<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mantan Wakapolda Sumut Dibunuh atau Bunuh Diri? Berikut 3 Kejanggalan Kasus Ini</title><description>Penyebab kematian mantan Wakapolda Sumut masih misterius.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/01/519/1866633/mantan-wakapolda-sumut-dibunuh-atau-bunuh-diri-berikut-3-kejanggalan-kasus-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/03/01/519/1866633/mantan-wakapolda-sumut-dibunuh-atau-bunuh-diri-berikut-3-kejanggalan-kasus-ini"/><item><title>Mantan Wakapolda Sumut Dibunuh atau Bunuh Diri? Berikut 3 Kejanggalan Kasus Ini</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/01/519/1866633/mantan-wakapolda-sumut-dibunuh-atau-bunuh-diri-berikut-3-kejanggalan-kasus-ini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/03/01/519/1866633/mantan-wakapolda-sumut-dibunuh-atau-bunuh-diri-berikut-3-kejanggalan-kasus-ini</guid><pubDate>Kamis 01 Maret 2018 18:11 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/01/519/1866633/mantan-wakapolda-sumut-dibunuh-atau-bunuh-diri-berikut-3-kejanggalan-kasus-ini-A8cOCJmvG4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">TKP mantan Wakapolda Sumut ditemukan tewas. (Foto: Midaada/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/01/519/1866633/mantan-wakapolda-sumut-dibunuh-atau-bunuh-diri-berikut-3-kejanggalan-kasus-ini-A8cOCJmvG4.jpg</image><title>TKP mantan Wakapolda Sumut ditemukan tewas. (Foto: Midaada/Okezone)</title></images><description>MALANG - Polisi terus mendalami penyebab kematian purnawirawan  mantan Wakapolda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Pol Agus Samad yang  masih misterius.
Kamis ini (1/3/2018), polisi kembali mendalami kematian korban dengan  menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) yang ketiga dengan  melibatkan Tim Labfor gabungan Mabes Polri, Polda Jawa Timur, dan Inafis  Polres Malang Kota.
Olah TKP ini dilakukan sekitar 6 jam dari pukul 11.00 WIB, guna  keperluan mendalami terus penyebab kematian korban yang masih misterius.  Selain itu pihak Labfor juga mengambil sampel ulang dari TKP untuk  kembali diteliti.
&quot;Kita dalami lagi, diambil sampelnya untuk melakukan pemeriksaan ulang,&quot; ujar Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri usai olah TKP.

Pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah Agus Samad dibunuh atau  bunuh diri. Mengingat, ada kejanggalan dalam kasus ini yang membuat  polisi sulit mengambil kesimpulan.
&quot;Masih 50:50. Belum pasti penyebabnya,&quot; tambah Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Ambuka Yudha.
Kejanggalan pertama, jika bunuh diri, korban kemungkinan tak bisa naik ke lantai tiga rumahnya karena sudah  kehilangan darah yang cukup banyak di ruang makan. Bila dibunuh pun, di  pintu ruang tamu dan pintu garasi tidak ditemukan jejak sidik jari  terduga pelaku. Begitupun di dalam rumah, jejak kaki terduga pelaku pun  sulit terindentifikasi.
(Baca juga: Polisi Periksa Percakapan Telefon Mantan Wakapolda Sumut yang Tewas Mengenaskan)
Kejanggalan kedua, silet bersimbah darah yang ditemukan di atas galon ruang  makan yang diduga untuk menghabisi korban ternyata terdapat sidik jari korban, bukan orang lain.
Kejanggalan ketiga, cairan muntahan dari dalam tubuh korban yang  ditemukan di sekitar rumah mengandung cairan racun serangga, namun di  dalam tubuh korban tak ditemukan cairan racun sehingga menimbulkan  tanda tanya besar bagi pihak kepolisian.
Hal inilah yang membuat teori-teori yang digunakan menganalisa  kematian korban terpatahkan, sehingga kepolisian harus berulang kali  melakukan olah TKP guna menguatkan argumen untuk menyatakan penyebab  kematian korban.
Sebelumnya, warga Perumahan Bukit Dieng Permai dikejutkan penemuan  jasad purnawirawan mantan Wakapolda Sumatera Utara yang tewas bersimpah  darah dengan kondisi kali terikat tali rafia hitam di taman belakang  rumahnya pada Sabtu pagi 24 Februari 2018.
Diduga ia menjadi korban pembunuhan karena ditemukan sejumlah bercak  darah di ruang makan yang berjarak 10 meter dari penemuan jasad korban.</description><content:encoded>MALANG - Polisi terus mendalami penyebab kematian purnawirawan  mantan Wakapolda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Pol Agus Samad yang  masih misterius.
Kamis ini (1/3/2018), polisi kembali mendalami kematian korban dengan  menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) yang ketiga dengan  melibatkan Tim Labfor gabungan Mabes Polri, Polda Jawa Timur, dan Inafis  Polres Malang Kota.
Olah TKP ini dilakukan sekitar 6 jam dari pukul 11.00 WIB, guna  keperluan mendalami terus penyebab kematian korban yang masih misterius.  Selain itu pihak Labfor juga mengambil sampel ulang dari TKP untuk  kembali diteliti.
&quot;Kita dalami lagi, diambil sampelnya untuk melakukan pemeriksaan ulang,&quot; ujar Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri usai olah TKP.

Pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah Agus Samad dibunuh atau  bunuh diri. Mengingat, ada kejanggalan dalam kasus ini yang membuat  polisi sulit mengambil kesimpulan.
&quot;Masih 50:50. Belum pasti penyebabnya,&quot; tambah Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Ambuka Yudha.
Kejanggalan pertama, jika bunuh diri, korban kemungkinan tak bisa naik ke lantai tiga rumahnya karena sudah  kehilangan darah yang cukup banyak di ruang makan. Bila dibunuh pun, di  pintu ruang tamu dan pintu garasi tidak ditemukan jejak sidik jari  terduga pelaku. Begitupun di dalam rumah, jejak kaki terduga pelaku pun  sulit terindentifikasi.
(Baca juga: Polisi Periksa Percakapan Telefon Mantan Wakapolda Sumut yang Tewas Mengenaskan)
Kejanggalan kedua, silet bersimbah darah yang ditemukan di atas galon ruang  makan yang diduga untuk menghabisi korban ternyata terdapat sidik jari korban, bukan orang lain.
Kejanggalan ketiga, cairan muntahan dari dalam tubuh korban yang  ditemukan di sekitar rumah mengandung cairan racun serangga, namun di  dalam tubuh korban tak ditemukan cairan racun sehingga menimbulkan  tanda tanya besar bagi pihak kepolisian.
Hal inilah yang membuat teori-teori yang digunakan menganalisa  kematian korban terpatahkan, sehingga kepolisian harus berulang kali  melakukan olah TKP guna menguatkan argumen untuk menyatakan penyebab  kematian korban.
Sebelumnya, warga Perumahan Bukit Dieng Permai dikejutkan penemuan  jasad purnawirawan mantan Wakapolda Sumatera Utara yang tewas bersimpah  darah dengan kondisi kali terikat tali rafia hitam di taman belakang  rumahnya pada Sabtu pagi 24 Februari 2018.
Diduga ia menjadi korban pembunuhan karena ditemukan sejumlah bercak  darah di ruang makan yang berjarak 10 meter dari penemuan jasad korban.</content:encoded></item></channel></rss>
