<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gerilya di Bogor Selatan, Bima Arya-Dedie Rachim Serap Aspirasi Warga</title><description>Bima Arya-Dedie Rachim terus menyerap aspirasi warga di Bogor.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/17/338/1860771/gerilya-di-bogor-selatan-bima-arya-dedie-rachim-serap-aspirasi-warga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/02/17/338/1860771/gerilya-di-bogor-selatan-bima-arya-dedie-rachim-serap-aspirasi-warga"/><item><title>Gerilya di Bogor Selatan, Bima Arya-Dedie Rachim Serap Aspirasi Warga</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/17/338/1860771/gerilya-di-bogor-selatan-bima-arya-dedie-rachim-serap-aspirasi-warga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/02/17/338/1860771/gerilya-di-bogor-selatan-bima-arya-dedie-rachim-serap-aspirasi-warga</guid><pubDate>Sabtu 17 Februari 2018 12:22 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/17/338/1860771/gerilya-di-bogor-selatan-bima-arya-dedie-rachim-serap-aspirasi-warga-fFrpwPgpS3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bima Arya-Dedie Rachim saat bergerilya ke Bogor Selatan. (Foto: Putra/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/17/338/1860771/gerilya-di-bogor-selatan-bima-arya-dedie-rachim-serap-aspirasi-warga-fFrpwPgpS3.jpg</image><title>Bima Arya-Dedie Rachim saat bergerilya ke Bogor Selatan. (Foto: Putra/Okezone)</title></images><description>BOGOR - Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bogor, Bima Arya - Dedie Rachim (Badra) terus terjun ke wilayah untuk menyerap aspirasi warga di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat.
Mengawali aktivitas dengan Salat Jumat di Masjid Al Furqon, Cibeureum, RT 5/RW 5, Kelurahan Mulyaharja, Bogor Selatan, Kota Bogor. Usai beribadah, Bima Arya diminta warga RW 5 untuk berdialog.
Sejumlah harapan warga terucap. Seperti biasa, Bima nampak mencatat setiap aspirasi, kritik dan dukungan yang ditujukan kepadanya. Mulai dari soal peredaran miras, sertifikat tanah, BPJS, renovasi rumah tidak layak huni (RTLH), penerangan jalan hingga potensi wisata Sungai Cibeureum.

&quot;Kalau diperkanankan melanjutkan, Insya Allah akan meningkatkan fasilitas infrastuktur, pendidikan dan kesehatan di wilayah. Komitmen kami ke depannya akan konsentrasi di pembangunan wilayah pinggiran kota debgan memperbanyak perbaikan RTLH. Satu tahun pengajuan sampai 8.000-an. Yang disetujui 2000-an lebih. Jadi 2023 nanti target kami akan bisa memperbaiki 20 ribu RTLH,&quot; kata Bima, Sabtu (17/2/2018).
Perjalanan dilanjutkan dengan bergerilya ke warga Kelurahan Cikaret RT 4/RW 8, Bogor Selatan. Di sana, pasangan Badra disambut hangat warga yang kebanyakan kaum ibu. Bima-Dedie juga terlihat mengunjungi rumah Irma, seorang warga yang memiliki balita dengan gangguan saraf sehingga mengganggu tumbuh kembangnya.
(Baca juga: Ini Cara Bima Arya-Dedie Rachim Berdayakan Potensi Perempuan di Kampung Janda)
Bima Arya lantas memerintahkan ajudannya untuk mencatat nomor telefon dan alamat rumah tersebut. Bima kemudian mengupayakan balita tersebut untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai. Karena selama ini, balita tersebut hanya dibawa ke pengobatan alternatif, bukan dokter.
Perjalanan Bima Arya-Dedie Rachim dilanjutkan dengan mengunjungi sejumlah RTLH yang sudah direnovasi. &quot;Saya ingin memastikan bahwa kualitas materialnya sesuai spek yang dibutuhkan,&quot; jelas Bima.

Saat sedang bergerilya dan melayani swafoto bersama warga, Bima Arya dibuat kaget saat bertemu Rahmat, guru Bahasa Indonesianya sewaktu bersekolah di SMA Negeri 1 Bogor.
&quot;Bima Arya ini waktu SMA sosok yang kalem, berdisiplin dan tidak terlalu menonjolkan diri. Makanya saya tidak heran bisa menjadi wali kota seperti sekarang. Angkatan dia saja sudah ada lima yang bergelar profesor. Saya harap agar Bima Arya selalu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,&quot; ujar Rahmat.
Setelah berjalan kaki sekitar 5 kilometer, pasangan Badra dengan nomor urut 3 (tiga) ini kemudian meresmikan sebuah posko bernama 'Imah Bala Badra' di Jalan Kapten Yusuf, Cikaret.

