<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Ichsan Yasin Limpo Bawa Kesejahteraan bagi Masyarakat Gowa</title><description>Bukan hanya terkait angka kemiskinan dan pengangguran, mantan anggota DPRD Sulsel ini juga menyinggung tentang investor.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/03/340/1867478/cerita-ichsan-yasin-limpo-bawa-kesejahteraan-bagi-masyarakat-gowa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/03/03/340/1867478/cerita-ichsan-yasin-limpo-bawa-kesejahteraan-bagi-masyarakat-gowa"/><item><title>Cerita Ichsan Yasin Limpo Bawa Kesejahteraan bagi Masyarakat Gowa</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/03/340/1867478/cerita-ichsan-yasin-limpo-bawa-kesejahteraan-bagi-masyarakat-gowa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/03/03/340/1867478/cerita-ichsan-yasin-limpo-bawa-kesejahteraan-bagi-masyarakat-gowa</guid><pubDate>Sabtu 03 Maret 2018 15:42 WIB</pubDate><dc:creator>Prayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/03/340/1867478/cerita-ichsan-yasin-limpo-bawa-kesejahteraan-bagi-masyarakat-gowa-nzT7Cjt75j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cagub Pilkada Sulses Ichsan Yasin Limpo. Foto Okezone/Prayudha</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/03/340/1867478/cerita-ichsan-yasin-limpo-bawa-kesejahteraan-bagi-masyarakat-gowa-nzT7Cjt75j.jpg</image><title>Cagub Pilkada Sulses Ichsan Yasin Limpo. Foto Okezone/Prayudha</title></images><description>
BANTAENG &amp;ndash; Calon Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Ichsan Yasin Limpo menceritakan keberhasilannya membangun Kabupaten Gowa.
Ini disampaikannya saat berkampanye di Tanetea, Bantaeng, Sabtu (3/2/2018).
Ichsan Yasin yang menjabat dua peridode Bupati Gowa, itu menjelaskan bahwa dirinya ketika menjabat membuat program pendidikan gratis, Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) yang tidak mengenal tinggal kelas, Iman dan Takwa (Imtak) Indonesia.
Selain itu,  kata Ichsan, angka angka kemiskinan dan pengangguran menurun. Serta pemerintah Kabupaten Gowa mampu meraih enam kali Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)  secara berturut-turut.
&quot;Maafkan saya jika harus menyampaikan hal ini. Ini fakta bukan kabar. Faktanya di Gowa tidak ada sama sekali pungutan terhadap siswa di semua tingkatan. Kalau hanya kabar, di Bantaeng katanya ada juga program pendidikan gratis, tapi masyarakat belum merdeka karena masih ada pungutan di sekolah,&quot; kata Ichsan.
&quot;Jadi sekali lagi maafkan saya, jika fakta ini harus saya sampaikan. Jangan bandingkan Gowa dengan Bantaeng.  Bantaeng itu daerah kecil. Hanya satu kecamatan di Gowa sudah sebanding dengan satu kabupaten di Bantaeng,&quot; bebernya.

Ichsan yang berpasangan dengan Andi Mudzakkar ini yakin, jika dirinya yang memimpin Bantaeng selama 10 tahun, maka kemiskinan di Bantaeng akan berkurang.
Bukan hanya terkait angka kemiskinan dan pengangguran, mantan anggota DPRD Sulsel ini juga menyinggung tentang investor.
&quot;Di sini katanya banyak investor yang masuk membangun industri.  Seperti smelter,  industri pengalengan ikan, nikel.  Apakah betul itu ada?&quot; tanya IYL kepada warga masyarakat Bantaeng.
Masyarakat dengan antusias menjawab pertanyaan Ichsan.  &quot;Tidak ada yang terealisasi itu Pak.  Bohong itu. Hanya peletakan batu pertama saja, tapi wujudnya tidak ada,&quot; sahut warga yang hadir dalam kampanye.
Mendengar hal itu,  IYL menimpali. &quot;Artinya masyarakat di Bantaeng, belum sepenuhnya merdeka? Padahal ada Bupati di daerah ini justru ke Gowa,&quot; katanya.
Ichsan menyampaikan bahwa industri yang dibangun di Gowa harus mempekerjakan 70 lebih persen penduduk asli.
&quot;Makanya angka pengangguran dan kemiskinan di Gowa semakin menurun,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>
BANTAENG &amp;ndash; Calon Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Ichsan Yasin Limpo menceritakan keberhasilannya membangun Kabupaten Gowa.
Ini disampaikannya saat berkampanye di Tanetea, Bantaeng, Sabtu (3/2/2018).
Ichsan Yasin yang menjabat dua peridode Bupati Gowa, itu menjelaskan bahwa dirinya ketika menjabat membuat program pendidikan gratis, Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) yang tidak mengenal tinggal kelas, Iman dan Takwa (Imtak) Indonesia.
Selain itu,  kata Ichsan, angka angka kemiskinan dan pengangguran menurun. Serta pemerintah Kabupaten Gowa mampu meraih enam kali Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)  secara berturut-turut.
&quot;Maafkan saya jika harus menyampaikan hal ini. Ini fakta bukan kabar. Faktanya di Gowa tidak ada sama sekali pungutan terhadap siswa di semua tingkatan. Kalau hanya kabar, di Bantaeng katanya ada juga program pendidikan gratis, tapi masyarakat belum merdeka karena masih ada pungutan di sekolah,&quot; kata Ichsan.
&quot;Jadi sekali lagi maafkan saya, jika fakta ini harus saya sampaikan. Jangan bandingkan Gowa dengan Bantaeng.  Bantaeng itu daerah kecil. Hanya satu kecamatan di Gowa sudah sebanding dengan satu kabupaten di Bantaeng,&quot; bebernya.

Ichsan yang berpasangan dengan Andi Mudzakkar ini yakin, jika dirinya yang memimpin Bantaeng selama 10 tahun, maka kemiskinan di Bantaeng akan berkurang.
Bukan hanya terkait angka kemiskinan dan pengangguran, mantan anggota DPRD Sulsel ini juga menyinggung tentang investor.
&quot;Di sini katanya banyak investor yang masuk membangun industri.  Seperti smelter,  industri pengalengan ikan, nikel.  Apakah betul itu ada?&quot; tanya IYL kepada warga masyarakat Bantaeng.
Masyarakat dengan antusias menjawab pertanyaan Ichsan.  &quot;Tidak ada yang terealisasi itu Pak.  Bohong itu. Hanya peletakan batu pertama saja, tapi wujudnya tidak ada,&quot; sahut warga yang hadir dalam kampanye.
Mendengar hal itu,  IYL menimpali. &quot;Artinya masyarakat di Bantaeng, belum sepenuhnya merdeka? Padahal ada Bupati di daerah ini justru ke Gowa,&quot; katanya.
Ichsan menyampaikan bahwa industri yang dibangun di Gowa harus mempekerjakan 70 lebih persen penduduk asli.
&quot;Makanya angka pengangguran dan kemiskinan di Gowa semakin menurun,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
