<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketika Bima Arya Jadi Komika, Cerita soal Tukang Ojek dan Pengalaman Jadi Wali Kota</title><description>Dikenal tegas, ternyata Calon Wali Kota Bogor, Bima Arya juga bisa melucu saat lakukan stand up comedy</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/13/338/1872229/ketika-bima-arya-jadi-komika-cerita-soal-tukang-ojek-dan-pengalaman-jadi-wali-kota</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/03/13/338/1872229/ketika-bima-arya-jadi-komika-cerita-soal-tukang-ojek-dan-pengalaman-jadi-wali-kota"/><item><title>Ketika Bima Arya Jadi Komika, Cerita soal Tukang Ojek dan Pengalaman Jadi Wali Kota</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/13/338/1872229/ketika-bima-arya-jadi-komika-cerita-soal-tukang-ojek-dan-pengalaman-jadi-wali-kota</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/03/13/338/1872229/ketika-bima-arya-jadi-komika-cerita-soal-tukang-ojek-dan-pengalaman-jadi-wali-kota</guid><pubDate>Selasa 13 Maret 2018 18:56 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/13/338/1872229/ketika-bima-arya-jadi-komika-cerita-soal-tukang-ojek-dan-pengalaman-jadi-wali-kota-D5DaPLg6oe.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/13/338/1872229/ketika-bima-arya-jadi-komika-cerita-soal-tukang-ojek-dan-pengalaman-jadi-wali-kota-D5DaPLg6oe.jpg</image><title></title></images><description>BOGOR - Calon Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto dikenal sebagai sosok pemimpin muda yang tegas. Namun, di balik itu Walikota Bogor periode 2013-2018 ini rupanya memiliki selera humor yang cukup bagus. Hal itu dibuktikan saat dirinya diminta untuk ber-Stand Up Comedy dihadapan para pengunjung Seniman Stories Cafe, Kota Bogor, Jawa Barat.

Bima Arya mengaku ini merupakan penampilan pertama dirinya menjadi komika. Bahkan untuk menutupi rasa canggungnya, pria kelahiran Bogor, 17 Desember 1972 itu mencoba memulai Stand Up Comedy dengan bernyanyi lagu legendars 'To Love Somebody' dari Bee Gees.

&quot;Selamat malam semuanya. Agak &amp;lsquo;mengerikan&amp;rsquo; forum malam ini. Kita buka dengan nyanyi saja dulu ya. Gitar mana gitar. Tapi ini penontonnya zaman now, lagunya zaman old. Jadi, sebelum saya datang ke sini, saya tanya dulu rame ga? Rame katanya. Terus saya tanya lagi IMB-nya ada ga? Aman katanya,&quot; ungkap Bima, Senin (12/3/2018).



Bima Arya bercerita mengenai pengalamannya saat awal menjadi dosen di Universitas Paramadina. Ia mengaku untuk menuju kampus di kawasan Jakarta Pusat, suami dari Yane Ardian itu terlebih harus naik angkot dari rumahnya di kawasan Baranangsiang Indah, Bogor Timur ke Terminal Baranangsiang untuk naik bus menuju Cawang.

&quot;Kalau sudah sampai sana, harus naik angkutan lagi. Kalau lagi ga punya uang naik mikrolet 45, tapi kalau lagi ada uang lebih ya naik ojek. Yang bikin sebel pas nyampe, tukang ojeknya suka minta uang tambahan lagi,&quot; kata Bima.

Suatu sore, ketika dirinya harus pulang dari kampus karena ada urusan yang mendesak, Bima memilih untuk naik ojek dari kampus di Jalan Gatot Subroto menuju kawasan UKI.

&quot;Saat itu buru-buru, padahal uang yang saya punya pas-pasan. Saya pilih naik ojek biar cepat. Deal ongkos ojek Rp10 ribu tanpa tambahan. Begitu bayar, saya langsung pergi ngejar bus. Tapi diteriakin sama tukang ojek, &amp;lsquo;Pak.. Pak.. Pak.&amp;rsquo; Saya kesal, terus saya marahin. Saya pikir dia mau minta uang tambahan, ternyata tukang ojek itu minta helm yang saya pakai di lepas dulu,&quot; cerita Bima, disambut riuh tawa penonton.