Sementara dalam kesempata itu, Dedie sempat memperkenalkan salam Badra dengan tiga jari, yakni jempol, telunjuk dan jari tengah seperti sedang menembak. &quot;Artinya ada banyak. Yang pertama, artinya dua periode lebih jempol. Kemudian, kenapa seperti sedang menembak? Karena kami ingin pembangunan harus tepat kepada sasaran. Uang rakyat harus kembali ke rakyat. Jadi nanti RTLH harus sampai, bantuan pendidkan harus sampai, kesehatannya harus sampai, semuanya harus dinikmati dan sampai kepada warga,&quot; papar Dedie.
Gerilya diakhiri dengan kunjungan ke kediaman pemilik Gong Factory, H Sukarna (93) di kawasan Pancasan. Bima-Dedie mengapresiasi semangat sesepuh Bogor itu yang sampai saat ini memproduksi alat musik gong yang sudah mendunia dan menjadi kebanggaan Kota Bogor.</description><content:encoded>BOGOR - Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bogor, Bima Arya - Dedie Rachim (Badra) terus terjun ke wilayah untuk menyerap aspirasi warga di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat.
Mengawali aktivitas dengan Salat Jumat di Masjid Al Furqon, Cibeureum, RT 5/RW 5, Kelurahan Mulyaharja, Bogor Selatan, Kota Bogor. Usai beribadah, Bima Arya diminta warga RW 5 untuk berdialog.
Sejumlah harapan warga terucap. Seperti biasa, Bima nampak mencatat setiap aspirasi, kritik dan dukungan yang ditujukan kepadanya. Mulai dari soal peredaran miras, sertifikat tanah, BPJS, renovasi rumah tidak layak huni (RTLH), penerangan jalan hingga potensi wisata Sungai Cibeureum.

&quot;Kalau diperkanankan melanjutkan, Insya Allah akan meningkatkan fasilitas infrastuktur, pendidikan dan kesehatan di wilayah. Komitmen kami ke depannya akan konsentrasi di pembangunan wilayah pinggiran kota debgan memperbanyak perbaikan RTLH. Satu tahun pengajuan sampai 8.000-an. Yang disetujui 2000-an lebih. Jadi 2023 nanti target kami akan bisa memperbaiki 20 ribu RTLH,&quot; kata Bima, Sabtu (17/2/2018).
Perjalanan dilanjutkan dengan bergerilya ke warga Kelurahan Cikaret RT 4/RW 8, Bogor Selatan. Di sana, pasangan Badra disambut hangat warga yang kebanyakan kaum ibu. Bima-Dedie juga terlihat mengunjungi rumah Irma, seorang warga yang memiliki balita dengan gangguan saraf sehingga mengganggu tumbuh kembangnya.
(Baca juga: Ini Cara Bima Arya-Dedie Rachim Berdayakan Potensi Perempuan di Kampung Janda)
Bima Arya lantas memerintahkan ajudannya untuk mencatat nomor telefon dan alamat rumah tersebut. Bima kemudian mengupayakan balita tersebut untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai. Karena selama ini, balita tersebut hanya dibawa ke pengobatan alternatif, bukan dokter.
Perjalanan Bima Arya-Dedie Rachim dilanjutkan dengan mengunjungi sejumlah RTLH yang sudah direnovasi. &quot;Saya ingin memastikan bahwa kualitas materialnya sesuai spek yang dibutuhkan,&quot; jelas Bima.

Saat sedang bergerilya dan melayani swafoto bersama warga, Bima Arya dibuat kaget saat bertemu Rahmat, guru Bahasa Indonesianya sewaktu bersekolah di SMA Negeri 1 Bogor.
&quot;Bima Arya ini waktu SMA sosok yang kalem, berdisiplin dan tidak terlalu menonjolkan diri. Makanya saya tidak heran bisa menjadi wali kota seperti sekarang. Angkatan dia saja sudah ada lima yang bergelar profesor. Saya harap agar Bima Arya selalu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,&quot; ujar Rahmat.
Setelah berjalan kaki sekitar 5 kilometer, pasangan Badra dengan nomor urut 3 (tiga) ini kemudian meresmikan sebuah posko bernama 'Imah Bala Badra' di Jalan Kapten Yusuf, Cikaret.

Sementara dalam kesempata itu, Dedie sempat memperkenalkan salam Badra dengan tiga jari, yakni jempol, telunjuk dan jari tengah seperti sedang menembak. &quot;Artinya ada banyak. Yang pertama, artinya dua periode lebih jempol. Kemudian, kenapa seperti sedang menembak? Karena kami ingin pembangunan harus tepat kepada sasaran. Uang rakyat harus kembali ke rakyat. Jadi nanti RTLH harus sampai, bantuan pendidkan harus sampai, kesehatannya harus sampai, semuanya harus dinikmati dan sampai kepada warga,&quot; papar Dedie.
Gerilya diakhiri dengan kunjungan ke kediaman pemilik Gong Factory, H Sukarna (93) di kawasan Pancasan. Bima-Dedie mengapresiasi semangat sesepuh Bogor itu yang sampai saat ini memproduksi alat musik gong yang sudah mendunia dan menjadi kebanggaan Kota Bogor.</content:encoded></item></channel></rss>
