<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perempuan dari Berbagai Negara Mengaku Dilecehkan Saat Beribadah Haji</title><description>Perempuan Muslim dari berbagai negara mengungkapkan pengalaman mereka melalui tagar #MosqueMeToo.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/26/18/1864754/perempuan-dari-berbagai-negara-mengaku-dilecehkan-saat-beribadah-haji</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/02/26/18/1864754/perempuan-dari-berbagai-negara-mengaku-dilecehkan-saat-beribadah-haji"/><item><title>Perempuan dari Berbagai Negara Mengaku Dilecehkan Saat Beribadah Haji</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/26/18/1864754/perempuan-dari-berbagai-negara-mengaku-dilecehkan-saat-beribadah-haji</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/02/26/18/1864754/perempuan-dari-berbagai-negara-mengaku-dilecehkan-saat-beribadah-haji</guid><pubDate>Senin 26 Februari 2018 12:01 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/26/18/1864754/perempuan-dari-berbagai-negara-mengaku-dilecehkan-saat-beribadah-haji-1ikn02LxZY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jamaah haji perempuan berdesakan di sekitar Ka'bah. (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/26/18/1864754/perempuan-dari-berbagai-negara-mengaku-dilecehkan-saat-beribadah-haji-1ikn02LxZY.jpg</image><title>Jamaah haji perempuan berdesakan di sekitar Ka'bah. (Foto: AFP)</title></images><description>PEREMPUAN Muslim di berbagai negara menggunakan tagar #MosqueMeToo berbagi pengalaman mereka mendapatkan pelecehan seksual ketika melakukan ibadah haji dan ibadah lainnya.Feminis Amerika-Mesir dan juga wartawan Mona Eltahawy pertama kali menggunakan tagar tersebut untuk mendukung pengalaman seorang perempuan Pakistan yang menceritakan pelecehan seksual yang dialaminya.Melalui akun Facebooknya Sabica Khan dari Pakistan mengatakan mengalami pelecehan seksual ketika melakukan tawaf, salah satu rukun haji atau umrah dengan mengelilingi Kabah selama tujuh kali.&quot;Ketika melakukan tawaf keliling kabah setelah salat isya, sesuatu yang aneh terjadi,&quot; tulis Sabica, &quot;Saya merasakan sebuah tangan di pinggang saya. Saya pikir itu tak disengaja. Saya benar-benar mengabaikannya&quot;.Berpikir bahwa itu tindakan yang tidak disengaja Sabica terus melangkah untuk menyelesaikan tawafnya. Namun ketika mencapai putaran keenam, dia merasakannya lagi.Namun ketika sampai di rukun Yamani (salah satu sudut Kabah) seseorang berupaya merabanya.&quot;Saya memutuskan untuk berhenti di sana. Meraih tangannnya dan menghempaskannya, saya tak dapat berbalik, saya benar-benar ketakutan,&quot; tulisnya.Saat itu masjid dipenuhi oleh para jemaah yang melakukan tawaf, sehingga Sabica tidak dapat melihat siapa orang yang melakukan pelecehan seksual.&quot;Sangat menyedihkan ketika Anda tidak merasa aman berada di tempat suci. Saya telah dilecehkan, tidak sekali, bukan dua kali, tapi tiga kali. Seluruh pengalaman saya selama berada di tempat suci dibayangi dengan insiden yang mengerikan.&quot;Sabica pun merasa marah dan berpikir penting untuk mengungkapkan pelecehan tersebut, dan mengajak orang lain untuk berbagi pengalaman mereka.Unggahan Sabica tersebut disambut oleh Mona dengan membuat tagar #MosqueMeToo.Dalam wawancara dengan BBC dalam program Impact, Mona mengatakan penggunaan tagar #MosqueMeToo dilakukan agar masalah pelecehan di tempat suci itu menjadi 'percakapan global' dan dukungan agar perempuan dapat menceritakan pelecehan seksual yang dialaminya ketika menjalankan beribadah.&quot;Anda mungkin mendengar tagar #MeToo, tapi saya ingin ini tak hanya sekedar melihat apa yang dilakukan oleh produser yang memiliki kekuasaan besar di Hollywood kepada aktris terkenal berkulit putih, &quot; jelas Mona, &quot;Saya ingin ini menjadi milik semua perempuan bukan sekedar milik perempuan di Hollywood dan orang-orang yang terkenal saja.&quot;Mona yang sudah menjalankan ibadah haji selama empat kali dan beberapa kali mengunjungi tempat suci tersebut, menceritakan mengalami pelecehan pertama kali ketika pergi haji dengan keluarganya pada usia 15 tahun.Tagar #MosqueMeToo mulai digunakan oleh perempuan dan laki-laki Muslim sejak awal Februari lalu dan selama 24 jam pertama telah dicuit selama 2.000 kali.Perempuan Indonesia juga dilecehkanBanyak perempuan dari  berbagai negara membagikan pengalaman mereka diraba dan disentuh secara  tidak pantas melalui media sosial Twitter, selama melakukan perjalanan  haji, termasuk pemilik akun Anggi Angguni dari Indonesia.Anggi  menceritakan pelecehan seksual yang dialami dirinya, ibu dan saudara  perempuannya ketika menjalankan ibadah haji pada 2010 lalu.