Bima Arya pun bercerita banyak hal mengenai pengalamannya menjadi Wali Kota Bogor selama ini. Ia menyatakan bahwa sisi lain teknologi smartphone menjadi 'siksaan' yang luar biasa.

&quot;Bayangin zaman Almarhum Presiden Soeharto, zaman almarhum Walikota Bogor Suratman (1989) dan zaman seluruh walikota Bogor lainnya, di mana belum ada WA (Whatsapp) group, belum ada kamera ponsel, nikmat banget rasanya. Sekarang, ada yang bisa nebak ga saya punya WA group berapa? 10? 20?. Saya itu sekarang punya WA Group sekitar 400-an. Dan Apa dahsyatnya WA group? Ngundang ga minta izin, tapi kalau left grup dikejar terus sampai balik lagi,&quot; paparnya.

Bima juga memberikan tips untuk keluar WA grup. &quot;Strateginya, saya left grup subuh-subuh atau dinihari pas ga ada orang yang liat. Kalau siang kan rame. Akhirnya saya terapkan strategi itu, kadang-kadang saya sengaja bangun tengah malam untuk left grup-grup yang ribet. Begitu left, eh ternyata ada yang japri juga. Ternyata ada orang yang selesai tahajud liat saya left terus langsung japri. Jadi intinya saya tidak pernah berhasil keluar dari WA grup,&quot; ungkap Bima.

Masih tentang ponsel, seperti diketahui Bima Arya disaat pertama  menjabat sebagai Walikota Bogor menyebarkan nomor ponsel pribadinya ke  publik. Karena itu, banyak warga yang curhat dan melaporkan pelayanan  publik yang belum maksimal.

&quot;Saya ada yang WA, bunyinya &amp;lsquo;Hai, ini Pak Bima yach?.&amp;rsquo; Saya ga bales.  Terus dia WA lagi &amp;lsquo;bales dongs.&amp;rsquo; Pake S. Ujung-ujungnya dia WA lagi,  &amp;lsquo;Pak saya Ani dari SD Polisi 4.&amp;rsquo; Bayangin anak SD sudah bisa WA  walikotanya. Ini sering kejadian, saya suka juga balas satu-satu,&amp;rdquo;  katanya.

Tidak hanya di WA, di Twitter pun demikian. Bima Arya pernah dicaci  oleh seorang warga karena listrik di wilayahnya mati. &quot;Saya di-twit &amp;lsquo;Pak  Walikota harus banyak kerja, tolong jangan susahkan warga. Ini Mati  listrik, besok saya harus ujian.&amp;rsquo; Begitu kata dia. Ini orang tahu ga ya  urusan listrik itu urusan PLN, bukan walikota,&quot; tambahnya.

Banyak hal yang ia ceritakan Bima, termasuk menerima ratusan surat  setiap harinya. Mulai surat yang berisi urusan negara, urusan Kota  Bogor, sampai ke urusan percintaan. &quot;Bahkan, ada warga yang minta  dibelikan obat koreng. Artinya, apapaun tujuannya, ketika menulis untuk  walikota Insya Allah nyampe ke walikota. Tapi belum tentu semua bisa  terkabul,&quot; jelasnya.

Diakhir penampilannya, Bima Arya mengundang seseorang yang telah  menjadi belahan jiwanya sejak belasan tahun terakhir. Sosok ini, kata  Bima, setia mendampingi dirinya saat belum menjadi apa-apa. &quot;Belum jadi  walikota, belum jadi pengamat, didampingi. Ini orang luar biasa  konyolnya. Mau tau orangnya yang mana? Silahkan berdiri ke sini Pak  Syamsul,&quot; kata Bima,

Ya, Syamsul merupakan sopir pribadi Bima Arya sejak 13 tahun yang lalu, sepulang Bima dari menyelesaikan kuliah S3 di Australia.

