<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  Indonesia Masuki Musim Kemarau, BMKG: Waspadai Karhutla &amp; Kekeringan   </title><description>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi pada  bulan April akan memasuki musim kemarau di seluruh wilayah Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/15/338/1873170/indonesia-masuki-musim-kemarau-bmkg-waspadai-karhutla-kekeringan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/03/15/338/1873170/indonesia-masuki-musim-kemarau-bmkg-waspadai-karhutla-kekeringan"/><item><title>  Indonesia Masuki Musim Kemarau, BMKG: Waspadai Karhutla &amp; Kekeringan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/15/338/1873170/indonesia-masuki-musim-kemarau-bmkg-waspadai-karhutla-kekeringan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/03/15/338/1873170/indonesia-masuki-musim-kemarau-bmkg-waspadai-karhutla-kekeringan</guid><pubDate>Kamis 15 Maret 2018 14:29 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/15/338/1873170/indonesia-masuki-musim-kemarau-bmkg-waspadai-karhutla-kekeringan-rb9TGuabmw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi Kekeringan (foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/15/338/1873170/indonesia-masuki-musim-kemarau-bmkg-waspadai-karhutla-kekeringan-rb9TGuabmw.jpg</image><title>Illustrasi Kekeringan (foto: Shutterstock)</title></images><description>

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi pada bulan April akan memasuki musim kemarau di seluruh wilayah Indonesia.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, meski kemarau terjadi pada bulan April mendatang namun curah hujan masih terjadi sekira 55 Mili meter perbulan masih saja terjadi dibeberapa wilayah.

&quot;Artinya bulan Maret ini telah memasuki musim hujan berarti Maret ini masih menenggah dan tinggi curah hujannya, namun April ini curah hujan semakin rendah. Dalam satu bulan bisa mencapai 55 mm,&quot; katanya di Kantor BMKG, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis  (15/3/2018).

Dwi menerangkan, pada awalnya musim kemarau terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bali kemudian melebar ke beberapa wilayah lainnya.

&quot;Jadi Mei mulai meluas kemarau nya tidak di Nusa Tenggara tapi di Jawa dan Papua pojok selatan. Sementara Sumatera juga udah masuk kemarau meskipun tidak serendah Nusa Tengggara,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;(Baca juga: BMKG Prediksi Musim Kemarau Mulai Terjadi April 2018)
Pada umumnya puncak kemarau akan terjadi bulan Juni hingga September, meskipun puncak kemarau yang akan terjadi tidak serempak di seluruh wilayah Indonesia.

&quot;Puncaknya tidak serempak, namun secara umum dari bulan Juni hingga September, khusus di lokasi Gambut seperti di Sumatera dan Kalimantan terjadi dari bulan Juli hingga Agustus, sedangkan di Jakarta mulai masuk kemarau bulan April puncaknya Juli sampai Agustus,&quot; tuturnya.

Adapun yang perlu harus diwaspadai masyarakat pada saat musim kemarau datang, sangat rentan bencana kekeringan yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

&quot;Pada saat puncak musim kemarau di wilayah Indonesia perlu diwaspadai untuk daerah-daerah yang rentan terhadap bencana kekeringan, karhutla. Untuk musim kemarau tahun 2018 diprakirakan tidak separah musim kemarau tahun 2015 karena sampai dengan pertengahan tahun 2018 iklim di Indonesia masih dipengaruhi La Nina lemah, sehingga kemarau tahun ini  akan berimplikasi positif pada tanaman palawija dan tanaman semusim yang tidak teralu memerlukan banyak air,&quot; tutupnya.
</description><content:encoded>

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi pada bulan April akan memasuki musim kemarau di seluruh wilayah Indonesia.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, meski kemarau terjadi pada bulan April mendatang namun curah hujan masih terjadi sekira 55 Mili meter perbulan masih saja terjadi dibeberapa wilayah.

&quot;Artinya bulan Maret ini telah memasuki musim hujan berarti Maret ini masih menenggah dan tinggi curah hujannya, namun April ini curah hujan semakin rendah. Dalam satu bulan bisa mencapai 55 mm,&quot; katanya di Kantor BMKG, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis  (15/3/2018).

Dwi menerangkan, pada awalnya musim kemarau terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bali kemudian melebar ke beberapa wilayah lainnya.

&quot;Jadi Mei mulai meluas kemarau nya tidak di Nusa Tenggara tapi di Jawa dan Papua pojok selatan. Sementara Sumatera juga udah masuk kemarau meskipun tidak serendah Nusa Tengggara,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;(Baca juga: BMKG Prediksi Musim Kemarau Mulai Terjadi April 2018)
Pada umumnya puncak kemarau akan terjadi bulan Juni hingga September, meskipun puncak kemarau yang akan terjadi tidak serempak di seluruh wilayah Indonesia.

&quot;Puncaknya tidak serempak, namun secara umum dari bulan Juni hingga September, khusus di lokasi Gambut seperti di Sumatera dan Kalimantan terjadi dari bulan Juli hingga Agustus, sedangkan di Jakarta mulai masuk kemarau bulan April puncaknya Juli sampai Agustus,&quot; tuturnya.

Adapun yang perlu harus diwaspadai masyarakat pada saat musim kemarau datang, sangat rentan bencana kekeringan yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

&quot;Pada saat puncak musim kemarau di wilayah Indonesia perlu diwaspadai untuk daerah-daerah yang rentan terhadap bencana kekeringan, karhutla. Untuk musim kemarau tahun 2018 diprakirakan tidak separah musim kemarau tahun 2015 karena sampai dengan pertengahan tahun 2018 iklim di Indonesia masih dipengaruhi La Nina lemah, sehingga kemarau tahun ini  akan berimplikasi positif pada tanaman palawija dan tanaman semusim yang tidak teralu memerlukan banyak air,&quot; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
