<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengintip Sekolah Ibu, Garapan Istri Bima Arya</title><description>Yane Ardian, Istri Wali Kota Bogor Bima Arya memprakarsai program dinamai Sekolah Ibu. Lalu apa saja yang dilakukan di sana?</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/08/338/1856748/mengintip-sekolah-ibu-garapan-istri-bima-arya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/02/08/338/1856748/mengintip-sekolah-ibu-garapan-istri-bima-arya"/><item><title>Mengintip Sekolah Ibu, Garapan Istri Bima Arya</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/08/338/1856748/mengintip-sekolah-ibu-garapan-istri-bima-arya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/02/08/338/1856748/mengintip-sekolah-ibu-garapan-istri-bima-arya</guid><pubDate>Kamis 08 Februari 2018 18:10 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/08/338/1856748/mengintip-sekolah-ibu-garapan-istri-bima-arya-azBhGAWDSh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sekolah Ibu (foto: Putra RA/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/08/338/1856748/mengintip-sekolah-ibu-garapan-istri-bima-arya-azBhGAWDSh.jpg</image><title>Sekolah Ibu (foto: Putra RA/Okezone)</title></images><description>BOGOR - Berkomitmen membina rumah tangga berarti bersepakat untuk menyatukan dua pemikiran antara suami dan istri demi terciptanya hubungan keluarga yang harmonis dan berkualitas.

Namun, tingginya angka perceraian membuat Yane Ardian Bima Arya prihatin. Istri dari Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, ini bernisiasi mencari formula agar fenomena perceraian di Kota Hujan bisa ditekan.
 Sekolah Ibu (foto: Putra RA/Okezone)
&quot;Saya prihatin dengan fenomena yang terjadi belakangan ini di tengah-tengah masyarakat kita, yakni semakin meningkatnya angka perceraian. Dan ternyata yang mengajukan atau menggugat cerai itu 70-80 persennya adalah perempuan atau sang istri. Belum lagi tingkat kekerasan lain seperti tawuran, narkoba, trafficking, dan lain-lain itu yang membuat saya prihatin dan berpikir apa yang bisa dilakukan bersama sehingga mampu menekan angka-angka seperti itu,&quot; kata Yane, Kamis (8/2/2018).

Berangkat dari persoalan tersebut, lahirlah sebuah program inspiratif dari pemikiran Yane Ardian. Program ini dinamai Sekolah Ibu. Program besutan Yane Ardian ini sebagai upaya pembangunan ketahanan dan kesejahteraan keluarga di Kota Bogor.

&quot;Bagaimana seorang ibu yang sebenarnya memiliki potensi luar biasa, tanggungbjawab yang besar dalam keluarga, kita tambah wawasannya sehingga dia menjadi sosok yang tangguh dalam keluarga untuk melindungi keluarganya. Kita dorong kaum ibu untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya dalam melaksanakan peran dalam rumah tangga tidak hanya sebagai sorang istri, melainkan manajemen gizi, manajer keuangan, psikolog, doker dan guru bagi anak-anaknya,&quot; jelasnya.

Yane menambahkan, beberapa waktu lalu sudah dilakukan percobaan terhadap realisasi Sekolah Ibu di lingkungan masyarakat. Ujicoba itu dilakukan di Kelurahan Katulampa, Bogor Timur. Sebanyak 30 orang ibu-ibu ikut andil bagian dalam program ketahanan keluarga tersebut.

&quot;Saya bersama kelompok kerja merumuskan hal-hal apa yang harus dituangkan ke dalam modul. Dan akhirnya lahirlah 18 materi yang masuk ke dalam modul. Jadi, ini proses pembelajaran sekitar 20 pertemuan, dipercontohan Katulampa, kami melalukan pertemuan seminggu sekali dalam waktu 2 jam. Tenaga pengajar ada 8 orang. Termasuk saya terjun langsung menyampaikan materi,&quot; tambanya.

18 materi yang dimaksud Yane Ardian adalah soal urgensi ketahanan keluarga, konsep dasar perkawinan dan fungsi keluarga, kesehatan reproduksi, mengenal otak dan kepribadian manusia dan menggali potensi diri.
 Sekolah Ibu (foto: Putra RA/Okezone)
Lalu memasuki BAB II, para ibu akan diberikan materi mengenai rumah sehat, manajemen keuangan keluarga, komunikasi efektif suami istri, pertolongan pertama pada keluarga, peningkatan kesehatan kekuarga dan manajemen konflik dan stres.

BAB terakhir, peserta akan diberikan materi mengenai nilai dan pola asuh serta komunikasi dengan anak, komunikasi pada remaja, pembagian peran dalam keluarga, etika berpakaian, lima kunci keamanan pangan hingga keluarga cinta tanah air.

&quot;Awalnya saya berfiikir bahwa percontohan ini tidak akan signifikan berpengaruh karena yang terjadi adalah dipertemuan ketiga ada seorang ibu yang datang ke saya dan berbicara beliau mengikuti Sekolah Ibu, tapi dia akan tetap bercerai dengan suaminya. Jadi saya agak sedih juga karena program ini kam untuk menekan angka perceraian,&quot; papar Yane.Tak patah semangat, Yane kemudian meminta peserta tersebut untuk tetap mengikuti prosesnya sampai selesai 18 materi.

