<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketika Jokowi Dihadiahi 'Kartu Kuning' di Dies Natalis Ke-68 UI</title><description></description><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/02/337/1853972/ketika-jokowi-dihadiahi-kartu-kuning-di-dies-natalis-ke-68-ui</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/02/02/337/1853972/ketika-jokowi-dihadiahi-kartu-kuning-di-dies-natalis-ke-68-ui"/><item><title>Ketika Jokowi Dihadiahi 'Kartu Kuning' di Dies Natalis Ke-68 UI</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/02/337/1853972/ketika-jokowi-dihadiahi-kartu-kuning-di-dies-natalis-ke-68-ui</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/02/02/337/1853972/ketika-jokowi-dihadiahi-kartu-kuning-di-dies-natalis-ke-68-ui</guid><pubDate>Jum'at 02 Februari 2018 19:30 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fazhry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/02/337/1853972/ketika-jokowi-dihadiahi-kartu-kuning-di-dies-natalis-ke-68-ui-MzPpF3zXcl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi Dihadiahi 'Kartu Kuning' oleh Ketua BEM UI (foto: Indrianto Eko Suwarso/Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/02/337/1853972/ketika-jokowi-dihadiahi-kartu-kuning-di-dies-natalis-ke-68-ui-MzPpF3zXcl.jpg</image><title>Presiden Jokowi Dihadiahi 'Kartu Kuning' oleh Ketua BEM UI (foto: Indrianto Eko Suwarso/Antara)</title></images><description>PRIIITTT... Presiden Joko Wiodo dapat kartu kuning. &amp;ldquo;Wasitnya&amp;rdquo;, mahasiswa Universitas Indonesia (UI) 2018, Zaadit Taqwa. Ia merupakan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI.
Zaadit sebenarnya bukan memberikan kartu, tapi buku. Buku paduan suara milik UI. Namun, cover buku tersebut secara menyeluruh bewarna kuning.
Polah Zaadit saat memberikan kartu layaknya seeorang wasit sepakbola. Lengkap dengan peluitnya. Ia pun meniup peluit tersebut.
Aksi Zaadit terjadi saat Jokowi menghadiri acara Dies Natalis ke-68 UI. Jokowi juga meresmikan Forum Kebangsaan UI dalam acara itu.
Saat itu lah Zaadit beraksi. Ia berdiri di tengah-tengah. Sementara Jokowi berada di atas panggung, ditemani rektor UI Muhammad Anis, akan meresmikan Forum Kebangsaan.
Hadiahi 'Kartu Kuning' ke Presiden Jokowi, Ketua BEM UI Sempat Diamankan Paspampres
Pasukan Pengawal Presiden bergegas. Salah satunya berusaha menghentikan Zaadit. Tapi Zaadit tak menggubris. Ia tetap berdiri dan mengacungkan kartu kuning. Namun, Paspampres tak tinggal diam. Ia mengandeng Zaadit untuk mundur. Caranya sopan, tidak mendesak paksa Zaadit untuk mundur.
Periode Zaadit mulai meniup peluit, memberi kartu kuning hingga diminta mundur direkam oleh seseorang. Videonya pun viral.
Dihadiahi 'Kartu Kuning' Presiden Jokowi Tak Tersinggung 
Selesai acara, Jokowi tidak tersinggung. Hal ini disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Sapta Prabowo.
&amp;ldquo;Presiden Jokowi biasa saja, tidak tersinggung. Soalnya dari awal memang sudah ada agenda Presiden bertemu BEM UI itu selepas acara. Tapi acara itu batal karena aksi tersebut,&amp;rdquo; kata Johan.
Sementara Jokowi dalam sambutannya, mengatakan bahwa UI yang berlokasi Depok dan Jakarta ini, mempunyai lulusan yang membantu kabinet pemerintahan Jokowi-JK, sekarang.
Mereka adalah Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila F Moloek, Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN Sofyan Djalil, serta Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.
