<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  3 Siswa Pelaku Bullying di SMPN 18 Tangsel Masih Jalani UTS   </title><description>Tiga siswa SMPN 18 yang diduga melakukan tindak perundungan (Bullying) belum mendapatkan sangsi dari pihak sekolah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/08/338/1869700/3-siswa-pelaku-bullying-di-smpn-18-tangsel-masih-jalani-uts</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/03/08/338/1869700/3-siswa-pelaku-bullying-di-smpn-18-tangsel-masih-jalani-uts"/><item><title>  3 Siswa Pelaku Bullying di SMPN 18 Tangsel Masih Jalani UTS   </title><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/08/338/1869700/3-siswa-pelaku-bullying-di-smpn-18-tangsel-masih-jalani-uts</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/03/08/338/1869700/3-siswa-pelaku-bullying-di-smpn-18-tangsel-masih-jalani-uts</guid><pubDate>Kamis 08 Maret 2018 14:56 WIB</pubDate><dc:creator>Hambali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/08/338/1869700/3-siswa-pelaku-bullying-di-smpn-18-tangsel-masih-jalani-uts-9HSSqDZaSY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: Illustrasi Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/08/338/1869700/3-siswa-pelaku-bullying-di-smpn-18-tangsel-masih-jalani-uts-9HSSqDZaSY.jpg</image><title>foto: Illustrasi Antara</title></images><description>
TANGSEL - Tiga siswa SMPN 18 yang diduga melakukan tindak perundungan (Bullying) terhadap siswa kelas IX berinisial, MS (14), belum mendapatkan sangsi dari pihak sekolah.

Ketiga pelaku berinisial, E, A dan J, nampak dibiarkan tetap mengikuti kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Sedangkan korban sendiri, saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Tangsel akibat luka memar dan lebam dibagian wajah.

&quot;Karena masih UTS (Ujian Tengah Semester), kami berikan mereka (3 pelaku) kesempatan ujian dulu,&quot; terang Ngaisah, guru bimbingan konseling SMPN 18, Kamis (8/3/2018).

Dijelaskan Ngaisah, pihak sekolah sudah mengonfirmasi pengeroyokan itu kepada tiga muridnya E, A dan J. Bahkan pada hari Selasa, 6 Maret 2018, telah ada upaya mediasi yang dilakukan antara korban dan 3 pelaku melalui orang tua masing-masing.

&quot;Jadi kami langsung panggil orang tua, disepakati untuk menempuh jalur kekeluargaan. Kalau itu dilaporkan ke polisi kami tidak paham. Kemarin sebenarnya kesepakatannya untuk musyawarah,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;(Baca juga: Korban Perundungan di Tangsel Urung Ikut Ujian Sekolah)
(Baca juga: Diduga Retak Tulang Wajah, Siswa Korban Bullying yang Dipukul Pakai Batu Akan Jalani CT Scan)
Menurut hasil penelusuran internal pihak sekolah, kejadian Bullying didasari atas kesalahpahaman antara 3 siswa kelas IX yang berbeda kelas dengan korban. Masalah itu dipicu ketika korban menolak ajakan ketiga pelaku untuk ikut dalam pertandingan futsal.

&quot;Jadi sebenarnya ini ada kesalahpahaman diantara mereka, mengenai pembayaran sewa lapangan Futsal,&quot; jelas Ngaisah.</description><content:encoded>
TANGSEL - Tiga siswa SMPN 18 yang diduga melakukan tindak perundungan (Bullying) terhadap siswa kelas IX berinisial, MS (14), belum mendapatkan sangsi dari pihak sekolah.

Ketiga pelaku berinisial, E, A dan J, nampak dibiarkan tetap mengikuti kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Sedangkan korban sendiri, saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Tangsel akibat luka memar dan lebam dibagian wajah.

&quot;Karena masih UTS (Ujian Tengah Semester), kami berikan mereka (3 pelaku) kesempatan ujian dulu,&quot; terang Ngaisah, guru bimbingan konseling SMPN 18, Kamis (8/3/2018).

Dijelaskan Ngaisah, pihak sekolah sudah mengonfirmasi pengeroyokan itu kepada tiga muridnya E, A dan J. Bahkan pada hari Selasa, 6 Maret 2018, telah ada upaya mediasi yang dilakukan antara korban dan 3 pelaku melalui orang tua masing-masing.

&quot;Jadi kami langsung panggil orang tua, disepakati untuk menempuh jalur kekeluargaan. Kalau itu dilaporkan ke polisi kami tidak paham. Kemarin sebenarnya kesepakatannya untuk musyawarah,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;(Baca juga: Korban Perundungan di Tangsel Urung Ikut Ujian Sekolah)
(Baca juga: Diduga Retak Tulang Wajah, Siswa Korban Bullying yang Dipukul Pakai Batu Akan Jalani CT Scan)
Menurut hasil penelusuran internal pihak sekolah, kejadian Bullying didasari atas kesalahpahaman antara 3 siswa kelas IX yang berbeda kelas dengan korban. Masalah itu dipicu ketika korban menolak ajakan ketiga pelaku untuk ikut dalam pertandingan futsal.

&quot;Jadi sebenarnya ini ada kesalahpahaman diantara mereka, mengenai pembayaran sewa lapangan Futsal,&quot; jelas Ngaisah.</content:encoded></item></channel></rss>