&quot;Saya  mendengar mengenai #MosqueMeToo. Itu menimbulkan ingatan yang  mengerikan selama melakukan ibadah haji 2010. Orang berpikir Makkah  merupakan tempat tersuci bagi umat Muslim jadi tidak ada seorangpun akan  melakukan sesuatu yang buruk. Benar-benar salah.&quot;&quot;Suatu hari,  tiba-tiba seseorang menyentuh payudara saya dan meremasnya. Saya  terkejut. Saya melihat seorang pria di belakang saya dan dia  berpura-pura tidak melakukan apapun dan pergi. Saya sangat terkejut yang  dapat saya lakukan adalah menangis. Itu terjadi di Makkah&quot; tulis Anggi.Para  pendukung #MosqueMeToo mengatakan bahkan di tempat suci, di mana mereka  menutup hampir seluruh tubuhnya dan beribadah, mereka dapat dilecehkan.Banyak  perempuan di negara-negara yang mewajibkan penggunaan hijab bagi  perempuan seperti Iran, Arab Saudi, Mesir dan Afghanistan masih  menghadapi pelecehan seksual di jalanan, meskipun telah menggunakan  pakaian yang menutupi tubuh mereka.
Sri Lestari - wartawan BBC IndonesiaSetiap tahun sekitar dua  juta orang dari berbagai negara menjalankan ibadah haji, sehingga selama  di sana tak dapat menghindar dari kerumunan orang, ketika berada di  masjid, di tempat wisata di sekitar Mekkah dan Madinah ataupun di jalan.Ketika  saya menjalankan ibadah haji pada 2011 lalu, sejak tiba di tanah suci  petugas mengingatkan kami jemaah perempuan untuk tidak bepergian  sendirian, karena rawan terjadi pelecehan dan bahkan 'penculikan'.Bahkan  untuk ke masjid yang hanya berjarak ratusan meter pun, perempuan  disarankan lebih baik pergi bersama-sama dengan jemaah yang lainnya.  Pesan itu membuat saya lebih waspada terutama ketika sedang melakukan  tawaf di pagi hari bersama dengan beberapa rekan perempuan, terutama di  waktu yang dianggap baik untuk menjalankan ibadah.Di Masjidil  Haram, ketika melakukan tawaf dan sa'i (berjalan kaki atau berlari kecil  antara Bukit Shafa ke Bukit Marwah selama tujuh kali) tidak ada  pemisahan antara laki-laki dan perempuan, juga di beberapa tempat yang  digunakan untuk salat di kompleks masjid tersebut. Sementara di Masjid  Nabawi di Madinah tempat beribadah laki-laki dan perempuan dipisahkan.Namun  pelecehan tak hanya dapat terjadi di dalam masjid, dalam perjalanan  menuju masjid atau sebaliknya jemaah perempuan rentan mengalami  pelecehan.Saya pernah menyaksikan penjual makanan dan souvenir  berupaya menarik tangan jemaah perempuan sambil menawarkan dagangan  mereka. Dan perempuan itu menghindar dan menegurnya.Kerumunan  jemaah dalam jumlah besar dalam waktu bersamaan juga terjadi ketika  bergerak dari Arafah menuju Muzdalifah dan Mina ketika menjalankan  lempar jumroh.Selama di Mina, sambil menanti waktu melempar  jumroh, saya bersama seorang teman perempuan pernah mencoba jalan-jalan  ke luar kompleks tenda tempat kami menginap, namun baru berjalan sekitar  200 meter kami memutuskan kembali, karena merasa tidak aman.Tanggapan kedutaan Arab Saudi di London
Ketika  dihubungi  BBC, Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi di London mengatakan  mengecam  tindakan pelecehan seksual ini dan memperlakukannya secara  serius.&quot;Kerajaan  Arab Saudi memperlakukan tindakan pelecehan  seksual secara serius.  Seluruh laporan mengenai pelecehan sepenuhnya  diselidiki oleh polisi  dan pasukan keamanan di Makkah&quot;.Namun, Mona mengatakan tanggapan tersebut membutuhkan aksi yang lebih nyata.&quot;Saya   ingin imam masjidil haram, mengatakan dalam proses ibadah haji yang   akan didengar di seluruh dunia bahwa penghormatan terhadap perempuan   merupakan ajaran utama dalam Islam, perempuan Islam berhak dihargai di   mana pun terutama di sini di tempat suci itu akan lebih kuat,&quot; jelas   dia.Mona juga menyarankan agar penjaga keamanan perempuan ditambah.Tidak   semua orang mendukung tagar #MosqueMeToo dan sejumlah orang mengkritik   Mona Eltahawy karena mengangkat topik ini di media sosial.Namun Mona mengatakan: &quot;Saya ingin agar saudara perempuan saya sesama muslim juga mewaspadai masalah ini&quot;.