<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Kerjasama dengan BI dan Interpol Bongkar Kasus Skimming ATM BRI</title><description>Polisi bekerjasama dengan BI dan Interpol dalam mengusut skimming ATM Bank BRI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/17/337/1874198/polisi-kerjasama-dengan-bi-dan-interpol-bongkar-kasus-skimming-atm-bri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/03/17/337/1874198/polisi-kerjasama-dengan-bi-dan-interpol-bongkar-kasus-skimming-atm-bri"/><item><title>Polisi Kerjasama dengan BI dan Interpol Bongkar Kasus Skimming ATM BRI</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/17/337/1874198/polisi-kerjasama-dengan-bi-dan-interpol-bongkar-kasus-skimming-atm-bri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/03/17/337/1874198/polisi-kerjasama-dengan-bi-dan-interpol-bongkar-kasus-skimming-atm-bri</guid><pubDate>Sabtu 17 Maret 2018 15:45 WIB</pubDate><dc:creator>Badriyanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/17/337/1874198/polisi-kerjasama-dengan-bi-dan-interpol-bongkar-kasus-skimming-atm-bri-PWj7P77Zgg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Para pelaku skimming 64 bank, termasuk Bank BRI. (Foto: Aprilio/Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/17/337/1874198/polisi-kerjasama-dengan-bi-dan-interpol-bongkar-kasus-skimming-atm-bri-PWj7P77Zgg.jpg</image><title>Para pelaku skimming 64 bank, termasuk Bank BRI. (Foto: Aprilio/Antara)</title></images><description>JAKARTA - Aparat Polda Metro Jaya terus mengembangkan kasus pembobolan ATM Bank BRI dengan metode skimming oleh jaringan internasional. Masing-masing pelaku berinisial FH (26)  asal Hungaria, sedangkan IRT (27), LN (27) dan ASC (34) warga negara  Romania, dibantu MK (29) seorang wanita warga negara Indonesia (WNI).
Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes  Nico Afinta menyampaikan, akan berkoordinasi dengan pihak Bank  Indonesia (BI) dan Interpol untuk menyelidiki adanya peran orang lain  yang menikmati hasil kejahatan para pelaku.
&quot;Kami akan bekerja  sama dengan pihak perbankan, BI dan Interpol untuk mengembangkan kasus  ini,&quot; kata Nico di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (17/3/2018).
Dikatakan Nico, berdasarkan hasil penelusuran pihaknya, para  pelaku ternyata mentransfer uang hasil kejahatannya ke luar negeri.  Mereka hanya menarik sebagian untuk kebutuhan sewa hotel dan makan  setiap hari, selebihnya ditransfer ke luar negeri dan sebagian juga  melalui Bitcoin.
(Baca juga: Sindikat Skimming &quot;Bobol&quot; 64 Bank Luar dan Dalam Negeri)
&quot;Ketika mengambil uang ini, mereka jarang diambil cash,  semuanya hampir polanya ditransfer kemudian setelah ditransfer ada  sebagian yang dipindahkan ke Bitcoin untuk mempersulit penyidikan yang  dilakukan oleh Polri,&quot; jelasnya.
Diketahui juga, ternyata alat-alat yang digunakan para pelaku itu  berasal dari luar negeri. Para pelaku yang ada di Indonesia hanya  sebagai pelaksana, atau yang biasa meraka sebut 'tim operasional'. Namun  begitu, polisi masih belum mengetahui otak di balik kejahatan tersebut.
(Baca juga: Peran Wanita Indonesia Anggota Sindikat Luar Negeri Kasus Skimming ATM Bank BRI)
Sebelumnya  Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo  Yuwono  mengungkapkan, selain Bank BRI juga terdapat puluhan bank  lainnya,  baik di luar maupun dalam negeri yang telah menjadi korban  skimming atau dibobol oleh komplotan pelaku jaringan Internasional  tersebut.   &quot;Saya tambahkan, ini ada 64 bank di dalam dan luar negeri yang menjadi  korban,&quot; kata Argo di Mapolda Metro Jaya.
Sementara itu, jumlah  pasti total keuntungan yang mereka peroleh selama  ini masih sedang  didalami oleh penyidik bersama pihak BI. Dugaan sementara, meraka telah  berhasil mengumpulkan miliaran  rupiah yang kemudian ditransfer ke luar  negeri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot;  height=&quot;340&quot;  src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMy8xNy8xLzExMDE4OS8wLw==&quot;  frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Aparat Polda Metro Jaya terus mengembangkan kasus pembobolan ATM Bank BRI dengan metode skimming oleh jaringan internasional. Masing-masing pelaku berinisial FH (26)  asal Hungaria, sedangkan IRT (27), LN (27) dan ASC (34) warga negara  Romania, dibantu MK (29) seorang wanita warga negara Indonesia (WNI).
Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes  Nico Afinta menyampaikan, akan berkoordinasi dengan pihak Bank  Indonesia (BI) dan Interpol untuk menyelidiki adanya peran orang lain  yang menikmati hasil kejahatan para pelaku.
&quot;Kami akan bekerja  sama dengan pihak perbankan, BI dan Interpol untuk mengembangkan kasus  ini,&quot; kata Nico di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (17/3/2018).
Dikatakan Nico, berdasarkan hasil penelusuran pihaknya, para  pelaku ternyata mentransfer uang hasil kejahatannya ke luar negeri.  Mereka hanya menarik sebagian untuk kebutuhan sewa hotel dan makan  setiap hari, selebihnya ditransfer ke luar negeri dan sebagian juga  melalui Bitcoin.
(Baca juga: Sindikat Skimming &quot;Bobol&quot; 64 Bank Luar dan Dalam Negeri)
&quot;Ketika mengambil uang ini, mereka jarang diambil cash,  semuanya hampir polanya ditransfer kemudian setelah ditransfer ada  sebagian yang dipindahkan ke Bitcoin untuk mempersulit penyidikan yang  dilakukan oleh Polri,&quot; jelasnya.
Diketahui juga, ternyata alat-alat yang digunakan para pelaku itu  berasal dari luar negeri. Para pelaku yang ada di Indonesia hanya  sebagai pelaksana, atau yang biasa meraka sebut 'tim operasional'. Namun  begitu, polisi masih belum mengetahui otak di balik kejahatan tersebut.
(Baca juga: Peran Wanita Indonesia Anggota Sindikat Luar Negeri Kasus Skimming ATM Bank BRI)
Sebelumnya  Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo  Yuwono  mengungkapkan, selain Bank BRI juga terdapat puluhan bank  lainnya,  baik di luar maupun dalam negeri yang telah menjadi korban  skimming atau dibobol oleh komplotan pelaku jaringan Internasional  tersebut.   &quot;Saya tambahkan, ini ada 64 bank di dalam dan luar negeri yang menjadi  korban,&quot; kata Argo di Mapolda Metro Jaya.
Sementara itu, jumlah  pasti total keuntungan yang mereka peroleh selama  ini masih sedang  didalami oleh penyidik bersama pihak BI. Dugaan sementara, meraka telah  berhasil mengumpulkan miliaran  rupiah yang kemudian ditransfer ke luar  negeri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot;  height=&quot;340&quot;  src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMy8xNy8xLzExMDE4OS8wLw==&quot;  frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
