilang selama lebih dari 3 minggu, terhitung sejak hilang kontak pada 3 Januari 2018. Jerit tangis, pengharapan, dan desakan dari pihak keluarga serta lintas instansi dan tokoh dari Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah agar pencarian dilakukan secara maksimal terus mengalir.

KN SAR Nakula milik Basarnas yang diterjunkan sejak 14 Januari lalu juga  lebih banyak menghabiskan waktu bersandar di Pelabuhan Gunung Sitoli.

Korpos SAR Sibolga, Adlin Buyung Nasution mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan dan monitoring dalam pencarian kapal nahas itu.

&amp;ldquo;Sesuai instruksi agar mereka melakukan pemantauan dan observasi, dan nyandar di Pelabuhan Gunung Sitoli,&amp;rdquo; kata Buyung, Jumat (26/1/2018).

(Baca Juga: KM Mega Top Berawak 29 Orang Sudah 13 Hari Hilang Kontak)

Buyung menjelaskan, sebenarnya kapal pencari mengalami kendala. Mereka juga masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari KM Mega Top.

&amp;ldquo;Kapal mesin yang bisa digunakan cuma satu. Kalau rekam pencarian, ya itu silakan ditanya langsung ke Kapten Kapal,&amp;rdquo; kata Buyung.

Sementara itu, Pengawas Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan PPN Sibolga, Boris Simanjuntak menyebutkan, monitor terakhir pihaknya kapal tersebut berada di luar Zona Tangkap Eksklusif (ZTE) Indonesia.

&amp;ldquo;Monitor terakhir di sekitar 8 nautical mile sebelah barat Samudra Hindia,&amp;rdquo; kata Boris.




</description><content:encoded>MEDAN &amp;ndash; Sudah 23 hari sebanyak 29 nelayan yang merupakan anak buah kapal (ABK) KM Mega Top III asal kota Sibolga, Sumatera Utara, hingga kini tak juga ditemukan.

Kapal penangkap ikan itu sudah hilang selama lebih dari 3 minggu, terhitung sejak hilang kontak pada 3 Januari 2018. Jerit tangis, pengharapan, dan desakan dari pihak keluarga serta lintas instansi dan tokoh dari Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah agar pencarian dilakukan secara maksimal terus mengalir.

KN SAR Nakula milik Basarnas yang diterjunkan sejak 14 Januari lalu juga  lebih banyak menghabiskan waktu bersandar di Pelabuhan Gunung Sitoli.

Korpos SAR Sibolga, Adlin Buyung Nasution mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan dan monitoring dalam pencarian kapal nahas itu.

&amp;ldquo;Sesuai instruksi agar mereka melakukan pemantauan dan observasi, dan nyandar di Pelabuhan Gunung Sitoli,&amp;rdquo; kata Buyung, Jumat (26/1/2018).

(Baca Juga: KM Mega Top Berawak 29 Orang Sudah 13 Hari Hilang Kontak)

Buyung menjelaskan, sebenarnya kapal pencari mengalami kendala. Mereka juga masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari KM Mega Top.

&amp;ldquo;Kapal mesin yang bisa digunakan cuma satu. Kalau rekam pencarian, ya itu silakan ditanya langsung ke Kapten Kapal,&amp;rdquo; kata Buyung.

Sementara itu, Pengawas Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan PPN Sibolga, Boris Simanjuntak menyebutkan, monitor terakhir pihaknya kapal tersebut berada di luar Zona Tangkap Eksklusif (ZTE) Indonesia.

&amp;ldquo;Monitor terakhir di sekitar 8 nautical mile sebelah barat Samudra Hindia,&amp;rdquo; kata Boris.




</content:encoded></item></channel></rss>