</description><content:encoded>PEREMPUAN Muslim di berbagai negara menggunakan tagar #MosqueMeToo berbagi pengalaman mereka mendapatkan pelecehan seksual ketika melakukan ibadah haji dan ibadah lainnya.Feminis Amerika-Mesir dan juga wartawan Mona Eltahawy pertama kali menggunakan tagar tersebut untuk mendukung pengalaman seorang perempuan Pakistan yang menceritakan pelecehan seksual yang dialaminya.Melalui akun Facebooknya Sabica Khan dari Pakistan mengatakan mengalami pelecehan seksual ketika melakukan tawaf, salah satu rukun haji atau umrah dengan mengelilingi Kabah selama tujuh kali.&quot;Ketika melakukan tawaf keliling kabah setelah salat isya, sesuatu yang aneh terjadi,&quot; tulis Sabica, &quot;Saya merasakan sebuah tangan di pinggang saya. Saya pikir itu tak disengaja. Saya benar-benar mengabaikannya&quot;.Berpikir bahwa itu tindakan yang tidak disengaja Sabica terus melangkah untuk menyelesaikan tawafnya. Namun ketika mencapai putaran keenam, dia merasakannya lagi.Namun ketika sampai di rukun Yamani (salah satu sudut Kabah) seseorang berupaya merabanya.&quot;Saya memutuskan untuk berhenti di sana. Meraih tangannnya dan menghempaskannya, saya tak dapat berbalik, saya benar-benar ketakutan,&quot; tulisnya.Saat itu masjid dipenuhi oleh para jemaah yang melakukan tawaf, sehingga Sabica tidak dapat melihat siapa orang yang melakukan pelecehan seksual.&quot;Sangat menyedihkan ketika Anda tidak merasa aman berada di tempat suci. Saya telah dilecehkan, tidak sekali, bukan dua kali, tapi tiga kali. Seluruh pengalaman saya selama berada di tempat suci dibayangi dengan insiden yang mengerikan.&quot;Sabica pun merasa marah dan berpikir penting untuk mengungkapkan pelecehan tersebut, dan mengajak orang lain untuk berbagi pengalaman mereka.Unggahan Sabica tersebut disambut oleh Mona dengan membuat tagar #MosqueMeToo.Dalam wawancara dengan BBC dalam program Impact, Mona mengatakan penggunaan tagar #MosqueMeToo dilakukan agar masalah pelecehan di tempat suci itu menjadi 'percakapan global' dan dukungan agar perempuan dapat menceritakan pelecehan seksual yang dialaminya ketika menjalankan beribadah.&quot;Anda mungkin mendengar tagar #MeToo, tapi saya ingin ini tak hanya sekedar melihat apa yang dilakukan oleh produser yang memiliki kekuasaan besar di Hollywood kepada aktris terkenal berkulit putih, &quot; jelas Mona, &quot;Saya ingin ini menjadi milik semua perempuan bukan sekedar milik perempuan di Hollywood dan orang-orang yang terkenal saja.&quot;Mona yang sudah menjalankan ibadah haji selama empat kali dan beberapa kali mengunjungi tempat suci tersebut, menceritakan mengalami pelecehan pertama kali ketika pergi haji dengan keluarganya pada usia 15 tahun.Tagar #MosqueMeToo mulai digunakan oleh perempuan dan laki-laki Muslim sejak awal Februari lalu dan selama 24 jam pertama telah dicuit selama 2.000 kali.Perempuan Indonesia juga dilecehkanBanyak perempuan dari  berbagai negara membagikan pengalaman mereka diraba dan disentuh secara  tidak pantas melalui media sosial Twitter, selama melakukan perjalanan  haji, termasuk pemilik akun Anggi Angguni dari Indonesia.Anggi  menceritakan pelecehan seksual yang dialami dirinya, ibu dan saudara  perempuannya ketika menjalankan ibadah haji pada 2010 lalu.&quot;Saya  mendengar mengenai #MosqueMeToo. Itu menimbulkan ingatan yang  mengerikan selama melakukan ibadah haji 2010. Orang berpikir Makkah  merupakan tempat tersuci bagi umat Muslim jadi tidak ada seorangpun akan  melakukan sesuatu yang buruk. Benar-benar salah.&quot;&quot;Suatu hari,  tiba-tiba seseorang menyentuh payudara saya dan meremasnya. Saya  terkejut. Saya melihat seorang pria di belakang saya dan dia  berpura-pura tidak melakukan apapun dan pergi. Saya sangat terkejut yang  dapat saya lakukan adalah menangis. Itu terjadi di Makkah&quot; tulis Anggi.Para  pendukung #MosqueMeToo mengatakan bahkan di tempat suci, di mana mereka  menutup hampir seluruh tubuhnya dan beribadah, mereka dapat dilecehkan.Banyak  perempuan di negara-negara yang mewajibkan penggunaan hijab bagi  perempuan seperti Iran, Arab Saudi, Mesir dan Afghanistan masih  menghadapi pelecehan seksual di jalanan, meskipun telah menggunakan  pakaian yang menutupi tubuh mereka.