Satu lagi, kata Jokowi, Staf Kepresidenan Moeldoko dan S2 dan S3 Johan Budi juga di UI. &amp;ldquo;Ini menunjukkan UI itu gudangnya orang pintar,&quot; ujar Presiden.
Acara itu juga dimanfaatkan Jokowi untuk menjelaskan prioritas pembangunan oleh pemerintah. Ada dua hal, ujar Jokowi. &amp;ldquo;Investasi dari infrastuktur dan investasi di bidang SDM.&amp;rdquo;
Presiden menjelaskan bahwa investasi infrastuktur yakni membangunan jalan, waduk, dan listrik di pelosok negeri. Tujuannya untuk menopang kebutuhan nasional. Termasuk mempersatukan bangsa agar ada rasa keadilan dan pemerataan di semua wilayah Indonesia. &amp;ldquo;Ini awal dari permulaan,&quot; kata dia.
Sementara di bidang SDM, lanjut Jokowi, untuk memenangkan kompetisi global.
Jokowi menggeser pidatonya ke isu masalah percepatan dan persaingan global. Masalah itu, menurut Jokowi, sudah memasuki teknologi siber, produksi kendaraan tanpa awak hingga teknologi printing tiga dimensi.
Jokowi menilai teknologi tersebut mampu mencepat bangunan hingga senjata. &quot;Bahkan dalam dunia politik dan pemerintah harus cepat menyesuaikan diri. Seluruh pekerjaan dipaksakan juga harus dipercepat,&quot; tutur Presiden Jokowi.Alasan Ketua BEM UI Beri Presiden Jokowi Kartu Kuning
Setidaknya ada tiga alasan Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Zaadit Taqwa menghadiahi 'Kartu Kuning' kepada Presiden Jokowi.
Tak hanya memberikan 'kartu kuning' dari buku paduan suara UI kepada  Kepala Negara, Zaadit juga diketahui sempat meniupkan pluit layaknya  sebuah pertandingan olahraga guna memberikan peringatan kepada orang  nomor satu di Indonesia itu.&amp;lrm;
&quot;&amp;lrm;Itu tadi buku paduan suara, karena pengawasan lumayan ketat tadi.  Jadi pas masuk ke dalam, makanya kita pakai buku itu, biar bisa masuk,&quot;  tegas Zaadit.
Dia menjelaskan, pemberian 'kartu kuning' tersebut sebagai gambaran  bila Kepala Negara telah mendapatkan peringatan dari rakyat. Artinya,  lanjut dia, mantan Gubernur DKI Jakarta itu telah diberikan peringatan  keras agar segera menyelesaikan sejumlah permasalahan bangsa. &amp;lrm;
&quot;Kita bawa tiga tuntutan, dan kita sudah sampaikan lewat aksi di stasiun (Universitas Indonesia),&quot; jelas &amp;lrm;Zaadit.
Zaadit menjelaskan, tiga tuntutan tersebut adalah, &amp;lrm;pertama banyaknya  kasus gizi buruk di Asmat, Papua agar segera diselesaikan oleh  pemerintah pusat.
Kedua, pihaknya menolak adanya usulan Pj Gubernur berasal dari  perwira tinggi TNI/Polri. Dia berpendapat, pemerintah ingin menghidupkan  dwi fungsi TNI-Polri.&amp;lrm;
&quot;Kita tidak ingin kalau misalnya kembali ke zaman orde baru, kita  tidak pengen ada dwifungsi Polri, dimana Polisi aktif pegang jabatan  gitu (gubernur) karena tidak sesuai dengan UU Pilkada dan UU  Kepolisian,&quot; urainya.
Tuntutan ketiga, BEM UI menolak adanya rancangan aturan baru tentang  Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang tengah disusun dari Draf  Permenristekdikti tentang Ormawa. Hal itu karena dapat mengancam  kebebasan berorganisasi dan gerakan kritis mahasiswa di Indonesia.
&quot;Kita tidak ingin mahasiswa dalam bergerak atau berorganisasi dan  berkreasi itu dikungkang, oleh peraturan yang kemudian dibatasi ruang  gerak mahasiswa,&quot; tuturnya.
