<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PM Thailand Janji Gelar Pemilihan Nasional Pada Februari 2019</title><description>Pemilihan umum Thailand telah empat kali ditunda sejak semula dijadwalkan digelar pada Oktober 2015.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/28/18/1865999/pm-thailand-janji-gelar-pemilihan-nasional-pada-februari-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/02/28/18/1865999/pm-thailand-janji-gelar-pemilihan-nasional-pada-februari-2019"/><item><title>PM Thailand Janji Gelar Pemilihan Nasional Pada Februari 2019</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/02/28/18/1865999/pm-thailand-janji-gelar-pemilihan-nasional-pada-februari-2019</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/02/28/18/1865999/pm-thailand-janji-gelar-pemilihan-nasional-pada-februari-2019</guid><pubDate>Rabu 28 Februari 2018 19:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/28/18/1865999/pm-thailand-janji-gelar-pemilihan-nasional-pada-februari-2019-NWUk9HsYuZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PM Thailand Prayuth Cha-ocha. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/28/18/1865999/pm-thailand-janji-gelar-pemilihan-nasional-pada-februari-2019-NWUk9HsYuZ.jpg</image><title>PM Thailand Prayuth Cha-ocha. (Foto: Reuters)</title></images><description>BANGKOK - Perdana Menteri (PM) Thailand Prayuth Chan-o-cha berjanji bahwa pemilihan umum nasional di Negeri Gajah Putih akan digelar pada Februari 2019. Janji itu dibuat Chan-o-cha menyusul keputusan parlemen untuk menunda pelaksanaan undang-undang pemilihan parlemen.
BACA JUGA: Militer Thailand Harapkan Pemilu Digelar Oktober 2015
&quot;Pemilu perlu diadakan pada Februari 2019,&quot; kata Prayuth dalam press briefing rutin sebagaimana dilansir AsiaOne, Rabu (28/2/2018).&quot;Saya juga tidak memiliki niat untuk tidak menggelar pemilu dan tetap berkuasa lebih lama,&quot; tambahnya. Prayuth menegaskan bahwa pemilihan umum harus digelar dalam jangka waktu tersebut meskipun seluruh proses rekrutmen komisioner pemilihan umum perlu dilakukan ulang. &quot;Tidak boleh ada kekosongan yang mempengaruhi pemilihan,&quot; tegasnya. Janji Prayuth mengenai pemilihan umum pada Februari mendatang adalah penundaan pemilihan nasional keempat yang dilakukan junta Thailand yang berkuasa sejak jadwal awal pemlihan yang seharusnya digelar pada 2015.
BACA JUGA: Thailand Kerahkan 10 Ribu Polisi Amankan Pemilu
Namun, ada spekulasi mengenai apakah pelaksanaan pemilihan pada Februari 2019 bisa dilakukkan mengingat parlemen Thailand baru saja memutuskan untuk menunda undang-undang pemilihan anggota parlemen selama 90 hari. Keputusan itu secara efektif mendorong periode pemilihan nasional yang sebelumnya dijanjikan Prayut akan digelar pada November tahun ini.</description><content:encoded>BANGKOK - Perdana Menteri (PM) Thailand Prayuth Chan-o-cha berjanji bahwa pemilihan umum nasional di Negeri Gajah Putih akan digelar pada Februari 2019. Janji itu dibuat Chan-o-cha menyusul keputusan parlemen untuk menunda pelaksanaan undang-undang pemilihan parlemen.
BACA JUGA: Militer Thailand Harapkan Pemilu Digelar Oktober 2015
&quot;Pemilu perlu diadakan pada Februari 2019,&quot; kata Prayuth dalam press briefing rutin sebagaimana dilansir AsiaOne, Rabu (28/2/2018).&quot;Saya juga tidak memiliki niat untuk tidak menggelar pemilu dan tetap berkuasa lebih lama,&quot; tambahnya. Prayuth menegaskan bahwa pemilihan umum harus digelar dalam jangka waktu tersebut meskipun seluruh proses rekrutmen komisioner pemilihan umum perlu dilakukan ulang. &quot;Tidak boleh ada kekosongan yang mempengaruhi pemilihan,&quot; tegasnya. Janji Prayuth mengenai pemilihan umum pada Februari mendatang adalah penundaan pemilihan nasional keempat yang dilakukan junta Thailand yang berkuasa sejak jadwal awal pemlihan yang seharusnya digelar pada 2015.
BACA JUGA: Thailand Kerahkan 10 Ribu Polisi Amankan Pemilu
Namun, ada spekulasi mengenai apakah pelaksanaan pemilihan pada Februari 2019 bisa dilakukkan mengingat parlemen Thailand baru saja memutuskan untuk menunda undang-undang pemilihan anggota parlemen selama 90 hari. Keputusan itu secara efektif mendorong periode pemilihan nasional yang sebelumnya dijanjikan Prayut akan digelar pada November tahun ini.</content:encoded></item></channel></rss>