&quot;Akhirnya saya jawab, ibu semuanya keputusan ada ditangan ibu, tapi  mohon kiranya ibu bisa menyelesaikan pertemuan ini sampai 18 materi. Dan  apa yg terjadi, di materi ke 15, ibu itu bilang tidak jadi bercerai.  Terharu sekali saya. Jadi, proses pembelajaran itu tidak bisa instan.  Tidak bisa dibuat seminar satu hari. Ini harus secara berkala. Jadi  sekolah ibu ini untuk perubahan perilaku seorang ibu untuk meningkatkan  ketahanan dalam keluarga,&quot; jelas dia.
 Sekolah Ibu (foto: Putra RA/Okezone)
Dalam program percontohan Sekolah Ibu di Katulampa, Yane Ardian  bersama Walikota Bima Arya Sugiarto sudah mewisuda 30 kaum ibu. Melihat  manfaat dari program ini, ia berencana membuat duplikasi Sekolah Ibu  untuk diterapkan di 68 keluarahan yang ada di Kota Bogor.

&quot;Saat wisuda kemarin, sebanyak 30 ibu-ibu menangis harus dan  berterimakasih. Jadi, saya berfikir ini harus diduplikasi ke 68  keluarahan. Artinya, ada 30 ibu terselamatkan dari perceraian, apalagi  jika ini dimasifkan dan dibuat serentak,&quot; terang Yane.

Gayung bersambut, Pemerintah Kota Bogor mendukung program inspiratif  besutan Yane Ardian tersebut. Dalam waktu dekat 'Sekolah Ibu' ini akan  dilaksanakan di seluruh kelurahan.

&quot;Jadi program ini bukan karena dibuat oleh saya dan diterima langsung  oleh pemerintah. Ada dasar-dasar hukum yang membuat program ini layak  menjadi program pemerintah. Apalagi manfaatnya dirasakan betul oleh  warga. Ketika kami memulai program tersebut kami mencoba swadaya dan  mandiri serta mencari bantuan dari donatur,&quot; urainya.

&quot;Tapi ketika program ini sudah berasa manfaatnya, kami presentasikan  kepada pemerintah dan disambut baik oleh Pak Walikota dan jajarannya,&quot;  ujar Yane.
 Sekolah Ibu (foto: Putra RA/Okezone)
Saat ini, kata Yane, tim masih fokus untuk membina tenaga pengajar  yang akan memberikan materi di setiap kelurahan. Setiap kelurahan akan  ditempatkan dua orang tenaga pengajar, artinya butuh sekira 136 orang  guru sukarelawan.

&quot;Untuk guru terbuka untuk umum. Sukarelawan. Bahkan, kemarin salah  satu pendaftar ada dari Polwan Bareskrin Mabes Polri. Beliau tertarik  menjadi bagian dari Sekolah Ibu karena setiap kasus yang ditanganinya  bermula dari kurang pedulinya keluarga,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>BOGOR - Berkomitmen membina rumah tangga berarti bersepakat untuk menyatukan dua pemikiran antara suami dan istri demi terciptanya hubungan keluarga yang harmonis dan berkualitas.

Namun, tingginya angka perceraian membuat Yane Ardian Bima Arya prihatin. Istri dari Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, ini bernisiasi mencari formula agar fenomena perceraian di Kota Hujan bisa ditekan.
 Sekolah Ibu (foto: Putra RA/Okezone)
&quot;Saya prihatin dengan fenomena yang terjadi belakangan ini di tengah-tengah masyarakat kita, yakni semakin meningkatnya angka perceraian. Dan ternyata yang mengajukan atau menggugat cerai itu 70-80 persennya adalah perempuan atau sang istri. Belum lagi tingkat kekerasan lain seperti tawuran, narkoba, trafficking, dan lain-lain itu yang membuat saya prihatin dan berpikir apa yang bisa dilakukan bersama sehingga mampu menekan angka-angka seperti itu,&quot; kata Yane, Kamis (8/2/2018).

Berangkat dari persoalan tersebut, lahirlah sebuah program inspiratif dari pemikiran Yane Ardian. Program ini dinamai Sekolah Ibu. Program besutan Yane Ardian ini sebagai upaya pembangunan ketahanan dan kesejahteraan keluarga di Kota Bogor.

&quot;Bagaimana seorang ibu yang sebenarnya memiliki potensi luar biasa, tanggungbjawab yang besar dalam keluarga, kita tambah wawasannya sehingga dia menjadi sosok yang tangguh dalam keluarga untuk melindungi keluarganya. Kita dorong kaum ibu untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya dalam melaksanakan peran dalam rumah tangga tidak hanya sebagai sorang istri, melainkan manajemen gizi, manajer keuangan, psikolog, doker dan guru bagi anak-anaknya,&quot; jelasnya.

