<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Polemik Pidato Kapolri, GP Ansor:Tak Ada yang Salah</title><description>Polemik pidato Tito Karnavian soal ormas Islam dinilai GP Ansor bukan menjadi masalah besar yang perlu digembar-gemborkan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/04/337/1854449/soal-polemik-pidato-kapolri-gp-ansor-tak-ada-yang-salah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/02/04/337/1854449/soal-polemik-pidato-kapolri-gp-ansor-tak-ada-yang-salah"/><item><title>Soal Polemik Pidato Kapolri, GP Ansor:Tak Ada yang Salah</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/04/337/1854449/soal-polemik-pidato-kapolri-gp-ansor-tak-ada-yang-salah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/02/04/337/1854449/soal-polemik-pidato-kapolri-gp-ansor-tak-ada-yang-salah</guid><pubDate>Minggu 04 Februari 2018 07:30 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/04/337/1854449/soal-polemik-pidato-kapolri-gp-ansor-tak-ada-yang-salah-22li2qi8gd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Yaqud (Foto: Okezone) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/04/337/1854449/soal-polemik-pidato-kapolri-gp-ansor-tak-ada-yang-salah-22li2qi8gd.jpg</image><title>Gus Yaqud (Foto: Okezone) </title></images><description>
JAKARTA- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Quomas menilai pidato Kapolri Jendral Tito Karnavian yang dianggap kontroversial oleh sebagian kelompok dianggap tidak ada yang salah.

Menurut pria yang karib disapa Gus Yaqut ini, Jenderal Polisi ini hanya menyampaikan berdasarkan sejarah bahwa ada dua ormas islam dari berbagai ormas lain yang terlibat dalam perjuangan melawan penjajah Belanda.

&quot;Saya kira tidak ada masalah Kapolri itu hanya menyampaikan jejak sejarah. Beliau katakan bahwa yang paling berjasa atas negeri ini adalah NU dan Muhammadiyah,&quot; Katanya kepada Okezone di GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu malam.

Jika diteliti secara seksama dalam pidato mantan Kepala Badan Nasional Penanggulanhan Teroris ini, dua organisasi yang disebutkan hanya sebagian dari organisasi-organasasi yang juga melakukan perjuangan kolonial.

&quot;Kalimatnya pahami dengan baik. Paling berjasa artinya ada juga kelompok lain yang berjasa. Tanpa menafikan kelompok lain. Jadi saya kira ga ada masalah dari pernyataan pak kapolri, Kan begitu ya saya kira benar aja kalimatnya paling. Kalau jalimat paling kan ada yabg biasa biasa saja itu kan hanya level,&quot; tambahnya.

Gus Yaqut membeberkan bahwa selain NU dan Muhammadiyah banyak sekali melakukan perlawanan atas penjajah Belanda, tidak hanya organisasi kemasyarakatan Islam, organisasi dari umat Kristiani juga ada&amp;nbsp;

&quot;Tanpa menafikan ormas ormas islam yang baik juga ikut berjasa, bukan hanya ormas Islam tapi&amp;nbsp; semua umat berjasa dalam memerdekaan. Ada banyak yang beragama kristen seperti Christina Marthatiahahu, jadi saya kira wajar,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>
JAKARTA- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Quomas menilai pidato Kapolri Jendral Tito Karnavian yang dianggap kontroversial oleh sebagian kelompok dianggap tidak ada yang salah.

Menurut pria yang karib disapa Gus Yaqut ini, Jenderal Polisi ini hanya menyampaikan berdasarkan sejarah bahwa ada dua ormas islam dari berbagai ormas lain yang terlibat dalam perjuangan melawan penjajah Belanda.

&quot;Saya kira tidak ada masalah Kapolri itu hanya menyampaikan jejak sejarah. Beliau katakan bahwa yang paling berjasa atas negeri ini adalah NU dan Muhammadiyah,&quot; Katanya kepada Okezone di GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu malam.

Jika diteliti secara seksama dalam pidato mantan Kepala Badan Nasional Penanggulanhan Teroris ini, dua organisasi yang disebutkan hanya sebagian dari organisasi-organasasi yang juga melakukan perjuangan kolonial.

&quot;Kalimatnya pahami dengan baik. Paling berjasa artinya ada juga kelompok lain yang berjasa. Tanpa menafikan kelompok lain. Jadi saya kira ga ada masalah dari pernyataan pak kapolri, Kan begitu ya saya kira benar aja kalimatnya paling. Kalau jalimat paling kan ada yabg biasa biasa saja itu kan hanya level,&quot; tambahnya.

Gus Yaqut membeberkan bahwa selain NU dan Muhammadiyah banyak sekali melakukan perlawanan atas penjajah Belanda, tidak hanya organisasi kemasyarakatan Islam, organisasi dari umat Kristiani juga ada&amp;nbsp;

&quot;Tanpa menafikan ormas ormas islam yang baik juga ikut berjasa, bukan hanya ormas Islam tapi&amp;nbsp; semua umat berjasa dalam memerdekaan. Ada banyak yang beragama kristen seperti Christina Marthatiahahu, jadi saya kira wajar,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
