<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyerang Gereja Santa Lidwina Ternyata Pernah Tinggal di Poso</title><description>Polisi masih mencari tahu kemungkinan ada atau tidaknya otak di balik penyerangan Gereja Santa Lidwina.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/12/337/1858361/penyerang-gereja-santa-lidwina-ternyata-pernah-tinggal-di-poso</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/02/12/337/1858361/penyerang-gereja-santa-lidwina-ternyata-pernah-tinggal-di-poso"/><item><title>Penyerang Gereja Santa Lidwina Ternyata Pernah Tinggal di Poso</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/12/337/1858361/penyerang-gereja-santa-lidwina-ternyata-pernah-tinggal-di-poso</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/02/12/337/1858361/penyerang-gereja-santa-lidwina-ternyata-pernah-tinggal-di-poso</guid><pubDate>Senin 12 Februari 2018 15:24 WIB</pubDate><dc:creator>Badriyanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/12/337/1858361/penyerang-gereja-santa-lidwina-ternyata-pernah-tinggal-di-poso-PPayXlzAre.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasca-penyerangan Gereja St. Lidwina. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/12/337/1858361/penyerang-gereja-santa-lidwina-ternyata-pernah-tinggal-di-poso-PPayXlzAre.jpg</image><title>Pasca-penyerangan Gereja St. Lidwina. (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku pengerangan Gereja Santa Lidwina, Sleman, Yogyakarta berasal dari  Banyuwangi, Jawa Timur. Dia juga pernah tinggal di daerah Poso, Sulawesi  Tengah dan Magelang, Jawa Tengah. Dari daerah itulah pelaku diduga kuat  terdoktrin paham intoleransi.
Kendati demikian, polisi belum mendapat petunjuk yang dapat  menyimpulkan atau mengaitkan peristiwa penyerangan di Sleman Yogyakarta  itu dengan jaringan Santoso di Poso, maupun jaringan terorisme lainnya  di Magelang, Jawa Tengah.
&quot;Sampai saat ini belum temukan indikasi itu, kita anggap ini spontan, fakta hukumnya spontan, tapi terus didalami,&quot; kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/2/2018).
Pihaknya masih menyelidiki otak di balik penyerangan menggunakan parang di Gereja Santa Lidwina di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta oleh seorang mahasiswa bernama Suliyono.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/02/11/47246/241756_medium.jpg&quot; alt=&quot;Polisi Gelar Olah TKP Penyerangan Gereja Katholik St. Lidwina di Yogyakarta&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Persoalannya apakah bekerja sendiri, lone wolf atau bagian dari jaringan, ini sedang dikembangkan, sedang dikejar terus oleh tim Mabes Polri dan Polda DIY,&quot; ujarnya.
(Baca juga: Kapolri Minta Jangan Mudah Berspekulasi soal Penyerangan Gereja Santa Lidwina)
Tito mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyimpulkan motif penyerangan tanpa dasar. Sebaiknya, percayakan semuanya kepada petugas kepolisian yang sedang bekerja sehingg kasus ini dapat terungkap dan masyarakat kembali tenang menjalankan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing.
&quot;Saya meminta kepada masyarakat untuk tenang, kita bisa atasi persoalan ini, kita bisa tangkap pelakunya, saya perintahkan untuk jajaran kepolisian memperkeuat pengamanan tempat ibadah,&quot; pungkasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMi8xMi8xLzEwODk1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku pengerangan Gereja Santa Lidwina, Sleman, Yogyakarta berasal dari  Banyuwangi, Jawa Timur. Dia juga pernah tinggal di daerah Poso, Sulawesi  Tengah dan Magelang, Jawa Tengah. Dari daerah itulah pelaku diduga kuat  terdoktrin paham intoleransi.
Kendati demikian, polisi belum mendapat petunjuk yang dapat  menyimpulkan atau mengaitkan peristiwa penyerangan di Sleman Yogyakarta  itu dengan jaringan Santoso di Poso, maupun jaringan terorisme lainnya  di Magelang, Jawa Tengah.
&quot;Sampai saat ini belum temukan indikasi itu, kita anggap ini spontan, fakta hukumnya spontan, tapi terus didalami,&quot; kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/2/2018).
Pihaknya masih menyelidiki otak di balik penyerangan menggunakan parang di Gereja Santa Lidwina di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta oleh seorang mahasiswa bernama Suliyono.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/02/11/47246/241756_medium.jpg&quot; alt=&quot;Polisi Gelar Olah TKP Penyerangan Gereja Katholik St. Lidwina di Yogyakarta&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Persoalannya apakah bekerja sendiri, lone wolf atau bagian dari jaringan, ini sedang dikembangkan, sedang dikejar terus oleh tim Mabes Polri dan Polda DIY,&quot; ujarnya.
(Baca juga: Kapolri Minta Jangan Mudah Berspekulasi soal Penyerangan Gereja Santa Lidwina)
Tito mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyimpulkan motif penyerangan tanpa dasar. Sebaiknya, percayakan semuanya kepada petugas kepolisian yang sedang bekerja sehingg kasus ini dapat terungkap dan masyarakat kembali tenang menjalankan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing.
&quot;Saya meminta kepada masyarakat untuk tenang, kita bisa atasi persoalan ini, kita bisa tangkap pelakunya, saya perintahkan untuk jajaran kepolisian memperkeuat pengamanan tempat ibadah,&quot; pungkasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMi8xMi8xLzEwODk1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