Yane menambahkan, beberapa waktu lalu sudah dilakukan percobaan terhadap realisasi Sekolah Ibu di lingkungan masyarakat. Ujicoba itu dilakukan di Kelurahan Katulampa, Bogor Timur. Sebanyak 30 orang ibu-ibu ikut andil bagian dalam program ketahanan keluarga tersebut.

&quot;Saya bersama kelompok kerja merumuskan hal-hal apa yang harus dituangkan ke dalam modul. Dan akhirnya lahirlah 18 materi yang masuk ke dalam modul. Jadi, ini proses pembelajaran sekitar 20 pertemuan, dipercontohan Katulampa, kami melalukan pertemuan seminggu sekali dalam waktu 2 jam. Tenaga pengajar ada 8 orang. Termasuk saya terjun langsung menyampaikan materi,&quot; tambanya.

18 materi yang dimaksud Yane Ardian adalah soal urgensi ketahanan keluarga, konsep dasar perkawinan dan fungsi keluarga, kesehatan reproduksi, mengenal otak dan kepribadian manusia dan menggali potensi diri.
 Sekolah Ibu (foto: Putra RA/Okezone)
Lalu memasuki BAB II, para ibu akan diberikan materi mengenai rumah sehat, manajemen keuangan keluarga, komunikasi efektif suami istri, pertolongan pertama pada keluarga, peningkatan kesehatan kekuarga dan manajemen konflik dan stres.

BAB terakhir, peserta akan diberikan materi mengenai nilai dan pola asuh serta komunikasi dengan anak, komunikasi pada remaja, pembagian peran dalam keluarga, etika berpakaian, lima kunci keamanan pangan hingga keluarga cinta tanah air.

&quot;Awalnya saya berfiikir bahwa percontohan ini tidak akan signifikan berpengaruh karena yang terjadi adalah dipertemuan ketiga ada seorang ibu yang datang ke saya dan berbicara beliau mengikuti Sekolah Ibu, tapi dia akan tetap bercerai dengan suaminya. Jadi saya agak sedih juga karena program ini kam untuk menekan angka perceraian,&quot; papar Yane.Tak patah semangat, Yane kemudian meminta peserta tersebut untuk tetap mengikuti prosesnya sampai selesai 18 materi.

&quot;Akhirnya saya jawab, ibu semuanya keputusan ada ditangan ibu, tapi  mohon kiranya ibu bisa menyelesaikan pertemuan ini sampai 18 materi. Dan  apa yg terjadi, di materi ke 15, ibu itu bilang tidak jadi bercerai.  Terharu sekali saya. Jadi, proses pembelajaran itu tidak bisa instan.  Tidak bisa dibuat seminar satu hari. Ini harus secara berkala. Jadi  sekolah ibu ini untuk perubahan perilaku seorang ibu untuk meningkatkan  ketahanan dalam keluarga,&quot; jelas dia.
 Sekolah Ibu (foto: Putra RA/Okezone)
Dalam program percontohan Sekolah Ibu di Katulampa, Yane Ardian  bersama Walikota Bima Arya Sugiarto sudah mewisuda 30 kaum ibu. Melihat  manfaat dari program ini, ia berencana membuat duplikasi Sekolah Ibu  untuk diterapkan di 68 keluarahan yang ada di Kota Bogor.

&quot;Saat wisuda kemarin, sebanyak 30 ibu-ibu menangis harus dan  berterimakasih. Jadi, saya berfikir ini harus diduplikasi ke 68  keluarahan. Artinya, ada 30 ibu terselamatkan dari perceraian, apalagi  jika ini dimasifkan dan dibuat serentak,&quot; terang Yane.

Gayung bersambut, Pemerintah Kota Bogor mendukung program inspiratif  besutan Yane Ardian tersebut. Dalam waktu dekat 'Sekolah Ibu' ini akan  dilaksanakan di seluruh kelurahan.

&quot;Jadi program ini bukan karena dibuat oleh saya dan diterima langsung  oleh pemerintah. Ada dasar-dasar hukum yang membuat program ini layak  menjadi program pemerintah. Apalagi manfaatnya dirasakan betul oleh  warga. Ketika kami memulai program tersebut kami mencoba swadaya dan  mandiri serta mencari bantuan dari donatur,&quot; urainya.

&quot;Tapi ketika program ini sudah berasa manfaatnya, kami presentasikan  kepada pemerintah dan disambut baik oleh Pak Walikota dan jajarannya,&quot;  ujar Yane.
 Sekolah Ibu (foto: Putra RA/Okezone)
Saat ini, kata Yane, tim masih fokus untuk membina tenaga pengajar  yang akan memberikan materi di setiap kelurahan. Setiap kelurahan akan  ditempatkan dua orang tenaga pengajar, artinya butuh sekira 136 orang  guru sukarelawan.

&quot;Untuk guru terbuka untuk umum. Sukarelawan. Bahkan, kemarin salah  satu pendaftar ada dari Polwan Bareskrin Mabes Polri. Beliau tertarik  menjadi bagian dari Sekolah Ibu karena setiap kasus yang ditanganinya  bermula dari kurang pedulinya keluarga,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
