<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>GNPF Ulama: Kami Dukung Langkah Polisi Meringkus Penyebar Hoaks</title><description>GNPF Ulama mengatakan siap membantu polisi untuk mengusut kasus penyebaran hoaks.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/09/337/1870101/gnpf-ulama-kami-dukung-langkah-polisi-meringkus-penyebar-hoaks</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/03/09/337/1870101/gnpf-ulama-kami-dukung-langkah-polisi-meringkus-penyebar-hoaks"/><item><title>GNPF Ulama: Kami Dukung Langkah Polisi Meringkus Penyebar Hoaks</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/09/337/1870101/gnpf-ulama-kami-dukung-langkah-polisi-meringkus-penyebar-hoaks</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/03/09/337/1870101/gnpf-ulama-kami-dukung-langkah-polisi-meringkus-penyebar-hoaks</guid><pubDate>Jum'at 09 Maret 2018 10:32 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/09/337/1870101/gnpf-ulama-kami-dukung-langkah-polisi-meringkus-penyebar-hoaks-1x4U4eYchf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aksi massa 55 di Jakarta (Fardi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/09/337/1870101/gnpf-ulama-kami-dukung-langkah-polisi-meringkus-penyebar-hoaks-1x4U4eYchf.jpg</image><title>Aksi massa 55 di Jakarta (Fardi/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Gerakan Nasional Pendukung Fatwa (GNPF) Ulama, Ustad Yusuf Muhammad Martak mengatakan, Islam tidak mengajarkan kabar bohong alias hoaks, sehingga mendukung pihak kepolisian untuk meringkus penyebar kabar bohong.

&quot;Islam tidak mengajarkan kabar bohong. Oleh karena itu, kami mendukung langkah pihak kepolisian untuk meringkus penyebar kabar bohong,&quot; ujar Yusuf di Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Menurut dia, langkah tegas pihak kepolisian tersebut tentunya akan membuat kepercayaan publik kepada pihak kepolisian semakin meningkat.

&quot;Polisi memang harus selangkah lebih cepat dari masyarakat untuk menangkap penghina ulama dan penista agama. Jangan sampai rakyat ribut, gara-gara diperlakukan tidak adil.&quot;

Yusuf yakin pihak kepolisian pasti memiliki data mengenai akun siapa saja yang suka menyebarkan kabar bohong dan juga meminta pihak kepolisian tidak tebang pilih.

&quot;Polisi pasti sudah punya data, siapa saja, mari kita dukung untuk bersih-bersih penyebar kabar bohong. Kami siap memberikan data agar polisi juga meringkus siapa pun yang menjadi kompor politik nasional&quot;.

Sebelumnya, pakar komunikasi dari Universitas Indonesia, Irwansyah, mengatakan fenomena kelompok yang menyebarkan kabar bohong merupakan salah satu fenomena yang berkembang seiring dengan menguatnya keyakinan seseorang dan komunitas tertentu.

&quot;Ini merupakan fenomena menguatnya keyakinan seseorang dan komunitas tertentu dalam masyarakat yang saling terhubung dengan teknologi media berjaringan yang semakin personal,&quot; kata Irwansyah.

Menariknya, kata Irwansyah, karena Indonesia pada 2019 akan menyelenggarakan Pemilu Legislatif dan Pilpres, maka dalam kurun waktu 2018 dan 2019 ini diperkirakan akan kental dengan politisasi agama.

&quot;Hal ini karena aktor, media saluran komunikasi, dan pesan (yang bersifat politik) mudah diarahkan dan mengarah kepada kawan dan lawan politik dalam menuju instabilitas pertahanan dan keamanan,&quot; jelas Irwansyah.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMy8wOC8xLzEwOTk0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Gerakan Nasional Pendukung Fatwa (GNPF) Ulama, Ustad Yusuf Muhammad Martak mengatakan, Islam tidak mengajarkan kabar bohong alias hoaks, sehingga mendukung pihak kepolisian untuk meringkus penyebar kabar bohong.

&quot;Islam tidak mengajarkan kabar bohong. Oleh karena itu, kami mendukung langkah pihak kepolisian untuk meringkus penyebar kabar bohong,&quot; ujar Yusuf di Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Menurut dia, langkah tegas pihak kepolisian tersebut tentunya akan membuat kepercayaan publik kepada pihak kepolisian semakin meningkat.

&quot;Polisi memang harus selangkah lebih cepat dari masyarakat untuk menangkap penghina ulama dan penista agama. Jangan sampai rakyat ribut, gara-gara diperlakukan tidak adil.&quot;

Yusuf yakin pihak kepolisian pasti memiliki data mengenai akun siapa saja yang suka menyebarkan kabar bohong dan juga meminta pihak kepolisian tidak tebang pilih.

&quot;Polisi pasti sudah punya data, siapa saja, mari kita dukung untuk bersih-bersih penyebar kabar bohong. Kami siap memberikan data agar polisi juga meringkus siapa pun yang menjadi kompor politik nasional&quot;.

Sebelumnya, pakar komunikasi dari Universitas Indonesia, Irwansyah, mengatakan fenomena kelompok yang menyebarkan kabar bohong merupakan salah satu fenomena yang berkembang seiring dengan menguatnya keyakinan seseorang dan komunitas tertentu.

&quot;Ini merupakan fenomena menguatnya keyakinan seseorang dan komunitas tertentu dalam masyarakat yang saling terhubung dengan teknologi media berjaringan yang semakin personal,&quot; kata Irwansyah.

Menariknya, kata Irwansyah, karena Indonesia pada 2019 akan menyelenggarakan Pemilu Legislatif dan Pilpres, maka dalam kurun waktu 2018 dan 2019 ini diperkirakan akan kental dengan politisasi agama.

&quot;Hal ini karena aktor, media saluran komunikasi, dan pesan (yang bersifat politik) mudah diarahkan dan mengarah kepada kawan dan lawan politik dalam menuju instabilitas pertahanan dan keamanan,&quot; jelas Irwansyah.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMy8wOC8xLzEwOTk0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
