<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Guru di Sampang yang Tewas Dianiaya Siswa Dikenal Berkepribadian Baik</title><description>Guru di Sampang yang tewas dianiaya siswanya dikenal sebagai sosok yang baik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/02/519/1853775/guru-di-sampang-yang-tewas-dianiaya-siswa-dikenal-berkepribadian-baik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/02/02/519/1853775/guru-di-sampang-yang-tewas-dianiaya-siswa-dikenal-berkepribadian-baik"/><item><title>Guru di Sampang yang Tewas Dianiaya Siswa Dikenal Berkepribadian Baik</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/02/519/1853775/guru-di-sampang-yang-tewas-dianiaya-siswa-dikenal-berkepribadian-baik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/02/02/519/1853775/guru-di-sampang-yang-tewas-dianiaya-siswa-dikenal-berkepribadian-baik</guid><pubDate>Jum'at 02 Februari 2018 14:43 WIB</pubDate><dc:creator>Syaiful Islam</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/02/519/1853775/guru-di-sampang-yang-tewas-dianiaya-siswa-dikenal-berkepribadian-baik-CcAKY8SIIa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ribuan orang mengantar jenazah Budi, guru di Sampang yang tewas dianiaya siswanya. (Foto: Syaiful Islam/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/02/519/1853775/guru-di-sampang-yang-tewas-dianiaya-siswa-dikenal-berkepribadian-baik-CcAKY8SIIa.jpg</image><title>Ribuan orang mengantar jenazah Budi, guru di Sampang yang tewas dianiaya siswanya. (Foto: Syaiful Islam/Okezone)</title></images><description>SURABAYA - Jenazah guru seni rupa Ahmad Budi Cahyono telah dimakamkan di tempat pemakaman umum di Desa Tanggumong, Kabupaten Sampang, Jatim, Jumat (2/2/2018). Ribuan orang mulai dari guru, siswa dan warga mengantarkan Budi ke tempat peristirahatan terakhir. Budi tewas setelah dianiaya dengan cara dipukul oleh siswanya sendiri berinisial MH.
Bahkan saat proses pemakaman juga tampak Bupati Sampang, Fadhilah Boediono dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Saiful Rachman. Isak tangis pun menghiasi proses pemakaman sang guru.
Anggota keluarga korban tak mampu membendung air mata atas kepergian Budi yang terbilang mendadak. Sang guru masih sehat sebelum dianiaya muridnya sendiri.
&quot;Apakah almarhum orang baik? Apakah almarhum orang baik? Apakah almarhum orang baik?,&quot; tanya Bupati Sampang Fadhilah.
Kemudian pertanyaan tersebut dijawab secara serentak oleh pelayat. &quot;Almarhum adalah guru yang baik,&quot; ucap salah satu pelayat, Ahmad Farik.
MH yang duduk di kelas XI SMAN 1 Torjun (Smator), Kabupaten Sampang ini  tega menganiaya gurunya hingga tewas.Guru mata pelajaran seni rupa ini tewas setelah sempat mendapat  perawatan di RSU Dr Soetomo, Surabaya.
Berdasarkan informasi, peristiwa memilukan ini berawal ketika Budi  sedang mengajar di kelas dengan materi seni lukis pada 1 Februari 2018.  Pada saat jam pelajaran, siswa MH tidak mendengarkan pelajaran dan  justru mengganggu teman-temannya dengan mencoret lukisan mereka.
(Baca juga: Guru Seni di Sampang Tewas Dianiaya Siswa, Diduga Tak Terima Ditegur)
Budi lantas menegur MH namun tidak dihiraukan MH yang malah makin  berulah dengan mengganggu teman-temannya. Budi akhirnya memberi hukuman  dengan mencoret pipi MH dengan cat lukis. MH yang tidak terima lantas  memukul Budi. Aksi tak terpuji itu kemudian dilerai oleh siswa dan para  guru yang lain.
Budi kemudian dibawa ke ruang guru dan menjelaskan duduk perkaranya  kepada kepala sekolah (kepsek). Tak melihat adanya luka di tubuh dan  wajah korban, kepsek mempersilahkan Budi pulang lebih awal. Kepsek  kemudian mendapat kabar dari keluarga Budi bahwa sesampainya di rumah,  guru seni itu tidur karena mengeluh sakit pada lehernya. Namun selang  beberapa saat Budi kesakitan dan tidak sadarkan diri (koma), dan  langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo-Surabaya.
