<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kembali Memakan Korban, Pemerintah Bakal Moratorium Seluruh Proyek Jalan Layang</title><description>Pemerintah akan menghentikan seluruh proyek jalan layang akibat sejumlah kecelakaan kerja yang terjadi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/20/337/1861906/kembali-memakan-korban-pemerintah-bakal-moratorium-seluruh-proyek-jalan-layang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/02/20/337/1861906/kembali-memakan-korban-pemerintah-bakal-moratorium-seluruh-proyek-jalan-layang"/><item><title>Kembali Memakan Korban, Pemerintah Bakal Moratorium Seluruh Proyek Jalan Layang</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/20/337/1861906/kembali-memakan-korban-pemerintah-bakal-moratorium-seluruh-proyek-jalan-layang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/02/20/337/1861906/kembali-memakan-korban-pemerintah-bakal-moratorium-seluruh-proyek-jalan-layang</guid><pubDate>Selasa 20 Februari 2018 09:40 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/20/337/1861906/kembali-memakan-korban-pemerintah-bakal-moratorium-seluruh-proyek-jalan-layang-YqWML7UAsK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dirjen Bina Marga, Arie Setiadi. (Foto: Puteranegara/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/20/337/1861906/kembali-memakan-korban-pemerintah-bakal-moratorium-seluruh-proyek-jalan-layang-YqWML7UAsK.jpg</image><title>Dirjen Bina Marga, Arie Setiadi. (Foto: Puteranegara/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah yang diwakili oleh Kementerian Pekerjaan  Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (Kemen PUPR) akan melakukan  moratorium atau penundaan terhadap seluruh pembangunan proyek jalan  layang di Indonesia.
Hal itu dilakukan usai peristiwa robohnya bekisting pier head Tol Bekasi  Cawang dan Kampung Melayu (Becakayu), Jakarta Timur, Selasa (20/2/2018).
(Baca juga: Waskita Karya: Yang Roboh Bukan Tiang Pancang, tapi Bekisting Pier Head)
&quot;Tadi pagi kami sudah diskusi ketemu Menteri (Basuki Hadimuljono), langkah pertama adalah  kami akan moratorium semua pekerjaan akan dihentikan semuanya. Jadi  semua pekerjaaan elevated (Jalan Layang),&quot; kata Dirjen Bina Marga Arie  Setiadi Moerwanto saat meninjau lokasi kejadian di dekat Gardu Tol Kebon Nanas di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Selasa (20/2/2018).
Keputusan moratorium itu, kata Arie merupakan rekomendasi dari Basuki Hadimuljono. Mengingat, sebelum kejadian ini, kecelakaan pekerjaan pun kerap terjadi di sejumlah proyek.
Sebelum kecelakaan kerja dini hari tadi, kejadian serupa yakni robohnya crane dalam proyek Double-Double  Track (DDT) PT KAI di Jatinegara, Jakarta Timur yang mengakibatkan 4 orang meninggal dunia.
(Baca juga: Tiba di Lokasi, Tim Labfor Polri Olah TKP Robohnya Tiang Girder Tol Becakayu)
&quot;Kemudian akan menganalisis akan berikan rekomendasikan ke Menteri untuk langkah selanjutnya agar tak terjadi lagi,&quot; papar dia.

Arie menuturkan, dengan dihentikan sementara proyek tersebut, pihaknya akan meminta seluruh kontraktor pemilik pekerjaaan untuk  kembali memberikan metode pengerjaan proyek yang baik dan benar.
(Baca juga: Polisi Periksa 6 Saksi Robohnya Tiang Girder Tol Becakayu)
&quot;Akan dihentikan semuanya sampai masing-masing dari kontraktor  pelaksana dan pemilik pekerjaan mengajukan lagi metode kerja dan  pengawasan prosedur bahwa metode kerja itu dilaksanakan dengan betul,&quot;  papar dia.
Kecelakaan kerja yang terjadi pukul 03.40 WIB itu memakan 7 orang   korban. Para pekerja proyek itu tertimpa material. Akibatnya, 6 orang mengalami luka ringan, sedangkan 1 orang luka   berat yang dirujuk ke RS Kramat Jati.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah yang diwakili oleh Kementerian Pekerjaan  Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (Kemen PUPR) akan melakukan  moratorium atau penundaan terhadap seluruh pembangunan proyek jalan  layang di Indonesia.
Hal itu dilakukan usai peristiwa robohnya bekisting pier head Tol Bekasi  Cawang dan Kampung Melayu (Becakayu), Jakarta Timur, Selasa (20/2/2018).
(Baca juga: Waskita Karya: Yang Roboh Bukan Tiang Pancang, tapi Bekisting Pier Head)
&quot;Tadi pagi kami sudah diskusi ketemu Menteri (Basuki Hadimuljono), langkah pertama adalah  kami akan moratorium semua pekerjaan akan dihentikan semuanya. Jadi  semua pekerjaaan elevated (Jalan Layang),&quot; kata Dirjen Bina Marga Arie  Setiadi Moerwanto saat meninjau lokasi kejadian di dekat Gardu Tol Kebon Nanas di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, Selasa (20/2/2018).
Keputusan moratorium itu, kata Arie merupakan rekomendasi dari Basuki Hadimuljono. Mengingat, sebelum kejadian ini, kecelakaan pekerjaan pun kerap terjadi di sejumlah proyek.
Sebelum kecelakaan kerja dini hari tadi, kejadian serupa yakni robohnya crane dalam proyek Double-Double  Track (DDT) PT KAI di Jatinegara, Jakarta Timur yang mengakibatkan 4 orang meninggal dunia.
(Baca juga: Tiba di Lokasi, Tim Labfor Polri Olah TKP Robohnya Tiang Girder Tol Becakayu)
&quot;Kemudian akan menganalisis akan berikan rekomendasikan ke Menteri untuk langkah selanjutnya agar tak terjadi lagi,&quot; papar dia.

Arie menuturkan, dengan dihentikan sementara proyek tersebut, pihaknya akan meminta seluruh kontraktor pemilik pekerjaaan untuk  kembali memberikan metode pengerjaan proyek yang baik dan benar.
(Baca juga: Polisi Periksa 6 Saksi Robohnya Tiang Girder Tol Becakayu)
&quot;Akan dihentikan semuanya sampai masing-masing dari kontraktor  pelaksana dan pemilik pekerjaan mengajukan lagi metode kerja dan  pengawasan prosedur bahwa metode kerja itu dilaksanakan dengan betul,&quot;  papar dia.
Kecelakaan kerja yang terjadi pukul 03.40 WIB itu memakan 7 orang   korban. Para pekerja proyek itu tertimpa material. Akibatnya, 6 orang mengalami luka ringan, sedangkan 1 orang luka   berat yang dirujuk ke RS Kramat Jati.</content:encoded></item></channel></rss>
