<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Longsor Melanda Kuningan dan Garut, Ratusan Warga Mengungsi</title><description>Di Kuningan, Jawa Barat ada delapan kecamatan dilanda longsor dan banjir, mengakibatkan ratusan warga mengungsi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/23/525/1863650/longsor-melanda-kuningan-dan-garut-ratusan-warga-mengungsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/02/23/525/1863650/longsor-melanda-kuningan-dan-garut-ratusan-warga-mengungsi"/><item><title>Longsor Melanda Kuningan dan Garut, Ratusan Warga Mengungsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/23/525/1863650/longsor-melanda-kuningan-dan-garut-ratusan-warga-mengungsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/02/23/525/1863650/longsor-melanda-kuningan-dan-garut-ratusan-warga-mengungsi</guid><pubDate>Jum'at 23 Februari 2018 12:37 WIB</pubDate><dc:creator>Dwi Ayu Artantiani </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/23/525/1863650/longsor-melanda-kuningan-dan-garut-ratusan-warga-mengungsi-YiOvIG0yvS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi longsor di Ponorogo, Jawa Timur (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/23/525/1863650/longsor-melanda-kuningan-dan-garut-ratusan-warga-mengungsi-YiOvIG0yvS.jpg</image><title>Ilustrasi longsor di Ponorogo, Jawa Timur (Okezone)</title></images><description>KUNINGAN - Delapan kecamatan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dilanda longsor dan banjir. Longsor juga melanda sejumlah daerah di wilayah selatan Garut, Jabar akibat hujan deras.

Kedelapan kecamatan di Kuningan dilanda longsor dan banjir adalah Maleber, Garawangi, Kadugede, Cibeureum, Cibingbin, Cidahu, Luragung dan Cimahi.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Agus Mauludin menyebutkan dari delapan kecamatan tersebut terdapat empat desa dilanda longsor dan 10 desa lainnya diterpa banjir.

&quot;Empat desa yang terkena longsor di antaranya Cipakem, Padamulya, Pakembangan dan Sindangjawa. Sementara, untuk 10 desa yang terendam banjir yakni Kawungsari, Randusari, Cibingbin, Citenjo, Sukaharja, Bunder, Datar, Benda, Gundungkarung dan Kananga,&quot; paparnya, Jumat (23/2/2018).

Di Desa Pakembangan, Kecamatan Garangwangi jalan tertutup longsor dan tidak bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun empat.

Kemudian, longsor juga terjadi di Desa Sindangjawa, Kecamatan Kadugede yang menimpa satu rumah dan mengancam 13 rumah yang dihuni 15 KK. &quot;Sekarang para korban sudah mengungsi di sanak saudaranya,&quot; tuturnya.

Selain tanah longsor, pada waktu bersamaan juga ada 10 desa terdampak bencana banjir di antaranya Desa Kawungsari Kecamatan Cibeureum memaksa 241 jiwa mengungsi, tiga unit mobil terseret banjir.

Banjr juga melanda di Desa Randusari Kecamatan Cibereum, Desa Cibingbin, Citenjo dan Sukaharja, Kecamatan Cibingbin.

Kemudian terjadi di Desa Bunder yang merendam satu dusun, Desa Datar Kecamatan Cidahu ketinggian air 1 meter mengakibatkan 240 rumah terdampak.

&quot;Selanjutnya yaitu di Desa Benda dan Gunungkarung Kecamatan Luragung, serta di Desa Kananga Kecamatan Cimahi,&quot; ujarnya.

&quot;Untuk kajian kebutuhan belum bisa kami laksanakan dengan pertimbangan tim belum diturunkan ke semua lokasi,&quot; kata Agus.

BPBD masih melakukan upaya penanganan dan evakuasi terhadap warga yang terdampak serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Ia juga mengimbau agar masyarakat waspada bencana dan selalu siaga.

Sementara BPBD Garut melaporkan longsor juga melanda sejumlah daerah di wilayah selatan kabupaten itu akibat hujan deras mengguyur wilayah itu tadi malam.

&quot;Banyak kejadian longsor di Garut, tapi Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,&quot; kata Kepala Pelaksana BPBD Garut, Dadi Djakaria seperti dikutip dari Antara.

Ia menuturkan, hasil laporan aparatur desa dan kecamatan, longsor terjadi di beberapa titik Kecamatan Talegong, Cisewu, Karangtengah, dan Pakenjeng.

Longsoran tanah itu, kata dia, sebagian besar hanya menimbun badan jalan kabupaten dan desa, serta provinsi di Jalan Cisewu.

Sedangkan di Kecamatan Karangtengah, kata Dadi, hanya menyebabkan benteng rumah warga rusak tergerus longsor. &quot;Longsornya hanya menimpa jalan saja, untuk rumah maupun korban jiwa tidak ada,&quot; katanya.