Kondisi Guru GTT Smator ini sangat kritis dan didiagnosa oleh  dokter mengalami MBA (Mati Batang Otak) dan semua organ dalam sudah  tidak berfungsi.
Mobil ambulans dari RS Sampang pun oleh pihak RS Dr. Soetomo  ditahan agar tidak kembali ke Sampang dulu, karena kondisi guru tersebut  yang sangat kritis dan diperkirakan tidak akan mampu bertahan. Pukul  21.40 WIB Budi meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMS8yOS8xLzEwODQ0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>SURABAYA - Jenazah guru seni rupa Ahmad Budi Cahyono telah dimakamkan di tempat pemakaman umum di Desa Tanggumong, Kabupaten Sampang, Jatim, Jumat (2/2/2018). Ribuan orang mulai dari guru, siswa dan warga mengantarkan Budi ke tempat peristirahatan terakhir. Budi tewas setelah dianiaya dengan cara dipukul oleh siswanya sendiri berinisial MH.
Bahkan saat proses pemakaman juga tampak Bupati Sampang, Fadhilah Boediono dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Saiful Rachman. Isak tangis pun menghiasi proses pemakaman sang guru.
Anggota keluarga korban tak mampu membendung air mata atas kepergian Budi yang terbilang mendadak. Sang guru masih sehat sebelum dianiaya muridnya sendiri.
&quot;Apakah almarhum orang baik? Apakah almarhum orang baik? Apakah almarhum orang baik?,&quot; tanya Bupati Sampang Fadhilah.
Kemudian pertanyaan tersebut dijawab secara serentak oleh pelayat. &quot;Almarhum adalah guru yang baik,&quot; ucap salah satu pelayat, Ahmad Farik.
MH yang duduk di kelas XI SMAN 1 Torjun (Smator), Kabupaten Sampang ini  tega menganiaya gurunya hingga tewas.Guru mata pelajaran seni rupa ini tewas setelah sempat mendapat  perawatan di RSU Dr Soetomo, Surabaya.
Berdasarkan informasi, peristiwa memilukan ini berawal ketika Budi  sedang mengajar di kelas dengan materi seni lukis pada 1 Februari 2018.  Pada saat jam pelajaran, siswa MH tidak mendengarkan pelajaran dan  justru mengganggu teman-temannya dengan mencoret lukisan mereka.
(Baca juga: Guru Seni di Sampang Tewas Dianiaya Siswa, Diduga Tak Terima Ditegur)
Budi lantas menegur MH namun tidak dihiraukan MH yang malah makin  berulah dengan mengganggu teman-temannya. Budi akhirnya memberi hukuman  dengan mencoret pipi MH dengan cat lukis. MH yang tidak terima lantas  memukul Budi. Aksi tak terpuji itu kemudian dilerai oleh siswa dan para  guru yang lain.
Budi kemudian dibawa ke ruang guru dan menjelaskan duduk perkaranya  kepada kepala sekolah (kepsek). Tak melihat adanya luka di tubuh dan  wajah korban, kepsek mempersilahkan Budi pulang lebih awal. Kepsek  kemudian mendapat kabar dari keluarga Budi bahwa sesampainya di rumah,  guru seni itu tidur karena mengeluh sakit pada lehernya. Namun selang  beberapa saat Budi kesakitan dan tidak sadarkan diri (koma), dan  langsung dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo-Surabaya.
Kondisi Guru GTT Smator ini sangat kritis dan didiagnosa oleh  dokter mengalami MBA (Mati Batang Otak) dan semua organ dalam sudah  tidak berfungsi.
Mobil ambulans dari RS Sampang pun oleh pihak RS Dr. Soetomo  ditahan agar tidak kembali ke Sampang dulu, karena kondisi guru tersebut  yang sangat kritis dan diperkirakan tidak akan mampu bertahan. Pukul  21.40 WIB Budi meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMS8yOS8xLzEwODQ0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
