<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tank TNI yang Tenggelam di Sungai Bogowonto Ternyata Bukan Jenis Amfibi</title><description>Meski bukan jenis amfibi, tank TNI yang kecelakaan dan tenggelam di Sungai Bogowonto bisa beroperasi di Sungai.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/11/512/1870897/tank-tni-yang-tenggelam-di-sungai-bogowonto-ternyata-bukan-jenis-amfibi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/03/11/512/1870897/tank-tni-yang-tenggelam-di-sungai-bogowonto-ternyata-bukan-jenis-amfibi"/><item><title>Tank TNI yang Tenggelam di Sungai Bogowonto Ternyata Bukan Jenis Amfibi</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/11/512/1870897/tank-tni-yang-tenggelam-di-sungai-bogowonto-ternyata-bukan-jenis-amfibi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/03/11/512/1870897/tank-tni-yang-tenggelam-di-sungai-bogowonto-ternyata-bukan-jenis-amfibi</guid><pubDate>Minggu 11 Maret 2018 00:03 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/10/512/1870897/tank-tni-yang-tenggelam-di-sungai-bogowonto-ternyata-bukan-jenis-amfibi-wWpgsVk8uF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Istimewa.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/10/512/1870897/tank-tni-yang-tenggelam-di-sungai-bogowonto-ternyata-bukan-jenis-amfibi-wWpgsVk8uF.jpg</image><title>Foto: Istimewa.</title></images><description>SEMARANG - Tank atau kendaraan lapis baja milik TNI AD terperosok hingga tenggelam di Sungai Bogowonto, Kabupaten Purworejo, Jateng. Meski bukan termasuk jenis amfibi, namun tank itu disebut mampu berjalan di air hingga kedalaman tertentu dan sudah biasa digunakan berlatih.
&quot;Bukan (amfibi). Secara teknis tank mampu melakukan untuk itu (berjalan di kawasan berair atau sungai). Tank itu juga sudah biasa melakukan latihan-latihan di medan-medan seperti itu,&quot; kata Kadispenad Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh, Sabtu (10/3/2018).
Pihak TNI menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Investigasi akan juga menitikberatkan pada faktor teknis di antaranya kontur tanah sungai yang makin lunak setelah diguyur hujan akhir-akhir ini.
(Baca juga: Kronologi Tank TNI Bawa Anak TK Tenggelam di Sungai Bogowonto)
&quot;Kita lihat apakah terlalu dalam (sungai), apa terjadi perubahan (kontur tanah) di situ? Kita ingin tahu apa memang ada kesalahan di situ, misalnya sudah melebihi batas kondisi yang bisa dilalui. Kita belum bisa berandai-andai. Kalau sudah selesai penyelidikan, nanti bisa dilihat di lokasi memang begini atau apakah ada kesalahan pengemudi,&quot; jelasnya.

(Lokasi kejadian)
Sebelumnya diberitakan, kecelakaan tank di sungai berada di belakang  Markas Yonif Mekanis Raider 412/6/2 Kostrad itu mengakibatkan dua orang  meninggal. Peristiwa nahas itu bermula dari kegiatan outbound anak-anak TK dan Paud yang salah satu kegiatannya yaitu berkeliling asrama menggunakan Ranpur.
(Baca juga: Tank TNI Tenggelam di Bogowonto Purworejo, Kostrad Akui Bertanggung Jawab)
Kronologi kejadian berawal saat puluhan anak-anak itu diajak ke  garasi  untuk dikenalkan dengan kendaraan lapis baja tersebut.  Selanjutnya  dengan menaiki tiga tank, mereka menuju Sungai Bogowonto.  Setiap tank  dinaiki sekira 20 penumpang.
Tank pertama dan ketiga berhasil berjalan mulus. Nahas, tank  kedua yang  diawaki lima anggota TNI dan 17 penumpang terdiri 16 siswa  serta satu  guru, tergelincir hingga tenggelam.</description><content:encoded>SEMARANG - Tank atau kendaraan lapis baja milik TNI AD terperosok hingga tenggelam di Sungai Bogowonto, Kabupaten Purworejo, Jateng. Meski bukan termasuk jenis amfibi, namun tank itu disebut mampu berjalan di air hingga kedalaman tertentu dan sudah biasa digunakan berlatih.
&quot;Bukan (amfibi). Secara teknis tank mampu melakukan untuk itu (berjalan di kawasan berair atau sungai). Tank itu juga sudah biasa melakukan latihan-latihan di medan-medan seperti itu,&quot; kata Kadispenad Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh, Sabtu (10/3/2018).
Pihak TNI menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Investigasi akan juga menitikberatkan pada faktor teknis di antaranya kontur tanah sungai yang makin lunak setelah diguyur hujan akhir-akhir ini.
(Baca juga: Kronologi Tank TNI Bawa Anak TK Tenggelam di Sungai Bogowonto)
&quot;Kita lihat apakah terlalu dalam (sungai), apa terjadi perubahan (kontur tanah) di situ? Kita ingin tahu apa memang ada kesalahan di situ, misalnya sudah melebihi batas kondisi yang bisa dilalui. Kita belum bisa berandai-andai. Kalau sudah selesai penyelidikan, nanti bisa dilihat di lokasi memang begini atau apakah ada kesalahan pengemudi,&quot; jelasnya.

(Lokasi kejadian)
Sebelumnya diberitakan, kecelakaan tank di sungai berada di belakang  Markas Yonif Mekanis Raider 412/6/2 Kostrad itu mengakibatkan dua orang  meninggal. Peristiwa nahas itu bermula dari kegiatan outbound anak-anak TK dan Paud yang salah satu kegiatannya yaitu berkeliling asrama menggunakan Ranpur.
(Baca juga: Tank TNI Tenggelam di Bogowonto Purworejo, Kostrad Akui Bertanggung Jawab)
Kronologi kejadian berawal saat puluhan anak-anak itu diajak ke  garasi  untuk dikenalkan dengan kendaraan lapis baja tersebut.  Selanjutnya  dengan menaiki tiga tank, mereka menuju Sungai Bogowonto.  Setiap tank  dinaiki sekira 20 penumpang.
Tank pertama dan ketiga berhasil berjalan mulus. Nahas, tank  kedua yang  diawaki lima anggota TNI dan 17 penumpang terdiri 16 siswa  serta satu  guru, tergelincir hingga tenggelam.</content:encoded></item></channel></rss>
