<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wiranto Paparkan 4 Hal yang Mengancam Pilkada Serentak 2018</title><description>Ini 4 hal yang bisa mengancam keberlangsungan Pilkada 2018.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/20/337/1861926/wiranto-paparkan-4-hal-yang-mengancam-pilkada-serentak-2018</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/02/20/337/1861926/wiranto-paparkan-4-hal-yang-mengancam-pilkada-serentak-2018"/><item><title>Wiranto Paparkan 4 Hal yang Mengancam Pilkada Serentak 2018</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/20/337/1861926/wiranto-paparkan-4-hal-yang-mengancam-pilkada-serentak-2018</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/02/20/337/1861926/wiranto-paparkan-4-hal-yang-mengancam-pilkada-serentak-2018</guid><pubDate>Selasa 20 Februari 2018 10:46 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/20/337/1861926/wiranto-paparkan-4-isu-yang-mengancam-pilkada-serentak-2018-LvO7bsyK57.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wiranto. (Foto: Fahreza/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/20/337/1861926/wiranto-paparkan-4-isu-yang-mengancam-pilkada-serentak-2018-LvO7bsyK57.jpg</image><title>Wiranto. (Foto: Fahreza/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto memaparkan empat isu yang mengancam keberlangsungan Pilkada Serentak 2018.   &quot;Pertama, politik identitas. Kedua, black campaign. Ketiga, pembunuhan karakter, dan keempat money politic,&quot; ujar Wiranto saat Rakornas Persiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (20/2/2018).  Mantan Panglima ABRI itu menjelaskan, politik identitas berkaitan dengan permasalahan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Sedangkan black campaign merupakan kampanye hitam yang bertujuan menyerang pasangan calon.  &quot;Pembunuhan karakter hubungannya dengan media sosial yang merupakan ancaman baru bagi Indonesia termasuk dunia, bisa masuk ke mana saja, termasuk pilkada,&quot; ucap Wiranto.
Sementara itu, sambung dia, money politic, dinilai dapat mengancam penyelenggaraan Pilkada itu sendiri.
(Baca juga: KPK Terjunkan Ribuan Penyidik Pantau Pilkada Serentak)
&quot;Keempat hal ini ancaman yang muncul dari dalam stakeholder sendiri. Kecuali itu ada ancaman dari luar radikalisme yang harus dihadapi aparat keamanan,&quot; jelas Wiranto.  Dia mengimbau semua pihak melihat kembali tugas dan kewajiban masing-masing dalam rangka melaksanakan pilkada dengan baik dan tanpa melanggar hukum.  Meski demikian, Wiranto yakin pelaksanaan Pilkada serentak gelombang ketiga di 171 daerah pada 2018 ini akan berlangsung dengan baik.  &quot;Kita harus melaksanakannya dengan baik tanpa melanggar hukum. Saya yakin, Pilkada serentak ini akan aman-aman saja,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto memaparkan empat isu yang mengancam keberlangsungan Pilkada Serentak 2018.   &quot;Pertama, politik identitas. Kedua, black campaign. Ketiga, pembunuhan karakter, dan keempat money politic,&quot; ujar Wiranto saat Rakornas Persiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (20/2/2018).  Mantan Panglima ABRI itu menjelaskan, politik identitas berkaitan dengan permasalahan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Sedangkan black campaign merupakan kampanye hitam yang bertujuan menyerang pasangan calon.  &quot;Pembunuhan karakter hubungannya dengan media sosial yang merupakan ancaman baru bagi Indonesia termasuk dunia, bisa masuk ke mana saja, termasuk pilkada,&quot; ucap Wiranto.
Sementara itu, sambung dia, money politic, dinilai dapat mengancam penyelenggaraan Pilkada itu sendiri.
(Baca juga: KPK Terjunkan Ribuan Penyidik Pantau Pilkada Serentak)
&quot;Keempat hal ini ancaman yang muncul dari dalam stakeholder sendiri. Kecuali itu ada ancaman dari luar radikalisme yang harus dihadapi aparat keamanan,&quot; jelas Wiranto.  Dia mengimbau semua pihak melihat kembali tugas dan kewajiban masing-masing dalam rangka melaksanakan pilkada dengan baik dan tanpa melanggar hukum.  Meski demikian, Wiranto yakin pelaksanaan Pilkada serentak gelombang ketiga di 171 daerah pada 2018 ini akan berlangsung dengan baik.  &quot;Kita harus melaksanakannya dengan baik tanpa melanggar hukum. Saya yakin, Pilkada serentak ini akan aman-aman saja,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
