<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lewati Masa Kritis, Korban Selamat dari Pembunuhan Satu Keluarga di Tangerang Terus Beristigfar</title><description>Korban berulang kali mengucapkan minta maaf dengan suara yang terbata-bata dan terus beristigfar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/13/338/1858795/lewati-masa-kritis-korban-selamat-dari-pembunuhan-satu-keluarga-di-tangerang-terus-beristigfar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/02/13/338/1858795/lewati-masa-kritis-korban-selamat-dari-pembunuhan-satu-keluarga-di-tangerang-terus-beristigfar"/><item><title>Lewati Masa Kritis, Korban Selamat dari Pembunuhan Satu Keluarga di Tangerang Terus Beristigfar</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/13/338/1858795/lewati-masa-kritis-korban-selamat-dari-pembunuhan-satu-keluarga-di-tangerang-terus-beristigfar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/02/13/338/1858795/lewati-masa-kritis-korban-selamat-dari-pembunuhan-satu-keluarga-di-tangerang-terus-beristigfar</guid><pubDate>Selasa 13 Februari 2018 12:00 WIB</pubDate><dc:creator>Chyntia Sami Bhayangkara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/13/338/1858795/lewati-masa-kritis-korban-selamat-dari-pembunuhan-satu-keluarga-di-tangerang-terus-beristigfar-nWxHsIoM7y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi olah TKP kasus pembunuhan satu keluarga di Tangerang. (Foto: Chyntia Sami B/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/13/338/1858795/lewati-masa-kritis-korban-selamat-dari-pembunuhan-satu-keluarga-di-tangerang-terus-beristigfar-nWxHsIoM7y.jpg</image><title>Polisi olah TKP kasus pembunuhan satu keluarga di Tangerang. (Foto: Chyntia Sami B/Okezone)</title></images><description>TANGERANG &amp;ndash; Muchtar alias Habib (60), korban selamat dalam insiden pembunuhan satu keluarga yang tewas berpelukan di Perumahan Taman Kota Permai II Blok B6/5, Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, sudah melewati masa kritis.
Kapolres Metro Tangerang, Kombes Harry Kurniawan mengatakan, korban saat ini masih belum bisa dimintai keterangan. Saat pihak kepolisian mendatangi korban di RS Polri Kramatjati, korban berulang kali mengucapkan minta maaf dengan suara yang terbata-bata dan beristigfar.
&quot;Kami dari Polres Metro Tangerang siang ini mengunjungi salah satu saksi mahkota dari kejadian kemarin. Saat diajak komunikasi, hanya terucap lemas, kemudian terus minta maaf dan istigfar,&quot; ujar Harry saat ditemui di RS Polri Kramatjati, Selasa (13/2/2018).
Harry menjelaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan tim dokter di RS Polri Kramatjati menganai upaya medis. Rencananya, korban akan menjalani tes psikologi kejiwaan dan operasi pembedahan.
&quot;Kondisi korban memang sangat lemah dan tidak memungkinkan untuk dimintai keterangan. Untuk berinteraksi nanti kita akan koordinasi dengan dokter yang menangani,&quot; tuturnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap dalang di balik  kasus pembunuhan sadis tersebut. Habib pun masih ditetapkan sebagai saksi dalam insiden tersebut.


(Muchtar alias Habib (60), korban selamat dalam insiden pembunuhan satu  keluarga di Tangerang, sudah melewati  masa kritis. Foto: Chyntia Sami B/Okezone)

(Baca Juga: Kondisi Melemah, Korban Selamat Satu Keluarga Tewas Berpelukan Dirujuk Ke RS Kramatjati)

Sebagaimana diketahui, satu keluarga ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi berpelukan pada Senin, 12 Februari 2018 sekira pukul 15.00 WIB. Sang ibu, Ema (40) ditemukan tewas dengan luka tusuk di bagian kepala dan wajahnya. Ia tewas dalam kondisi tertelungkup di atas kasur sambil memeluk kedua anaknya, yakni Nova (23) dan Tiara (12).

(Baca Juga: Satu Keluarga Tewas Berpelukan, Warga Sempat Dengar Teriakan Minta Tolong)

Sementara sang suami, Habib (60) ditemukan sekarat dengan sejumlah luka tusuk di leher dan perut. Tubuh Habib yang terkapar lemas ditemukan di kamar yang berbeda dengan lokasi penemuan jasad sang istri dan kedua anaknya.
</description><content:encoded>TANGERANG &amp;ndash; Muchtar alias Habib (60), korban selamat dalam insiden pembunuhan satu keluarga yang tewas berpelukan di Perumahan Taman Kota Permai II Blok B6/5, Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, sudah melewati masa kritis.
Kapolres Metro Tangerang, Kombes Harry Kurniawan mengatakan, korban saat ini masih belum bisa dimintai keterangan. Saat pihak kepolisian mendatangi korban di RS Polri Kramatjati, korban berulang kali mengucapkan minta maaf dengan suara yang terbata-bata dan beristigfar.
&quot;Kami dari Polres Metro Tangerang siang ini mengunjungi salah satu saksi mahkota dari kejadian kemarin. Saat diajak komunikasi, hanya terucap lemas, kemudian terus minta maaf dan istigfar,&quot; ujar Harry saat ditemui di RS Polri Kramatjati, Selasa (13/2/2018).
Harry menjelaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan tim dokter di RS Polri Kramatjati menganai upaya medis. Rencananya, korban akan menjalani tes psikologi kejiwaan dan operasi pembedahan.
&quot;Kondisi korban memang sangat lemah dan tidak memungkinkan untuk dimintai keterangan. Untuk berinteraksi nanti kita akan koordinasi dengan dokter yang menangani,&quot; tuturnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap dalang di balik  kasus pembunuhan sadis tersebut. Habib pun masih ditetapkan sebagai saksi dalam insiden tersebut.


(Muchtar alias Habib (60), korban selamat dalam insiden pembunuhan satu  keluarga di Tangerang, sudah melewati  masa kritis. Foto: Chyntia Sami B/Okezone)

(Baca Juga: Kondisi Melemah, Korban Selamat Satu Keluarga Tewas Berpelukan Dirujuk Ke RS Kramatjati)

Sebagaimana diketahui, satu keluarga ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi berpelukan pada Senin, 12 Februari 2018 sekira pukul 15.00 WIB. Sang ibu, Ema (40) ditemukan tewas dengan luka tusuk di bagian kepala dan wajahnya. Ia tewas dalam kondisi tertelungkup di atas kasur sambil memeluk kedua anaknya, yakni Nova (23) dan Tiara (12).

(Baca Juga: Satu Keluarga Tewas Berpelukan, Warga Sempat Dengar Teriakan Minta Tolong)

Sementara sang suami, Habib (60) ditemukan sekarat dengan sejumlah luka tusuk di leher dan perut. Tubuh Habib yang terkapar lemas ditemukan di kamar yang berbeda dengan lokasi penemuan jasad sang istri dan kedua anaknya.
</content:encoded></item></channel></rss>