&quot;Ini kisah yang tidak pernah saya lupakan bersama Pak Syamsul. Mau  pulang jam 5 sore, saya buka pintu mobil, terus saya masukin tas. Begitu  mau naik dibelakang temen saya manggil. Saya tutup pintu dulu, terus  ngobrol sama temen. Begitu ngobrol saya liat, kok mobil jalan. Mungkin  pikir saya mau ke depan beli sesuatu,&quot; ungkapnya.

Selang 10 menit, sopir dan mobil tak kunjung datang. Bima pun mencoba  untuk menghubungi Syamsul. &quot;Pas saya telepon rupanya sudah ada di tol.  Alasannya tadi kan pintu dibuka terus sudah ditutup. Biasanya kalau di  tutup bapak udah di dalem, jadi berangkatlah dia,&quot; pungkasnya.
</description><content:encoded>BOGOR - Calon Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto dikenal sebagai sosok pemimpin muda yang tegas. Namun, di balik itu Walikota Bogor periode 2013-2018 ini rupanya memiliki selera humor yang cukup bagus. Hal itu dibuktikan saat dirinya diminta untuk ber-Stand Up Comedy dihadapan para pengunjung Seniman Stories Cafe, Kota Bogor, Jawa Barat.

Bima Arya mengaku ini merupakan penampilan pertama dirinya menjadi komika. Bahkan untuk menutupi rasa canggungnya, pria kelahiran Bogor, 17 Desember 1972 itu mencoba memulai Stand Up Comedy dengan bernyanyi lagu legendars 'To Love Somebody' dari Bee Gees.

&quot;Selamat malam semuanya. Agak &amp;lsquo;mengerikan&amp;rsquo; forum malam ini. Kita buka dengan nyanyi saja dulu ya. Gitar mana gitar. Tapi ini penontonnya zaman now, lagunya zaman old. Jadi, sebelum saya datang ke sini, saya tanya dulu rame ga? Rame katanya. Terus saya tanya lagi IMB-nya ada ga? Aman katanya,&quot; ungkap Bima, Senin (12/3/2018).



Bima Arya bercerita mengenai pengalamannya saat awal menjadi dosen di Universitas Paramadina. Ia mengaku untuk menuju kampus di kawasan Jakarta Pusat, suami dari Yane Ardian itu terlebih harus naik angkot dari rumahnya di kawasan Baranangsiang Indah, Bogor Timur ke Terminal Baranangsiang untuk naik bus menuju Cawang.

&quot;Kalau sudah sampai sana, harus naik angkutan lagi. Kalau lagi ga punya uang naik mikrolet 45, tapi kalau lagi ada uang lebih ya naik ojek. Yang bikin sebel pas nyampe, tukang ojeknya suka minta uang tambahan lagi,&quot; kata Bima.

Suatu sore, ketika dirinya harus pulang dari kampus karena ada urusan yang mendesak, Bima memilih untuk naik ojek dari kampus di Jalan Gatot Subroto menuju kawasan UKI.

&quot;Saat itu buru-buru, padahal uang yang saya punya pas-pasan. Saya pilih naik ojek biar cepat. Deal ongkos ojek Rp10 ribu tanpa tambahan. Begitu bayar, saya langsung pergi ngejar bus. Tapi diteriakin sama tukang ojek, &amp;lsquo;Pak.. Pak.. Pak.&amp;rsquo; Saya kesal, terus saya marahin. Saya pikir dia mau minta uang tambahan, ternyata tukang ojek itu minta helm yang saya pakai di lepas dulu,&quot; cerita Bima, disambut riuh tawa penonton.



Bima Arya pun bercerita banyak hal mengenai pengalamannya menjadi Wali Kota Bogor selama ini. Ia menyatakan bahwa sisi lain teknologi smartphone menjadi 'siksaan' yang luar biasa.

&quot;Bayangin zaman Almarhum Presiden Soeharto, zaman almarhum Walikota Bogor Suratman (1989) dan zaman seluruh walikota Bogor lainnya, di mana belum ada WA (Whatsapp) group, belum ada kamera ponsel, nikmat banget rasanya. Sekarang, ada yang bisa nebak ga saya punya WA group berapa? 10? 20?. Saya itu sekarang punya WA Group sekitar 400-an. Dan Apa dahsyatnya WA group? Ngundang ga minta izin, tapi kalau left grup dikejar terus sampai balik lagi,&quot; paparnya.