Sri Lestari - wartawan BBC IndonesiaSetiap tahun sekitar dua  juta orang dari berbagai negara menjalankan ibadah haji, sehingga selama  di sana tak dapat menghindar dari kerumunan orang, ketika berada di  masjid, di tempat wisata di sekitar Mekkah dan Madinah ataupun di jalan.Ketika  saya menjalankan ibadah haji pada 2011 lalu, sejak tiba di tanah suci  petugas mengingatkan kami jemaah perempuan untuk tidak bepergian  sendirian, karena rawan terjadi pelecehan dan bahkan 'penculikan'.Bahkan  untuk ke masjid yang hanya berjarak ratusan meter pun, perempuan  disarankan lebih baik pergi bersama-sama dengan jemaah yang lainnya.  Pesan itu membuat saya lebih waspada terutama ketika sedang melakukan  tawaf di pagi hari bersama dengan beberapa rekan perempuan, terutama di  waktu yang dianggap baik untuk menjalankan ibadah.Di Masjidil  Haram, ketika melakukan tawaf dan sa'i (berjalan kaki atau berlari kecil  antara Bukit Shafa ke Bukit Marwah selama tujuh kali) tidak ada  pemisahan antara laki-laki dan perempuan, juga di beberapa tempat yang  digunakan untuk salat di kompleks masjid tersebut. Sementara di Masjid  Nabawi di Madinah tempat beribadah laki-laki dan perempuan dipisahkan.Namun  pelecehan tak hanya dapat terjadi di dalam masjid, dalam perjalanan  menuju masjid atau sebaliknya jemaah perempuan rentan mengalami  pelecehan.Saya pernah menyaksikan penjual makanan dan souvenir  berupaya menarik tangan jemaah perempuan sambil menawarkan dagangan  mereka. Dan perempuan itu menghindar dan menegurnya.Kerumunan  jemaah dalam jumlah besar dalam waktu bersamaan juga terjadi ketika  bergerak dari Arafah menuju Muzdalifah dan Mina ketika menjalankan  lempar jumroh.Selama di Mina, sambil menanti waktu melempar  jumroh, saya bersama seorang teman perempuan pernah mencoba jalan-jalan  ke luar kompleks tenda tempat kami menginap, namun baru berjalan sekitar  200 meter kami memutuskan kembali, karena merasa tidak aman.Tanggapan kedutaan Arab Saudi di London
Ketika  dihubungi  BBC, Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi di London mengatakan  mengecam  tindakan pelecehan seksual ini dan memperlakukannya secara  serius.&quot;Kerajaan  Arab Saudi memperlakukan tindakan pelecehan  seksual secara serius.  Seluruh laporan mengenai pelecehan sepenuhnya  diselidiki oleh polisi  dan pasukan keamanan di Makkah&quot;.Namun, Mona mengatakan tanggapan tersebut membutuhkan aksi yang lebih nyata.&quot;Saya   ingin imam masjidil haram, mengatakan dalam proses ibadah haji yang   akan didengar di seluruh dunia bahwa penghormatan terhadap perempuan   merupakan ajaran utama dalam Islam, perempuan Islam berhak dihargai di   mana pun terutama di sini di tempat suci itu akan lebih kuat,&quot; jelas   dia.Mona juga menyarankan agar penjaga keamanan perempuan ditambah.Tidak   semua orang mendukung tagar #MosqueMeToo dan sejumlah orang mengkritik   Mona Eltahawy karena mengangkat topik ini di media sosial.Namun Mona mengatakan: &quot;Saya ingin agar saudara perempuan saya sesama muslim juga mewaspadai masalah ini&quot;.</content:encoded></item></channel></rss>