Zaadit terpaksa harus diamankan Pasukan Pengamanan Presiden  (Paspampres) dari ruangan Balairung UI ke Pengamanan Lingkungan Kampus  (PLK) atas aksi protesnya yang menghadiahi 'kartu kuning' kepada  Presiden Jokowi.
&quot;Tidak ada (kekerasan), &amp;lrm;cuman diminta keterangan saja, diminta  identitasnya. Aksi ini&amp;lrm; dilakukan spontan, karena sebenarnya niatnya  sudah ada tapi berubah-ubah rencana, menyesuaikan kondisi di dalam  juga,&quot; pungkasnya.
&amp;lt;div&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMi8wMi8xLzEwODYyNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>PRIIITTT... Presiden Joko Wiodo dapat kartu kuning. &amp;ldquo;Wasitnya&amp;rdquo;, mahasiswa Universitas Indonesia (UI) 2018, Zaadit Taqwa. Ia merupakan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI.
Zaadit sebenarnya bukan memberikan kartu, tapi buku. Buku paduan suara milik UI. Namun, cover buku tersebut secara menyeluruh bewarna kuning.
Polah Zaadit saat memberikan kartu layaknya seeorang wasit sepakbola. Lengkap dengan peluitnya. Ia pun meniup peluit tersebut.
Aksi Zaadit terjadi saat Jokowi menghadiri acara Dies Natalis ke-68 UI. Jokowi juga meresmikan Forum Kebangsaan UI dalam acara itu.
Saat itu lah Zaadit beraksi. Ia berdiri di tengah-tengah. Sementara Jokowi berada di atas panggung, ditemani rektor UI Muhammad Anis, akan meresmikan Forum Kebangsaan.
Hadiahi 'Kartu Kuning' ke Presiden Jokowi, Ketua BEM UI Sempat Diamankan Paspampres
Pasukan Pengawal Presiden bergegas. Salah satunya berusaha menghentikan Zaadit. Tapi Zaadit tak menggubris. Ia tetap berdiri dan mengacungkan kartu kuning. Namun, Paspampres tak tinggal diam. Ia mengandeng Zaadit untuk mundur. Caranya sopan, tidak mendesak paksa Zaadit untuk mundur.
Periode Zaadit mulai meniup peluit, memberi kartu kuning hingga diminta mundur direkam oleh seseorang. Videonya pun viral.
Dihadiahi 'Kartu Kuning' Presiden Jokowi Tak Tersinggung 
Selesai acara, Jokowi tidak tersinggung. Hal ini disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Sapta Prabowo.
&amp;ldquo;Presiden Jokowi biasa saja, tidak tersinggung. Soalnya dari awal memang sudah ada agenda Presiden bertemu BEM UI itu selepas acara. Tapi acara itu batal karena aksi tersebut,&amp;rdquo; kata Johan.
Sementara Jokowi dalam sambutannya, mengatakan bahwa UI yang berlokasi Depok dan Jakarta ini, mempunyai lulusan yang membantu kabinet pemerintahan Jokowi-JK, sekarang.
Mereka adalah Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila F Moloek, Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN Sofyan Djalil, serta Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.
Satu lagi, kata Jokowi, Staf Kepresidenan Moeldoko dan S2 dan S3 Johan Budi juga di UI. &amp;ldquo;Ini menunjukkan UI itu gudangnya orang pintar,&quot; ujar Presiden.
Acara itu juga dimanfaatkan Jokowi untuk menjelaskan prioritas pembangunan oleh pemerintah. Ada dua hal, ujar Jokowi. &amp;ldquo;Investasi dari infrastuktur dan investasi di bidang SDM.&amp;rdquo;
Presiden menjelaskan bahwa investasi infrastuktur yakni membangunan jalan, waduk, dan listrik di pelosok negeri. Tujuannya untuk menopang kebutuhan nasional. Termasuk mempersatukan bangsa agar ada rasa keadilan dan pemerataan di semua wilayah Indonesia. &amp;ldquo;Ini awal dari permulaan,&quot; kata dia.
