<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Irwansyah: Dari Jualan Martabak hingga Jadi Bakal Cawagub di Pilkada Sumsel</title><description>Irwansyah menjadi yang termuda di antara kandidat lainnya di Pilkada Sumsel 2018.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/01/340/1852980/kisah-irwansyah-dari-jualan-martabak-hingga-jadi-bakal-cawagub-di-pilkada-sumsel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/02/01/340/1852980/kisah-irwansyah-dari-jualan-martabak-hingga-jadi-bakal-cawagub-di-pilkada-sumsel"/><item><title>Kisah Irwansyah: Dari Jualan Martabak hingga Jadi Bakal Cawagub di Pilkada Sumsel</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/01/340/1852980/kisah-irwansyah-dari-jualan-martabak-hingga-jadi-bakal-cawagub-di-pilkada-sumsel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/02/01/340/1852980/kisah-irwansyah-dari-jualan-martabak-hingga-jadi-bakal-cawagub-di-pilkada-sumsel</guid><pubDate>Kamis 01 Februari 2018 05:42 WIB</pubDate><dc:creator>Melly Puspita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/01/340/1852980/kisah-irwansah-dari-jualan-martabak-hingga-jadi-bakal-cawagub-di-pilkada-sumsel-8rY9UVmcMI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Muhammad Irwansyah (Foto: Melly Puspita)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/01/340/1852980/kisah-irwansah-dari-jualan-martabak-hingga-jadi-bakal-cawagub-di-pilkada-sumsel-8rY9UVmcMI.jpg</image><title>Muhammad Irwansyah (Foto: Melly Puspita)</title></images><description>PALEMBANG &amp;ndash; Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sumatera Selatan 2018 diikuti oleh empat bakal pasangan calon. Di antara kandidat tersebut, Muhammad Irwansyah yang berusia 34 tahun menjadi salah satu kandidat termuda.
Sama halnya saat ia menjadi wali kota Pangkalpinang tahun 2013. Di usianya yang waktu itu menginjak 29 tahun, Irwansyah dinobatkan sebagai wali kota termuda se-Indonesia saat itu dengan mengalahkan enam pasangan calon lain pesaingnya.
Namun, sebelum sukses menjadi wali kota Pangkalpinang, ia pernah menjalani kehidupan yang tak mudah. Pria kelahiran Bangka, 1 Juni 1983 ini pernah menjadi pedagang martabak bangka di Jakarta.
Padahal. saat itu orangtuanya memiliki ekonomi yang cukup. Namun, ia memilih untuk tidak terbelenggu harta orangtuanya dan memilih bersikap mandiri berjualan martabak dengan nama &amp;ldquo;Martabak Sri Bunga&amp;rdquo; di persimpangan Bintaro Permai Sektor 1 pada tahun 2002.
Belum satu tahun, pria lulusan Universitas Sjakhyakirti Palembang ini sudah berhasil membuka empat cabang baru yakni di Sektor 9, Sektor 5, di sekitar RS Fatmawati, Jakarta, serta di daerah Bintaro.
Tidak hanya berjualan martabak, usaha cuci mobil, hingga menjual tiket pesawat pernah dilakoninya. Pemesanan pesawat saat itu tidak semudah sekarang, sehingga usaha berjualan cukup diminati oleh orang-orang. Berkat sikap gigih berjualan tiket pesawat dengan cara door to door, pada 2005 dia dipindahkan ke Palembang untuk pengembangan usaha Sriwijaya Air.
Usaha dan ikhtiar saat ia berjualan pun diterapkan olehnya ketika memimpin Pangkalpinang. Di tangan sosok yang sukses membangun jalan mulus dan drainase di penjuru Pangkalpinang melalui Program Satu Miliar Satu Kelurahan (Samisake) ini, kota yang dipimpinnya itu banyak mendapatkan penghargaan, mulai dari tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
Salah satunya, saat Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia menobatkan Pangkalpinang sebagai kota yang ramah HAM untuk kali ketiga. Pemkot Pangkalpinang terus berupaya untuk mendukung pemerintah dalam upaya peningkatan HAM di Indonesia.
