<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketika Dedi Mulyadi &quot;Marah&quot; Ada Warga Takut Berobat meski Pelayanan Kesehatan Gratis</title><description>Cawagub Jabar Dedi Mulyadi geram ketika ada warga yang takut berobat ke rumah sakit meski sudah gratis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/26/525/1864855/ketika-dedi-mulyadi-marah-ada-warga-takut-berobat-meski-pelayanan-kesehatan-gratis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/02/26/525/1864855/ketika-dedi-mulyadi-marah-ada-warga-takut-berobat-meski-pelayanan-kesehatan-gratis"/><item><title>Ketika Dedi Mulyadi &quot;Marah&quot; Ada Warga Takut Berobat meski Pelayanan Kesehatan Gratis</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/26/525/1864855/ketika-dedi-mulyadi-marah-ada-warga-takut-berobat-meski-pelayanan-kesehatan-gratis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/02/26/525/1864855/ketika-dedi-mulyadi-marah-ada-warga-takut-berobat-meski-pelayanan-kesehatan-gratis</guid><pubDate>Senin 26 Februari 2018 14:14 WIB</pubDate><dc:creator>Mulyana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/26/525/1864855/ketika-dedi-mulyadi-marah-ada-warga-takut-berobat-meski-pelayanan-kesehatan-gratis-sufDwvI7Lj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cawagub Jabar Dedi Mulyadi. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/26/525/1864855/ketika-dedi-mulyadi-marah-ada-warga-takut-berobat-meski-pelayanan-kesehatan-gratis-sufDwvI7Lj.jpg</image><title>Cawagub Jabar Dedi Mulyadi. (Foto: Antara)</title></images><description>PURWAKARTA &amp;ndash; Kesedihan berkecamuk dalam benak calon wakil gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ternyata, lepas dari jabatannya sebagai Bupati Purwakarta dua periode, tidak lantas membuatnya tenang.

Sampai saat ini Kang Dedi &amp;ndash;sapaan akrabnya&amp;ndash; masih merasa khawatir terhadap nasib warga Purwakarta. Terbukti, pria yang lekat dengan ikat Sunda-nya itu sampai &quot;mengancam&quot; warga Purwakarta yang enggan berobat karena takut akan biaya mahal.

Hal tersebut Kang Dedi tunjukkan saat berolahraga di Desa Ciawi, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta. Saat itu ia melihat sosok Abah Dodin (78) yang tengah sakit keras di usia senja.

Abah Dodin diketahui menderita penyakit lambung dan leher yang membengkak. Parahnya, tidak ada yang membawa Abah Dodin berobat secara berkelanjutan, meski saat diperiksa, dokter mengungkapkan bahwa terdapat luka di lambung Abah Dodin.

&quot;Ini kenapa tidak lapor? Kasihan si Abah,&quot; kata Dedi yang terlihat gusar, Senin (26/2/2018).

Para keluarga yang mendampingi hanya meminta maaf terkait kondisi Abah Dodin. Mereka beralasan tak berobat karena kekurangan biaya.

&quot;Duh, maaf Kang Dedi. Iya siap, kami segera bawa Abah ke rumah sakit,&quot; kata Ocim (37), salah satu anak Abah Dodin.



Ketua DPD Golkar Jawa Barat itu pun mengungkapkan bahwa di Purwakarta ada pengobatan gratis yang syaratnya hanya menyertakan KTP, KK, dan surat rujukan dari puskesmas setempat.

&quot;Ada JAMPIS kok tidak dimanfaatkan, ambulans tinggal kontak ke puskesmas. Jangan begitu, kasihan orangtua sendiri masak ditelantarkan,&quot; tegasnya.

Dengan pelayanan kesehatan gratis, Abah Dodin nantinya mendapat pelayanan kesehatan di rumah sakit setara dengan kelas III. Bahkan jika memungkinkan, Abah Dodin bisa dipindah ke ruang kelas I hingga VIP.

Selain itu, Kang Dedi juga terlihat memberikan bekal untuk keluarga selama menunggu Abah Dodin di rumah sakit.

&quot;Masalah begini mah kan masalah kemanusiaan. Jadi, saya harus respons, meski tidak lagi menjabat sebagai bupati, yang penting Abah sembuh. Tadi sudah titip bekal untuk keluarga yang menunggu di rumah sakit,&quot; pungkas Dedi.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMi8yMy8xLzEwOTQ1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>PURWAKARTA &amp;ndash; Kesedihan berkecamuk dalam benak calon wakil gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ternyata, lepas dari jabatannya sebagai Bupati Purwakarta dua periode, tidak lantas membuatnya tenang.

Sampai saat ini Kang Dedi &amp;ndash;sapaan akrabnya&amp;ndash; masih merasa khawatir terhadap nasib warga Purwakarta. Terbukti, pria yang lekat dengan ikat Sunda-nya itu sampai &quot;mengancam&quot; warga Purwakarta yang enggan berobat karena takut akan biaya mahal.

Hal tersebut Kang Dedi tunjukkan saat berolahraga di Desa Ciawi, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta. Saat itu ia melihat sosok Abah Dodin (78) yang tengah sakit keras di usia senja.

Abah Dodin diketahui menderita penyakit lambung dan leher yang membengkak. Parahnya, tidak ada yang membawa Abah Dodin berobat secara berkelanjutan, meski saat diperiksa, dokter mengungkapkan bahwa terdapat luka di lambung Abah Dodin.

&quot;Ini kenapa tidak lapor? Kasihan si Abah,&quot; kata Dedi yang terlihat gusar, Senin (26/2/2018).

Para keluarga yang mendampingi hanya meminta maaf terkait kondisi Abah Dodin. Mereka beralasan tak berobat karena kekurangan biaya.

&quot;Duh, maaf Kang Dedi. Iya siap, kami segera bawa Abah ke rumah sakit,&quot; kata Ocim (37), salah satu anak Abah Dodin.



Ketua DPD Golkar Jawa Barat itu pun mengungkapkan bahwa di Purwakarta ada pengobatan gratis yang syaratnya hanya menyertakan KTP, KK, dan surat rujukan dari puskesmas setempat.

&quot;Ada JAMPIS kok tidak dimanfaatkan, ambulans tinggal kontak ke puskesmas. Jangan begitu, kasihan orangtua sendiri masak ditelantarkan,&quot; tegasnya.

Dengan pelayanan kesehatan gratis, Abah Dodin nantinya mendapat pelayanan kesehatan di rumah sakit setara dengan kelas III. Bahkan jika memungkinkan, Abah Dodin bisa dipindah ke ruang kelas I hingga VIP.

Selain itu, Kang Dedi juga terlihat memberikan bekal untuk keluarga selama menunggu Abah Dodin di rumah sakit.

&quot;Masalah begini mah kan masalah kemanusiaan. Jadi, saya harus respons, meski tidak lagi menjabat sebagai bupati, yang penting Abah sembuh. Tadi sudah titip bekal untuk keluarga yang menunggu di rumah sakit,&quot; pungkas Dedi.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMi8yMy8xLzEwOTQ1NC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