Ia menyampaikan, jalan yang tertutup longsor sudah dibersihkan oleh alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum dibantu masyarakat menggunakan peralatan sederhana.

BPBD Garut, kata dia, masih terus memantau perkembangan daerah yang terdampak longsor serta menunggu laporan bencana di daerah lain. &quot;Kita sampai sekarang masih menunggu laporan dari para camat untuk mengetahui di mana saja titik-titik longsornya,&quot; katanya.

Sebelumnya hujan deras disertai petir melanda sebagian besar wilayah Garut. Selain longsor, hujan deras juga menyebabkan genangan air di sejumlah ruas jalan perkotaan Garut.

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMi8yMi8yMi8xMDk0MDkvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>KUNINGAN - Delapan kecamatan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dilanda longsor dan banjir. Longsor juga melanda sejumlah daerah di wilayah selatan Garut, Jabar akibat hujan deras.

Kedelapan kecamatan di Kuningan dilanda longsor dan banjir adalah Maleber, Garawangi, Kadugede, Cibeureum, Cibingbin, Cidahu, Luragung dan Cimahi.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Agus Mauludin menyebutkan dari delapan kecamatan tersebut terdapat empat desa dilanda longsor dan 10 desa lainnya diterpa banjir.

&quot;Empat desa yang terkena longsor di antaranya Cipakem, Padamulya, Pakembangan dan Sindangjawa. Sementara, untuk 10 desa yang terendam banjir yakni Kawungsari, Randusari, Cibingbin, Citenjo, Sukaharja, Bunder, Datar, Benda, Gundungkarung dan Kananga,&quot; paparnya, Jumat (23/2/2018).

Di Desa Pakembangan, Kecamatan Garangwangi jalan tertutup longsor dan tidak bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun empat.

Kemudian, longsor juga terjadi di Desa Sindangjawa, Kecamatan Kadugede yang menimpa satu rumah dan mengancam 13 rumah yang dihuni 15 KK. &quot;Sekarang para korban sudah mengungsi di sanak saudaranya,&quot; tuturnya.

Selain tanah longsor, pada waktu bersamaan juga ada 10 desa terdampak bencana banjir di antaranya Desa Kawungsari Kecamatan Cibeureum memaksa 241 jiwa mengungsi, tiga unit mobil terseret banjir.

Banjr juga melanda di Desa Randusari Kecamatan Cibereum, Desa Cibingbin, Citenjo dan Sukaharja, Kecamatan Cibingbin.

Kemudian terjadi di Desa Bunder yang merendam satu dusun, Desa Datar Kecamatan Cidahu ketinggian air 1 meter mengakibatkan 240 rumah terdampak.

&quot;Selanjutnya yaitu di Desa Benda dan Gunungkarung Kecamatan Luragung, serta di Desa Kananga Kecamatan Cimahi,&quot; ujarnya.

&quot;Untuk kajian kebutuhan belum bisa kami laksanakan dengan pertimbangan tim belum diturunkan ke semua lokasi,&quot; kata Agus.

BPBD masih melakukan upaya penanganan dan evakuasi terhadap warga yang terdampak serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Ia juga mengimbau agar masyarakat waspada bencana dan selalu siaga.

Sementara BPBD Garut melaporkan longsor juga melanda sejumlah daerah di wilayah selatan kabupaten itu akibat hujan deras mengguyur wilayah itu tadi malam.

&quot;Banyak kejadian longsor di Garut, tapi Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,&quot; kata Kepala Pelaksana BPBD Garut, Dadi Djakaria seperti dikutip dari Antara.

Ia menuturkan, hasil laporan aparatur desa dan kecamatan, longsor terjadi di beberapa titik Kecamatan Talegong, Cisewu, Karangtengah, dan Pakenjeng.

Longsoran tanah itu, kata dia, sebagian besar hanya menimbun badan jalan kabupaten dan desa, serta provinsi di Jalan Cisewu.

Sedangkan di Kecamatan Karangtengah, kata Dadi, hanya menyebabkan benteng rumah warga rusak tergerus longsor. &quot;Longsornya hanya menimpa jalan saja, untuk rumah maupun korban jiwa tidak ada,&quot; katanya.

Ia menyampaikan, jalan yang tertutup longsor sudah dibersihkan oleh alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum dibantu masyarakat menggunakan peralatan sederhana.

BPBD Garut, kata dia, masih terus memantau perkembangan daerah yang terdampak longsor serta menunggu laporan bencana di daerah lain. &quot;Kita sampai sekarang masih menunggu laporan dari para camat untuk mengetahui di mana saja titik-titik longsornya,&quot; katanya.

Sebelumnya hujan deras disertai petir melanda sebagian besar wilayah Garut. Selain longsor, hujan deras juga menyebabkan genangan air di sejumlah ruas jalan perkotaan Garut.

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMi8yMi8yMi8xMDk0MDkvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