Penghargaan lainnya pada tahun 2017, Irwansyah yang maju di Pilgub Sumsel sebagai Wakil Aswari Riva'i ini juga mendapatkan penghargaan dari Ombudsman RI, Kota Pangkalpinang mendapatkan zona hijau terkait layanan administrasi dengan predikat kepatuhan tertinggi. Penghargaan ini diberikan dalam rangka fungsi Ombusman memantau dan mengoptimalkan pelayanan terhadap masyarakat.
Selanjutnya, ide gagasan konsep Rumah Sakit Green Hospital sebagai yang pertama di Indonesia mendapatkan penghargaan dari ajang bergengsi Wali Kota Entrepreneur Award dan Bupati Entrepreneur Award 2017 yang digelar Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) bersama Kellog Innovation Network (KIN) ASEAN.
(Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Irwansyah, Wali Kota Termuda yang Maju di Pilgub Sumsel)
Irwansyah berhasil menyabet tiga kategori sekaligus yaitu inovasi dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan pariwisata karena mengadopsi konsep green hospital dan medical tourism.Pria yang mendapat gelar Dato&amp;rsquo; Pangeran Darjah Pangeran Mahkota  Palembang (DPMP) dari Kesultanan Palembang, Sultan Mahmud Badarudin III  Prabu Diradja ini tidak henti menuangkan gagasannya, terutama untuk  memajukan pariwisata Pangkalpinang sebagai ibu kota Bangka Belitung.
Pasangan Aswari Rivai di Pilgub Sumsel ini sukses menggandeng MX GP  untuk menggelar kejuaraan motocross internasional 2017 di Pangkalpinang.  Pangkalpinang adalah satu-satunya daerah di Indonesia yang menggelar  kejuaraan motorcross paling bergengsi di dunia tersebut.

(Muhammad Irwansyah)
Irwansyah merupakan sosok anak yang sangat menghormati kedua orang  tuanya. Dia sangat yakin bahwa kesuksesan anak sangat tergantung pada  restu kedua orang tuanya. Termasuk keputusannya untuk maju di pilkada  Sumsel merupakan hasil doa dan dorongan orangtuanya juga.
(Baca Juga: Sebelum Dampingi Aswari di Pilgub Sumsel, Irwansyah Bekerja Maksimal untuk Warga Pangkal Pinang)
Pria yang sedang menempuh pendidikan S3 IPDN Bandung ini pun dari  awal menjabat sebagai wali kota Pangkalpinang hanya berkoitmen satu  periode saja. Sebab ia memiliki keinginan mengabdi di kampung halaman  sang Nenek di Kawasan 3 Ilir, Palembang.
Pria yang memiliki sapaan akrab Wawan ini merupakan anak dari mantan  wali kota Pangkalpinang dua periode dan sekretaris daerah Sumatera  Selatan, Sofyan Rebuin. Maka dari itu, bagi Irwansyah Sumatera Selatan  bukanlah hal yang baru baginya.</description><content:encoded>PALEMBANG &amp;ndash; Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sumatera Selatan 2018 diikuti oleh empat bakal pasangan calon. Di antara kandidat tersebut, Muhammad Irwansyah yang berusia 34 tahun menjadi salah satu kandidat termuda.
Sama halnya saat ia menjadi wali kota Pangkalpinang tahun 2013. Di usianya yang waktu itu menginjak 29 tahun, Irwansyah dinobatkan sebagai wali kota termuda se-Indonesia saat itu dengan mengalahkan enam pasangan calon lain pesaingnya.
Namun, sebelum sukses menjadi wali kota Pangkalpinang, ia pernah menjalani kehidupan yang tak mudah. Pria kelahiran Bangka, 1 Juni 1983 ini pernah menjadi pedagang martabak bangka di Jakarta.
Padahal. saat itu orangtuanya memiliki ekonomi yang cukup. Namun, ia memilih untuk tidak terbelenggu harta orangtuanya dan memilih bersikap mandiri berjualan martabak dengan nama &amp;ldquo;Martabak Sri Bunga&amp;rdquo; di persimpangan Bintaro Permai Sektor 1 pada tahun 2002.
Belum satu tahun, pria lulusan Universitas Sjakhyakirti Palembang ini sudah berhasil membuka empat cabang baru yakni di Sektor 9, Sektor 5, di sekitar RS Fatmawati, Jakarta, serta di daerah Bintaro.