Bima juga memberikan tips untuk keluar WA grup. &quot;Strateginya, saya left grup subuh-subuh atau dinihari pas ga ada orang yang liat. Kalau siang kan rame. Akhirnya saya terapkan strategi itu, kadang-kadang saya sengaja bangun tengah malam untuk left grup-grup yang ribet. Begitu left, eh ternyata ada yang japri juga. Ternyata ada orang yang selesai tahajud liat saya left terus langsung japri. Jadi intinya saya tidak pernah berhasil keluar dari WA grup,&quot; ungkap Bima.

Masih tentang ponsel, seperti diketahui Bima Arya disaat pertama  menjabat sebagai Walikota Bogor menyebarkan nomor ponsel pribadinya ke  publik. Karena itu, banyak warga yang curhat dan melaporkan pelayanan  publik yang belum maksimal.

&quot;Saya ada yang WA, bunyinya &amp;lsquo;Hai, ini Pak Bima yach?.&amp;rsquo; Saya ga bales.  Terus dia WA lagi &amp;lsquo;bales dongs.&amp;rsquo; Pake S. Ujung-ujungnya dia WA lagi,  &amp;lsquo;Pak saya Ani dari SD Polisi 4.&amp;rsquo; Bayangin anak SD sudah bisa WA  walikotanya. Ini sering kejadian, saya suka juga balas satu-satu,&amp;rdquo;  katanya.

Tidak hanya di WA, di Twitter pun demikian. Bima Arya pernah dicaci  oleh seorang warga karena listrik di wilayahnya mati. &quot;Saya di-twit &amp;lsquo;Pak  Walikota harus banyak kerja, tolong jangan susahkan warga. Ini Mati  listrik, besok saya harus ujian.&amp;rsquo; Begitu kata dia. Ini orang tahu ga ya  urusan listrik itu urusan PLN, bukan walikota,&quot; tambahnya.

Banyak hal yang ia ceritakan Bima, termasuk menerima ratusan surat  setiap harinya. Mulai surat yang berisi urusan negara, urusan Kota  Bogor, sampai ke urusan percintaan. &quot;Bahkan, ada warga yang minta  dibelikan obat koreng. Artinya, apapaun tujuannya, ketika menulis untuk  walikota Insya Allah nyampe ke walikota. Tapi belum tentu semua bisa  terkabul,&quot; jelasnya.

Diakhir penampilannya, Bima Arya mengundang seseorang yang telah  menjadi belahan jiwanya sejak belasan tahun terakhir. Sosok ini, kata  Bima, setia mendampingi dirinya saat belum menjadi apa-apa. &quot;Belum jadi  walikota, belum jadi pengamat, didampingi. Ini orang luar biasa  konyolnya. Mau tau orangnya yang mana? Silahkan berdiri ke sini Pak  Syamsul,&quot; kata Bima,

Ya, Syamsul merupakan sopir pribadi Bima Arya sejak 13 tahun yang lalu, sepulang Bima dari menyelesaikan kuliah S3 di Australia.

&quot;Ini kisah yang tidak pernah saya lupakan bersama Pak Syamsul. Mau  pulang jam 5 sore, saya buka pintu mobil, terus saya masukin tas. Begitu  mau naik dibelakang temen saya manggil. Saya tutup pintu dulu, terus  ngobrol sama temen. Begitu ngobrol saya liat, kok mobil jalan. Mungkin  pikir saya mau ke depan beli sesuatu,&quot; ungkapnya.

Selang 10 menit, sopir dan mobil tak kunjung datang. Bima pun mencoba  untuk menghubungi Syamsul. &quot;Pas saya telepon rupanya sudah ada di tol.  Alasannya tadi kan pintu dibuka terus sudah ditutup. Biasanya kalau di  tutup bapak udah di dalem, jadi berangkatlah dia,&quot; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