Sementara di bidang SDM, lanjut Jokowi, untuk memenangkan kompetisi global.
Jokowi menggeser pidatonya ke isu masalah percepatan dan persaingan global. Masalah itu, menurut Jokowi, sudah memasuki teknologi siber, produksi kendaraan tanpa awak hingga teknologi printing tiga dimensi.
Jokowi menilai teknologi tersebut mampu mencepat bangunan hingga senjata. &quot;Bahkan dalam dunia politik dan pemerintah harus cepat menyesuaikan diri. Seluruh pekerjaan dipaksakan juga harus dipercepat,&quot; tutur Presiden Jokowi.Alasan Ketua BEM UI Beri Presiden Jokowi Kartu Kuning
Setidaknya ada tiga alasan Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Zaadit Taqwa menghadiahi 'Kartu Kuning' kepada Presiden Jokowi.
Tak hanya memberikan 'kartu kuning' dari buku paduan suara UI kepada  Kepala Negara, Zaadit juga diketahui sempat meniupkan pluit layaknya  sebuah pertandingan olahraga guna memberikan peringatan kepada orang  nomor satu di Indonesia itu.&amp;lrm;
&quot;&amp;lrm;Itu tadi buku paduan suara, karena pengawasan lumayan ketat tadi.  Jadi pas masuk ke dalam, makanya kita pakai buku itu, biar bisa masuk,&quot;  tegas Zaadit.
Dia menjelaskan, pemberian 'kartu kuning' tersebut sebagai gambaran  bila Kepala Negara telah mendapatkan peringatan dari rakyat. Artinya,  lanjut dia, mantan Gubernur DKI Jakarta itu telah diberikan peringatan  keras agar segera menyelesaikan sejumlah permasalahan bangsa. &amp;lrm;
&quot;Kita bawa tiga tuntutan, dan kita sudah sampaikan lewat aksi di stasiun (Universitas Indonesia),&quot; jelas &amp;lrm;Zaadit.
Zaadit menjelaskan, tiga tuntutan tersebut adalah, &amp;lrm;pertama banyaknya  kasus gizi buruk di Asmat, Papua agar segera diselesaikan oleh  pemerintah pusat.
Kedua, pihaknya menolak adanya usulan Pj Gubernur berasal dari  perwira tinggi TNI/Polri. Dia berpendapat, pemerintah ingin menghidupkan  dwi fungsi TNI-Polri.&amp;lrm;
&quot;Kita tidak ingin kalau misalnya kembali ke zaman orde baru, kita  tidak pengen ada dwifungsi Polri, dimana Polisi aktif pegang jabatan  gitu (gubernur) karena tidak sesuai dengan UU Pilkada dan UU  Kepolisian,&quot; urainya.
Tuntutan ketiga, BEM UI menolak adanya rancangan aturan baru tentang  Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang tengah disusun dari Draf  Permenristekdikti tentang Ormawa. Hal itu karena dapat mengancam  kebebasan berorganisasi dan gerakan kritis mahasiswa di Indonesia.
&quot;Kita tidak ingin mahasiswa dalam bergerak atau berorganisasi dan  berkreasi itu dikungkang, oleh peraturan yang kemudian dibatasi ruang  gerak mahasiswa,&quot; tuturnya.
Zaadit terpaksa harus diamankan Pasukan Pengamanan Presiden  (Paspampres) dari ruangan Balairung UI ke Pengamanan Lingkungan Kampus  (PLK) atas aksi protesnya yang menghadiahi 'kartu kuning' kepada  Presiden Jokowi.
&quot;Tidak ada (kekerasan), &amp;lrm;cuman diminta keterangan saja, diminta  identitasnya. Aksi ini&amp;lrm; dilakukan spontan, karena sebenarnya niatnya  sudah ada tapi berubah-ubah rencana, menyesuaikan kondisi di dalam  juga,&quot; pungkasnya.
&amp;lt;div&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMi8wMi8xLzEwODYyNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
