<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Korsel Segera Kirim Utusan Khusus ke Korut </title><description>Pengiriman utusan khusus itu dapat menjadi langkah awal guna memfasilitasi kunjungan Presiden Moon Jae-in ke Korut sesuai undangan Jong-un.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/02/18/1866896/presiden-korsel-segera-kirim-utusan-khusus-ke-korut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/03/02/18/1866896/presiden-korsel-segera-kirim-utusan-khusus-ke-korut"/><item><title>Presiden Korsel Segera Kirim Utusan Khusus ke Korut </title><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/02/18/1866896/presiden-korsel-segera-kirim-utusan-khusus-ke-korut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/03/02/18/1866896/presiden-korsel-segera-kirim-utusan-khusus-ke-korut</guid><pubDate>Jum'at 02 Maret 2018 11:19 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/02/18/1866896/presiden-korsel-segera-kirim-utusan-khusus-ke-korut-bnrQUUoZHv.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (Foto: Kim Hong-ji/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/02/18/1866896/presiden-korsel-segera-kirim-utusan-khusus-ke-korut-bnrQUUoZHv.JPG</image><title>Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (Foto: Kim Hong-ji/Reuters)</title></images><description>SEOUL &amp;ndash; Pemerintah Korea Selatan (Korsel) menunjukkan keseriusannya untuk mengurangi ketegangan di Semenanjung Korea. Presiden Moon Jae-in berencana mengirim utusan khusus ke Pyongyang, Korea Utara, guna merespons undangan yang disampaikan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un beberapa waktu lalu.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Kim Jong-un Undang Presiden Korsel ke Pyongyang&amp;nbsp;
Rencana itu diungkapkan Presiden Moon Jae-in dalam percakapan telefon dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump. Menurut keterangan Kantor Staf Presiden Korea Selatan, perbincangan kedua kepala negara itu dilakukan Kamis 1 Maret malam waktu setempat selama 30 menit.
&amp;ldquo;Kedua kepala negara sepakat untuk melanjutkan momentum dialog Korea Selatan-Utara sehingga dapat mencapai denuklirisasi Semenanjung Korea,&amp;rdquo; bunyi pernyataan resmi Kantor Staf Presiden Korea Selatan, mengutip dari The Guardian, Jumat (2/3/2018).
&amp;ldquo;Presiden Moon mengatakan kepada Presiden Trump bahwa dia akan segera mengirim utusan khusus ke Korea Utara dan mengonfirmasi telah melakukan diskusi dengan delegasi pejabat tinggi Korea Utara,&amp;rdquo; imbuh pernyataan tersebut.
Selain itu, Presiden Moon Jae-in juga mengatakan keinginannya agar ada kunjungan balasan dari Korea Utara. Pengiriman utusan khusus itu dapat menjadi langkah pertama guna menyiapkan kunjungan Presiden Moon Jae-in ke Pyongyang, Korea Utara.
BACA JUGA: Moon Sambut Adik Kim Jong-un di Istana Kepresidenan Korsel
Sebagaimana diberitakan, undangan untuk berkunjung ke Korea Utara itu disampaikan oleh adik Kim Jong-un, Kim Yo-jong, saat diterima di Istana Kepresidenan Korea Selatan, Gedung Biru, pada 10 Februari. Kunjungan itu dilanjutkan dengan lawatan dari Komandan Militer Korea Utara, Kim Yong-chol, pada penutupan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018.
&amp;ldquo;Presiden ingin melanjutkan kerjasama dengan Korea Selatan. Aliansi tersebut sangat kuat. Kami belum mengetahui dengan jelas apa yang terjadi. Tetapi, kita akan terus melanjutkan perbincangan itu,&amp;rdquo; tukas juru bicara Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders.
&amp;ldquo;Tujuan utama kami adalah denuklirisasi Semenanjung Korea. Kami sangat fokus untuk mencapai tujuan itu dan sangat tertarik mengenai langkah-langkah maju yang dibuat dalam proses menuju ke sana,&amp;rdquo; imbuh Sanders.
Hubungan antara Korea Utara-Korea Selatan sedikit mencair setelah Kim Jong-un dalam pidato tahun baru menginginkan rakyatnya mendukung penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan. Inisiatif itu segera disambut baik oleh Seoul yang mengajak berdialog pada 9 Januari guna memfasilitasi delegasi atlet serta pejabat tinggi Korea Utara ke Pyeongchang.</description><content:encoded>SEOUL &amp;ndash; Pemerintah Korea Selatan (Korsel) menunjukkan keseriusannya untuk mengurangi ketegangan di Semenanjung Korea. Presiden Moon Jae-in berencana mengirim utusan khusus ke Pyongyang, Korea Utara, guna merespons undangan yang disampaikan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un beberapa waktu lalu.
BACA JUGA:&amp;nbsp;Kim Jong-un Undang Presiden Korsel ke Pyongyang&amp;nbsp;
Rencana itu diungkapkan Presiden Moon Jae-in dalam percakapan telefon dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump. Menurut keterangan Kantor Staf Presiden Korea Selatan, perbincangan kedua kepala negara itu dilakukan Kamis 1 Maret malam waktu setempat selama 30 menit.
&amp;ldquo;Kedua kepala negara sepakat untuk melanjutkan momentum dialog Korea Selatan-Utara sehingga dapat mencapai denuklirisasi Semenanjung Korea,&amp;rdquo; bunyi pernyataan resmi Kantor Staf Presiden Korea Selatan, mengutip dari The Guardian, Jumat (2/3/2018).
&amp;ldquo;Presiden Moon mengatakan kepada Presiden Trump bahwa dia akan segera mengirim utusan khusus ke Korea Utara dan mengonfirmasi telah melakukan diskusi dengan delegasi pejabat tinggi Korea Utara,&amp;rdquo; imbuh pernyataan tersebut.
Selain itu, Presiden Moon Jae-in juga mengatakan keinginannya agar ada kunjungan balasan dari Korea Utara. Pengiriman utusan khusus itu dapat menjadi langkah pertama guna menyiapkan kunjungan Presiden Moon Jae-in ke Pyongyang, Korea Utara.
BACA JUGA: Moon Sambut Adik Kim Jong-un di Istana Kepresidenan Korsel
Sebagaimana diberitakan, undangan untuk berkunjung ke Korea Utara itu disampaikan oleh adik Kim Jong-un, Kim Yo-jong, saat diterima di Istana Kepresidenan Korea Selatan, Gedung Biru, pada 10 Februari. Kunjungan itu dilanjutkan dengan lawatan dari Komandan Militer Korea Utara, Kim Yong-chol, pada penutupan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018.
&amp;ldquo;Presiden ingin melanjutkan kerjasama dengan Korea Selatan. Aliansi tersebut sangat kuat. Kami belum mengetahui dengan jelas apa yang terjadi. Tetapi, kita akan terus melanjutkan perbincangan itu,&amp;rdquo; tukas juru bicara Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders.
&amp;ldquo;Tujuan utama kami adalah denuklirisasi Semenanjung Korea. Kami sangat fokus untuk mencapai tujuan itu dan sangat tertarik mengenai langkah-langkah maju yang dibuat dalam proses menuju ke sana,&amp;rdquo; imbuh Sanders.
Hubungan antara Korea Utara-Korea Selatan sedikit mencair setelah Kim Jong-un dalam pidato tahun baru menginginkan rakyatnya mendukung penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan. Inisiatif itu segera disambut baik oleh Seoul yang mengajak berdialog pada 9 Januari guna memfasilitasi delegasi atlet serta pejabat tinggi Korea Utara ke Pyeongchang.</content:encoded></item></channel></rss>
