<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  Polisi Periksa Kejiwaan Pelaku Penganiayaan Ustadz Prawoto   </title><description>Polisi tengah lakukan pemeriksaan terhadap Asep Maptuh (45) pelaku  penganiayaan Komandan Brigade Persatuan Islam Indonesia H.R. Prawoto.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/02/525/1853795/polisi-periksa-kejiwaan-pelaku-penganiayaan-ustadz-prawoto</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/02/02/525/1853795/polisi-periksa-kejiwaan-pelaku-penganiayaan-ustadz-prawoto"/><item><title>  Polisi Periksa Kejiwaan Pelaku Penganiayaan Ustadz Prawoto   </title><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/02/525/1853795/polisi-periksa-kejiwaan-pelaku-penganiayaan-ustadz-prawoto</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/02/02/525/1853795/polisi-periksa-kejiwaan-pelaku-penganiayaan-ustadz-prawoto</guid><pubDate>Jum'at 02 Februari 2018 15:14 WIB</pubDate><dc:creator>CDB Yudistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/02/525/1853795/polisi-periksa-kejiwaan-pelaku-penganiayaan-ustadz-prawoto-ESeP1i4E5O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/02/525/1853795/polisi-periksa-kejiwaan-pelaku-penganiayaan-ustadz-prawoto-ESeP1i4E5O.jpg</image><title>foto: Okezone</title></images><description>
BANDUNG - Polisi tengah lakukan pemeriksaan terhadap Asep Maptuh (45) pelaku penganiayaan Komandan Brigade Persatuan Islam Indonesia H.R. Prawoto, hingga meninggal dunia.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Hendro Pandowo mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan, yakni pemeriksaan kejiwaan Asep.

&quot;Kita periksa kejiwaan pelaku. Hal ini memerlukan observasi selama 14 hari (kedepan),&quot; kata Hendro saat ungkap kasus, di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Jumat (2/2/2018).

Pemeriksaan sendiri, dilakukan di Rumah Sakit Polri Sartika Asih, Kota Bandung. Dokter spesialis kejiwaan Sartika Asih, Leony Wijaya yang hadir dalam ungkap kasus ini menuturkan, pemeriksaan sementara dirinya terhadap Asep, pelaku dikatakan mengalami gangguan kepribadian.

&quot;Dari prilaku dan wawancara, dia masuk gangguan kepribadian, emosinya tidak stabil,&quot; kata Leony di waktu yang sama.
&amp;nbsp;(Baca juga: Polisi Duga Pembunuh Ustadz Prawoto Alami Depresi)
Sementara itu, Dewan Penasehat Persis Indonesia, Profesor Dadan Wildan, yang hadir dalam kesempatan itu pun mengatakan, pihaknya merasa kehilangan dengan meninggalnya salah satu kader terbaiknya.

Dirinya meminta kepolisian untuk memproses hukum pelaku dan di hukum sesuai apa yang di lakukannya.

&quot;Tentu saja kami sedih karena kehilangan beliau. Selanjutnya, kami mohon kepada polisi untuk pelaku di hukum seberat-beratnya. Jangan lepas dari penjara,&quot; terang Dadan.
&amp;nbsp;(Baca juga: Kronologi Uztadz Prawoto Tewas Akibat Dianiaya)
Seperti diketahui, Asep diamankan polisi, usai melakukan penganiayaan terhadap Komandan Brigade Persatuan Islam Indonesia H.R. Prawoto, hingga tewas, Kamis 1 Februari 2018. Penganiayaan sendiri, di lakukan AM, di Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung.

Kejadian penganiayaan tersebut, berawal saat pelaku menggedor rumah korban. Kemudian ditegur oleh korban dan pelaku pun mengejar korban sambil membawa potongan besi.

Hanya berjarak 500 meter dari rumah korban, korban pun terjatuh, dan langsung di pukul oleh korban secara bertubi-tubi. Akibat pemukulan yang dilakukan pelaku, korban mengalami luka serius, dan dilarikan ke rumah sakit. Namun begitu, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Korban meninggal dunia.

Tak lama setelah kejadian, pelaku berhasil diamankan polisi bersama dengan warga.
</description><content:encoded>
BANDUNG - Polisi tengah lakukan pemeriksaan terhadap Asep Maptuh (45) pelaku penganiayaan Komandan Brigade Persatuan Islam Indonesia H.R. Prawoto, hingga meninggal dunia.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Hendro Pandowo mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan, yakni pemeriksaan kejiwaan Asep.

&quot;Kita periksa kejiwaan pelaku. Hal ini memerlukan observasi selama 14 hari (kedepan),&quot; kata Hendro saat ungkap kasus, di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Jumat (2/2/2018).

Pemeriksaan sendiri, dilakukan di Rumah Sakit Polri Sartika Asih, Kota Bandung. Dokter spesialis kejiwaan Sartika Asih, Leony Wijaya yang hadir dalam ungkap kasus ini menuturkan, pemeriksaan sementara dirinya terhadap Asep, pelaku dikatakan mengalami gangguan kepribadian.

&quot;Dari prilaku dan wawancara, dia masuk gangguan kepribadian, emosinya tidak stabil,&quot; kata Leony di waktu yang sama.
&amp;nbsp;(Baca juga: Polisi Duga Pembunuh Ustadz Prawoto Alami Depresi)
Sementara itu, Dewan Penasehat Persis Indonesia, Profesor Dadan Wildan, yang hadir dalam kesempatan itu pun mengatakan, pihaknya merasa kehilangan dengan meninggalnya salah satu kader terbaiknya.

Dirinya meminta kepolisian untuk memproses hukum pelaku dan di hukum sesuai apa yang di lakukannya.

&quot;Tentu saja kami sedih karena kehilangan beliau. Selanjutnya, kami mohon kepada polisi untuk pelaku di hukum seberat-beratnya. Jangan lepas dari penjara,&quot; terang Dadan.
&amp;nbsp;(Baca juga: Kronologi Uztadz Prawoto Tewas Akibat Dianiaya)
Seperti diketahui, Asep diamankan polisi, usai melakukan penganiayaan terhadap Komandan Brigade Persatuan Islam Indonesia H.R. Prawoto, hingga tewas, Kamis 1 Februari 2018. Penganiayaan sendiri, di lakukan AM, di Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung.

Kejadian penganiayaan tersebut, berawal saat pelaku menggedor rumah korban. Kemudian ditegur oleh korban dan pelaku pun mengejar korban sambil membawa potongan besi.

Hanya berjarak 500 meter dari rumah korban, korban pun terjatuh, dan langsung di pukul oleh korban secara bertubi-tubi. Akibat pemukulan yang dilakukan pelaku, korban mengalami luka serius, dan dilarikan ke rumah sakit. Namun begitu, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Korban meninggal dunia.

Tak lama setelah kejadian, pelaku berhasil diamankan polisi bersama dengan warga.
</content:encoded></item></channel></rss>
