<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Pola Sistematis Mendorong Prabowo Lawan Jokowi Lagi di Pilpres 2019</title><description>Meski ada calon alternatif, pengamat menilai ada pola sistematis sekarang dijalankan agar Pilpres 2019 kembali jadi ajang Prabowo vs Jokowi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/03/337/1867415/ada-pola-sistematis-mendorong-prabowo-lawan-jokowi-lagi-di-pilpres-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/03/03/337/1867415/ada-pola-sistematis-mendorong-prabowo-lawan-jokowi-lagi-di-pilpres-2019"/><item><title>Ada Pola Sistematis Mendorong Prabowo Lawan Jokowi Lagi di Pilpres 2019</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/03/337/1867415/ada-pola-sistematis-mendorong-prabowo-lawan-jokowi-lagi-di-pilpres-2019</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/03/03/337/1867415/ada-pola-sistematis-mendorong-prabowo-lawan-jokowi-lagi-di-pilpres-2019</guid><pubDate>Sabtu 03 Maret 2018 10:49 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/03/337/1867415/ada-pola-sistematis-mendorong-prabowo-lawan-jokowi-lagi-di-pilpres-2019-9Brs7z8ljb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diskusi Polemik Sindotrijaya 'Jokowi, Pilpres dan Kita' (Fakhrizal/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/03/337/1867415/ada-pola-sistematis-mendorong-prabowo-lawan-jokowi-lagi-di-pilpres-2019-9Brs7z8ljb.jpg</image><title>Diskusi Polemik Sindotrijaya 'Jokowi, Pilpres dan Kita' (Fakhrizal/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat Politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, ada pola sistematis yang dijalankan sekarang untuk kembali membuat pertarungan antara Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Padahal, masih ada calon alternatif lainnya untuk mengubah peta politik.
Bila kembali bertarung dengan Jokowi sebagai petahana, maka Prabowo dipastikan akan kembali keok lantaran peta politik dapat diketahui.
&quot;Saya katakan sebetulnya masih banyak calon alternatif ada Pak Gatot (Nurmantyo), Rizal Ramli, ada Tuan Guru Bajang,&quot; kata Hendri dalam diskusi Sindo Trijaya bertajuk 'Jokowi, Pilpres, dan Kita' di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (3/3/2018).
Hendri menjelaskan, saat ini juga terjadi pola yang sistematis agar Jusuf Kalla (JK) tidak membentuk poros baru dan mendukung petahana.
Ia menduga, PDI Perjuangan akan menyodorkan nama kadernya agar mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. Menurut dia, trah Soekarno masih kental di kubu &amp;lsquo;banteng&amp;rsquo; yang dapat mendamping mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
(KLIK: Kumpulan Berita Pilpres 2019)
&quot;Seperti Prananda Prabowo dan Puan Maharani atau kader internal seperti Risma yang sudah tak disebut-sebut lagi,&quot; imbuhnya.
Hendri menilai, bahwa poros Istana sedang panik lantaran terjadi penurunan eletabilitas dari Jokowi sebagai modal politik untuk kembali maju sebagai calon kepala negara.
&quot;Ditambah lagi PKB seperti Cak Imin yang belum menyatakan dukungan padahal sudah deklarasi sebagai cawapres,&quot; tandasnya.


</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat Politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, ada pola sistematis yang dijalankan sekarang untuk kembali membuat pertarungan antara Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Padahal, masih ada calon alternatif lainnya untuk mengubah peta politik.
Bila kembali bertarung dengan Jokowi sebagai petahana, maka Prabowo dipastikan akan kembali keok lantaran peta politik dapat diketahui.
&quot;Saya katakan sebetulnya masih banyak calon alternatif ada Pak Gatot (Nurmantyo), Rizal Ramli, ada Tuan Guru Bajang,&quot; kata Hendri dalam diskusi Sindo Trijaya bertajuk 'Jokowi, Pilpres, dan Kita' di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (3/3/2018).
Hendri menjelaskan, saat ini juga terjadi pola yang sistematis agar Jusuf Kalla (JK) tidak membentuk poros baru dan mendukung petahana.
Ia menduga, PDI Perjuangan akan menyodorkan nama kadernya agar mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. Menurut dia, trah Soekarno masih kental di kubu &amp;lsquo;banteng&amp;rsquo; yang dapat mendamping mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
(KLIK: Kumpulan Berita Pilpres 2019)
&quot;Seperti Prananda Prabowo dan Puan Maharani atau kader internal seperti Risma yang sudah tak disebut-sebut lagi,&quot; imbuhnya.
Hendri menilai, bahwa poros Istana sedang panik lantaran terjadi penurunan eletabilitas dari Jokowi sebagai modal politik untuk kembali maju sebagai calon kepala negara.
&quot;Ditambah lagi PKB seperti Cak Imin yang belum menyatakan dukungan padahal sudah deklarasi sebagai cawapres,&quot; tandasnya.


</content:encoded></item></channel></rss>
