<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Antisipasi Longsor, Ganjar Minta Perhutani Cek Seluruh Bukit di Jateng</title><description>Perhutani diminta berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/01/512/1866254/antisipasi-longsor-ganjar-minta-perhutani-cek-seluruh-bukit-di-jateng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/03/01/512/1866254/antisipasi-longsor-ganjar-minta-perhutani-cek-seluruh-bukit-di-jateng"/><item><title>Antisipasi Longsor, Ganjar Minta Perhutani Cek Seluruh Bukit di Jateng</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/01/512/1866254/antisipasi-longsor-ganjar-minta-perhutani-cek-seluruh-bukit-di-jateng</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/03/01/512/1866254/antisipasi-longsor-ganjar-minta-perhutani-cek-seluruh-bukit-di-jateng</guid><pubDate>Kamis 01 Maret 2018 01:00 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/01/512/1866254/antisipasi-longsor-ganjar-minta-perhutani-cek-seluruh-bukit-di-jateng-TjouvvhT2p.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo saat meninjau lokasi longsor (Foto: Taufik Budi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/01/512/1866254/antisipasi-longsor-ganjar-minta-perhutani-cek-seluruh-bukit-di-jateng-TjouvvhT2p.jpg</image><title>Ganjar Pranowo saat meninjau lokasi longsor (Foto: Taufik Budi/Okezone)</title></images><description>BREBES - Longsor di Desa Pasir Panjang Kecamatan Salem Brebes menjadi catatan kelam. Gerakan tanah di kawasan hutan produksi milik Perhutani BKPH Salem petak 26 RPH Babakan itu karena menewaskan 12 korban dan enam orang lainnya belum ditemukan.

&quot;Seluruh bukit milik Perhutani dicek, jika ada potensi kerawanan maka harus dipasang early warning system. Alatnya sudah ada, tinggal dipasang,&quot; kata Ganjar saat mengunjungi korban longsor, Rabu 28 Februari 2018.

Cagub nomor urut 1 itu juga meminta Perhutani berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng untuk pemasangan alat tersebut. Langkah itu sebagai antisipasi agar kejadian serupa tak terulang kembali.
&amp;nbsp;(Baca: BNPB Paparkan Kronologi Longsor di Brebes)
Ganjar yang didampingi istri, Siti Atikoh, juga mampir ke rumah Haryanto (65), salah satu korban yang belum ditemukan. Isteri Haryanto, Turmini (55) menceritakan ketika longsor terjadi, suaminya sedang berada di sawah. &quot;Biasa mencangkul di sawah mulai jam tujuh, belum ada kabarnya sampai sekarang,&quot; ujar Turmini.
&amp;nbsp;(Baca juga: Korban Tewas Akibat Longsor di Brebes Bertambah Jadi 7 Orang, 13 Lainnya Masih Hilang)
Selain itu, Ganjar juga bertemu dengan Kartoyo (69) yang sempat tertimbun lumpur. Kakek berjenggot itu berhasil selamat setelah ditolong tetangganya. &quot;Ada dua menit saya tertutup lumpur seluruh badan tertimpa pisang dan kelapa juga,&quot; ceritanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMi8xNS8yMi8xMDkxNDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>BREBES - Longsor di Desa Pasir Panjang Kecamatan Salem Brebes menjadi catatan kelam. Gerakan tanah di kawasan hutan produksi milik Perhutani BKPH Salem petak 26 RPH Babakan itu karena menewaskan 12 korban dan enam orang lainnya belum ditemukan.

&quot;Seluruh bukit milik Perhutani dicek, jika ada potensi kerawanan maka harus dipasang early warning system. Alatnya sudah ada, tinggal dipasang,&quot; kata Ganjar saat mengunjungi korban longsor, Rabu 28 Februari 2018.

Cagub nomor urut 1 itu juga meminta Perhutani berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng untuk pemasangan alat tersebut. Langkah itu sebagai antisipasi agar kejadian serupa tak terulang kembali.
&amp;nbsp;(Baca: BNPB Paparkan Kronologi Longsor di Brebes)
Ganjar yang didampingi istri, Siti Atikoh, juga mampir ke rumah Haryanto (65), salah satu korban yang belum ditemukan. Isteri Haryanto, Turmini (55) menceritakan ketika longsor terjadi, suaminya sedang berada di sawah. &quot;Biasa mencangkul di sawah mulai jam tujuh, belum ada kabarnya sampai sekarang,&quot; ujar Turmini.
&amp;nbsp;(Baca juga: Korban Tewas Akibat Longsor di Brebes Bertambah Jadi 7 Orang, 13 Lainnya Masih Hilang)
Selain itu, Ganjar juga bertemu dengan Kartoyo (69) yang sempat tertimbun lumpur. Kakek berjenggot itu berhasil selamat setelah ditolong tetangganya. &quot;Ada dua menit saya tertutup lumpur seluruh badan tertimpa pisang dan kelapa juga,&quot; ceritanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMi8xNS8yMi8xMDkxNDAvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
