<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sandi Minta Warga Jakarta Setop Pakai Air Tanah, Ganti dengan PAM</title><description>Sandiaga meminta seluruh warga DKI menghentikan pemakaian air tanah dan menggantnya dengan air PAM.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/13/338/1871936/sandi-minta-warga-jakarta-setop-pakai-air-tanah-ganti-dengan-pam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/03/13/338/1871936/sandi-minta-warga-jakarta-setop-pakai-air-tanah-ganti-dengan-pam"/><item><title>Sandi Minta Warga Jakarta Setop Pakai Air Tanah, Ganti dengan PAM</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/13/338/1871936/sandi-minta-warga-jakarta-setop-pakai-air-tanah-ganti-dengan-pam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/03/13/338/1871936/sandi-minta-warga-jakarta-setop-pakai-air-tanah-ganti-dengan-pam</guid><pubDate>Selasa 13 Maret 2018 11:34 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/13/338/1871936/sandi-minta-warga-jakarta-setop-pakai-air-tanah-ganti-dengan-pam-tFYlpm9Vwb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/13/338/1871936/sandi-minta-warga-jakarta-setop-pakai-air-tanah-ganti-dengan-pam-tFYlpm9Vwb.jpg</image><title>Wagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta sedang gencar melakukan razia terhadap gedung-gedung pencakar langit di Ibu Kota terkait pengoperasian air tanah. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno mengajak seluruh masyarakat untuk menghentikan pemakaian air tanah di  rumah.
Sebab, kata Sandi, penurunan kontur tanah di Jakarta sudah mencapai ke  tingkat mengkhawatirkan. &quot;Dan kita mau sekarang juga seluruh masyarakat  (terlibat dalam) gerakan saling mengingatkan, tetangga juga untuk setop  mengambil air tanah. Karena penurunan muka tanah kita disebabkan oleh  penyedotan air tanah,&quot; kata Sandi di Gedung Teknis, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (13/3/2018).
Sandi mendorong penggunaan air PAM untuk penggunaan pribadi.  Karena penggunaan air tanah yang terlalu banyak bisa menimbulkan  kerugian untuk kehidupan jangka panjang. &quot;Dan itu bisa dihindari dengan lebih disiplinnya kita mengelola  air kita. Gunakan air PAM. Kita dorong PAM untuk berinvestasi untuk  pipanisasinya. Dan kita setop untuk mengambil air tanah,&quot; ujarnya.
(Baca juga: Cek Pengelolaan Sumur Resapan, Anies Sambangi Hotel Sari Pan Pacific)
Tak hanya memberi instruksi, Sandi juga akan menyetop pemakaian air tanah di rumahnya, dan mengganti dengan air PAM. &quot;Rumah saya ternyata ada sumur air tanah juga. Jadi ini yang kita mau matikan. Mau tukar semuanya kepada air dari PAM,&quot; tegas Sandi.
Pemprov DKI Jakarta meminta pemilik gedung bertingkat menyediakan sumur resapan, mengelola air limbah, dan menghentikan  penggunaan air tanah. Tim pengawasan terpadu akan merazia satu per satu  gedung mulai 12 Maret hingga 21 Maret 2018.
(Baca juga: Pemprov DKI Razia Puluhan Gedung Bertingkat)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, sejak 6 Februari lalu  dirinya telah mengeluarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) No279Tahun2018  yang isinya membentuk tim pengawasan terpadu penyediaan sumur resapan  dan instalasi pengolahan air limbah serta pemanfaatan air tanah di  bangunan/ gedung dan perumahan.
Tim akan terbagi menjadi lima dengan masing-masing tim berjumlah 10  orang. Mereka akan mendatangi gedung-gedung untuk memastikan gedung  telah menaati aturan. Selama pemeriksaan yang berlangsung sekitar dua  pekan itu tidak akan ada penindakan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMi8xNS8xLzEwOTEzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta sedang gencar melakukan razia terhadap gedung-gedung pencakar langit di Ibu Kota terkait pengoperasian air tanah. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno mengajak seluruh masyarakat untuk menghentikan pemakaian air tanah di  rumah.
Sebab, kata Sandi, penurunan kontur tanah di Jakarta sudah mencapai ke  tingkat mengkhawatirkan. &quot;Dan kita mau sekarang juga seluruh masyarakat  (terlibat dalam) gerakan saling mengingatkan, tetangga juga untuk setop  mengambil air tanah. Karena penurunan muka tanah kita disebabkan oleh  penyedotan air tanah,&quot; kata Sandi di Gedung Teknis, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (13/3/2018).
Sandi mendorong penggunaan air PAM untuk penggunaan pribadi.  Karena penggunaan air tanah yang terlalu banyak bisa menimbulkan  kerugian untuk kehidupan jangka panjang. &quot;Dan itu bisa dihindari dengan lebih disiplinnya kita mengelola  air kita. Gunakan air PAM. Kita dorong PAM untuk berinvestasi untuk  pipanisasinya. Dan kita setop untuk mengambil air tanah,&quot; ujarnya.
(Baca juga: Cek Pengelolaan Sumur Resapan, Anies Sambangi Hotel Sari Pan Pacific)
Tak hanya memberi instruksi, Sandi juga akan menyetop pemakaian air tanah di rumahnya, dan mengganti dengan air PAM. &quot;Rumah saya ternyata ada sumur air tanah juga. Jadi ini yang kita mau matikan. Mau tukar semuanya kepada air dari PAM,&quot; tegas Sandi.
Pemprov DKI Jakarta meminta pemilik gedung bertingkat menyediakan sumur resapan, mengelola air limbah, dan menghentikan  penggunaan air tanah. Tim pengawasan terpadu akan merazia satu per satu  gedung mulai 12 Maret hingga 21 Maret 2018.
(Baca juga: Pemprov DKI Razia Puluhan Gedung Bertingkat)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, sejak 6 Februari lalu  dirinya telah mengeluarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) No279Tahun2018  yang isinya membentuk tim pengawasan terpadu penyediaan sumur resapan  dan instalasi pengolahan air limbah serta pemanfaatan air tanah di  bangunan/ gedung dan perumahan.
Tim akan terbagi menjadi lima dengan masing-masing tim berjumlah 10  orang. Mereka akan mendatangi gedung-gedung untuk memastikan gedung  telah menaati aturan. Selama pemeriksaan yang berlangsung sekitar dua  pekan itu tidak akan ada penindakan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMi8xNS8xLzEwOTEzNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