Tidak hanya berjualan martabak, usaha cuci mobil, hingga menjual tiket pesawat pernah dilakoninya. Pemesanan pesawat saat itu tidak semudah sekarang, sehingga usaha berjualan cukup diminati oleh orang-orang. Berkat sikap gigih berjualan tiket pesawat dengan cara door to door, pada 2005 dia dipindahkan ke Palembang untuk pengembangan usaha Sriwijaya Air.
Usaha dan ikhtiar saat ia berjualan pun diterapkan olehnya ketika memimpin Pangkalpinang. Di tangan sosok yang sukses membangun jalan mulus dan drainase di penjuru Pangkalpinang melalui Program Satu Miliar Satu Kelurahan (Samisake) ini, kota yang dipimpinnya itu banyak mendapatkan penghargaan, mulai dari tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
Salah satunya, saat Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia menobatkan Pangkalpinang sebagai kota yang ramah HAM untuk kali ketiga. Pemkot Pangkalpinang terus berupaya untuk mendukung pemerintah dalam upaya peningkatan HAM di Indonesia.
Penghargaan lainnya pada tahun 2017, Irwansyah yang maju di Pilgub Sumsel sebagai Wakil Aswari Riva'i ini juga mendapatkan penghargaan dari Ombudsman RI, Kota Pangkalpinang mendapatkan zona hijau terkait layanan administrasi dengan predikat kepatuhan tertinggi. Penghargaan ini diberikan dalam rangka fungsi Ombusman memantau dan mengoptimalkan pelayanan terhadap masyarakat.
Selanjutnya, ide gagasan konsep Rumah Sakit Green Hospital sebagai yang pertama di Indonesia mendapatkan penghargaan dari ajang bergengsi Wali Kota Entrepreneur Award dan Bupati Entrepreneur Award 2017 yang digelar Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) bersama Kellog Innovation Network (KIN) ASEAN.
(Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Irwansyah, Wali Kota Termuda yang Maju di Pilgub Sumsel)
Irwansyah berhasil menyabet tiga kategori sekaligus yaitu inovasi dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan pariwisata karena mengadopsi konsep green hospital dan medical tourism.Pria yang mendapat gelar Dato&amp;rsquo; Pangeran Darjah Pangeran Mahkota  Palembang (DPMP) dari Kesultanan Palembang, Sultan Mahmud Badarudin III  Prabu Diradja ini tidak henti menuangkan gagasannya, terutama untuk  memajukan pariwisata Pangkalpinang sebagai ibu kota Bangka Belitung.
Pasangan Aswari Rivai di Pilgub Sumsel ini sukses menggandeng MX GP  untuk menggelar kejuaraan motocross internasional 2017 di Pangkalpinang.  Pangkalpinang adalah satu-satunya daerah di Indonesia yang menggelar  kejuaraan motorcross paling bergengsi di dunia tersebut.

(Muhammad Irwansyah)
Irwansyah merupakan sosok anak yang sangat menghormati kedua orang  tuanya. Dia sangat yakin bahwa kesuksesan anak sangat tergantung pada  restu kedua orang tuanya. Termasuk keputusannya untuk maju di pilkada  Sumsel merupakan hasil doa dan dorongan orangtuanya juga.
(Baca Juga: Sebelum Dampingi Aswari di Pilgub Sumsel, Irwansyah Bekerja Maksimal untuk Warga Pangkal Pinang)
Pria yang sedang menempuh pendidikan S3 IPDN Bandung ini pun dari  awal menjabat sebagai wali kota Pangkalpinang hanya berkoitmen satu  periode saja. Sebab ia memiliki keinginan mengabdi di kampung halaman  sang Nenek di Kawasan 3 Ilir, Palembang.
Pria yang memiliki sapaan akrab Wawan ini merupakan anak dari mantan  wali kota Pangkalpinang dua periode dan sekretaris daerah Sumatera  Selatan, Sofyan Rebuin. Maka dari itu, bagi Irwansyah Sumatera Selatan  bukanlah hal yang baru baginya.</content:encoded></item></channel></rss>
