<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Elza Syarief Mengaku Sulit Bedakan Omongan Palsu dan Fakta Nazaruddin</title><description>&quot;Nazar ini kadang ngomong lancar, pas nanti sewaktu-waktu dia berubah, saya sulit membedakan mana yang benar,&quot;</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/26/337/1864884/elza-syarief-mengaku-sulit-bedakan-omongan-palsu-dan-fakta-nazaruddin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/02/26/337/1864884/elza-syarief-mengaku-sulit-bedakan-omongan-palsu-dan-fakta-nazaruddin"/><item><title>Elza Syarief Mengaku Sulit Bedakan Omongan Palsu dan Fakta Nazaruddin</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/26/337/1864884/elza-syarief-mengaku-sulit-bedakan-omongan-palsu-dan-fakta-nazaruddin</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/02/26/337/1864884/elza-syarief-mengaku-sulit-bedakan-omongan-palsu-dan-fakta-nazaruddin</guid><pubDate>Senin 26 Februari 2018 15:17 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/26/337/1864884/elza-syarief-mengaku-sulit-bedakan-omongan-palsu-dan-fakta-nazaruddin-UKnrGnTtAt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Elza Syarief</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/26/337/1864884/elza-syarief-mengaku-sulit-bedakan-omongan-palsu-dan-fakta-nazaruddin-UKnrGnTtAt.jpg</image><title>Elza Syarief</title></images><description>JAKARTA - Advokat Elza Syarief mengaku sulit membedakan antara pernyataan fakta dan omongan palsu terpidana korupsi proyek pembangunan wisma atlet &amp;lrm;dan gedung serbaguna di Palembang, M. Nazaruddin.

Elza yang pernah menjadi kuasa hukum Nazaruddin menjelaskan, bahwa mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu sering memberikan pernyataan yang berubah-ubah. Sehingga, Elza sulit untuk membedakan fakta dan fiktif dari pernyataan Nazaruddin.

Sebagaimana hal tersebut diakui Elza saat bersaksi di sidang lanjutan perkara dugaan korupsi proyek e-KTP, untuk terdakwa Setya Novanto (Setnov), pada hari ini.



&quot;Nazar ini kadang ngomong lancar, pas nanti sewaktu-waktu dia berubah, saya sulit membedakan mana yang benar,&quot; ungkap Elza di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (26/2/2018).

Elza menjelaskan, awalnya, Nazaruddin sempat menceritakan indikasi kasus korupsi di proyek pengadaan e-KTP ke lembaga antirasuah pada tahun 2011.&amp;lrm; Saat itu, Nazar ingin mendapatkan status Justice Collaborator dan Whistleblower.

Elza mengaku hanya mendengarkan apa yang disampai&amp;lrm;kan Nazaruddin kepada penyidik KPK. Menurut Elza, Nazar pernah membocorkan kepada penyidik bahwa ada mark up dalam proyek pengadaan e-KTP.

Namun, pada saat itu Nazar hanya fokus menjelaskan keterlibatan mantan Ketua Umumnya, Anas Urbaningrum dalam proyek pengadaan e-KTP. Elza sendiri waktu itu merupakan penasihat hukum Nazaruddin di kasus suap wisma atlet dan pembangunan gedung serbaguna Palembang.

&quot;Kayaknya, dia (Nazaruddin) dendam sama Anas (Urbaningrum). Apa-apa terus mas Anas, jadi saya enggak ingat yang lainnya,&quot; pungkas Elza.</description><content:encoded>JAKARTA - Advokat Elza Syarief mengaku sulit membedakan antara pernyataan fakta dan omongan palsu terpidana korupsi proyek pembangunan wisma atlet &amp;lrm;dan gedung serbaguna di Palembang, M. Nazaruddin.

Elza yang pernah menjadi kuasa hukum Nazaruddin menjelaskan, bahwa mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu sering memberikan pernyataan yang berubah-ubah. Sehingga, Elza sulit untuk membedakan fakta dan fiktif dari pernyataan Nazaruddin.

Sebagaimana hal tersebut diakui Elza saat bersaksi di sidang lanjutan perkara dugaan korupsi proyek e-KTP, untuk terdakwa Setya Novanto (Setnov), pada hari ini.



&quot;Nazar ini kadang ngomong lancar, pas nanti sewaktu-waktu dia berubah, saya sulit membedakan mana yang benar,&quot; ungkap Elza di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (26/2/2018).

Elza menjelaskan, awalnya, Nazaruddin sempat menceritakan indikasi kasus korupsi di proyek pengadaan e-KTP ke lembaga antirasuah pada tahun 2011.&amp;lrm; Saat itu, Nazar ingin mendapatkan status Justice Collaborator dan Whistleblower.

Elza mengaku hanya mendengarkan apa yang disampai&amp;lrm;kan Nazaruddin kepada penyidik KPK. Menurut Elza, Nazar pernah membocorkan kepada penyidik bahwa ada mark up dalam proyek pengadaan e-KTP.

Namun, pada saat itu Nazar hanya fokus menjelaskan keterlibatan mantan Ketua Umumnya, Anas Urbaningrum dalam proyek pengadaan e-KTP. Elza sendiri waktu itu merupakan penasihat hukum Nazaruddin di kasus suap wisma atlet dan pembangunan gedung serbaguna Palembang.

&quot;Kayaknya, dia (Nazaruddin) dendam sama Anas (Urbaningrum). Apa-apa terus mas Anas, jadi saya enggak ingat yang lainnya,&quot; pungkas Elza.</content:encoded></item></channel></rss>
