<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Akses Wisata Gunung Bromo Longsor, Wisatawan Dialihkan ke Jalur Alternatif</title><description>Pihak terkait menyediakan jalur alternatif bagi para wisatawan di Gunung Bromo.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/19/519/1874604/akses-wisata-gunung-bromo-longsor-wisatawan-dialihkan-ke-jalur-alternatif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/03/19/519/1874604/akses-wisata-gunung-bromo-longsor-wisatawan-dialihkan-ke-jalur-alternatif"/><item><title>Akses Wisata Gunung Bromo Longsor, Wisatawan Dialihkan ke Jalur Alternatif</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/19/519/1874604/akses-wisata-gunung-bromo-longsor-wisatawan-dialihkan-ke-jalur-alternatif</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/03/19/519/1874604/akses-wisata-gunung-bromo-longsor-wisatawan-dialihkan-ke-jalur-alternatif</guid><pubDate>Senin 19 Maret 2018 07:05 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/19/519/1874604/akses-wisata-gunung-bromo-longsor-wisatawan-dialihkan-ke-jalur-alternatif-eGGxgl67i7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/19/519/1874604/akses-wisata-gunung-bromo-longsor-wisatawan-dialihkan-ke-jalur-alternatif-eGGxgl67i7.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>PROBOLINGGO - Akses jalan menuju objek wisata  Gunung Bromo di ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut dari Desa Ngadisari,  Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur tertutup tanah longsor sejak Minggu 18 Maret 2018.
Sebagian tebing di timur jalan utama menuju laut pasir di Dusun  Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura tiba-tiba longsor dan  menutupi seluruh badan jalan, sehingga seluruh moda transportasi tidak  dapat menggunakan jalur tersebut. Camat Sukapura Yulius  Christian mengatakan, pihaknya melakukan koordinasi dengan forum  komunikasi pimpinan kecamatan, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,  kepala desa dan masyarakat pelaku usaha wisata sebagai langkah awal  pendataan bencana longsor. &quot;Melalui sarana komunikasi yang  ada, kami telah mendapatkan data material longsor yang menutup jalur  menuju lautan pasir di Gunung Bromo itu setebal 20 meter dengan lebar 6  meter dan panjang 50 meter, sehingga membutuhkan alat berat untuk  membersihkannya,&quot; katanya di Probolinggo. Pihaknya telah mengirim laporan awal kepada Sekretaris Kabupaten  Probolinggo, melakukan koordinasi dengan Kepala BPBD Kabupaten  Probolinggo dan Kepala Dinas PUPR, serta Taman Nasional Bromo Tengger  Semeru untuk mendapatkan bantuan alat berat guna memindahkan material  longsor.
(Baca juga: Jalur Wisata Gunung Bromo Tertimbun Longsor)
&quot;Koordinasi cepat penanganan longsor yang menutup  badan jalan di jalur Cemoro Lawang lautan pasir telah dilakukan Pemkab  Probolinggo dan alat berat yang akan membersihkan material longsor telah  siaga di sekitar lokasi bencana,&quot; tuturnya. Namun,  masyarakat Tengger yang sedang melaksanakan ibadah Hari Raya Nyepi  mengusulkan agar pembersihan material longsor dilaksanakan pada hari ini, Senin  (19/3/2018), setelah rangkaian ibadah umat Hindu selesai dilaksanakan. &quot;Hasil rapat koordinasi dengan sejumlah tokoh adat dan dukun  pandita masyarakat Tengger yakni pembersihan material longsor sebaiknya  baru dilakukan pada Senin dengan dua pertimbangan untuk  menghormati adat warga Tengger,&quot; katanya.
Ia menjelaskan  pertimbangan pertama yakni masyarakat masih melakukan  ritual &quot;Ngembak  Geni&quot; untuk menyempurnakan seluruh rangkaian ibadah  Nyepi 1940 Saka pada  Minggu dan alasan kedua yakni akses jalan yang  tertutup material  longsor termasuk salah satu di antara sekian daerah  yang disucikan oleh  warga Tengger, sehingga kendaraan roda 2 dan roda 4  dari arah Cemoro  Lawang menuju lautan pasir selama rangkaian ritual  Nyepi belum dapat  diizinkan melintas termasuk eskavator dan truk yang  akan beraktifitas di  sekitar bencana longsor. Sementara  Sekretaris Kabupaten  Probolinggo Soeparwiyono mengatakan pihaknya  langsung berkomunikasi  dengan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten  Probolinggo Anung Widiarto dan  Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo  Prijono untuk segera memandu  pembersihan longsor, agar wisatawan dapat  berkunjung ke Gunung Bromo. &quot;Untuk pelayanan wisatawan yang akan  melihat Gunung Bromo sudah  dicarikan jalur dan pemandangan alternatif  yakni ke Mentigen dan Seruni  Point,&quot; katanya.</description><content:encoded>PROBOLINGGO - Akses jalan menuju objek wisata  Gunung Bromo di ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut dari Desa Ngadisari,  Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur tertutup tanah longsor sejak Minggu 18 Maret 2018.
Sebagian tebing di timur jalan utama menuju laut pasir di Dusun  Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura tiba-tiba longsor dan  menutupi seluruh badan jalan, sehingga seluruh moda transportasi tidak  dapat menggunakan jalur tersebut. Camat Sukapura Yulius  Christian mengatakan, pihaknya melakukan koordinasi dengan forum  komunikasi pimpinan kecamatan, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,  kepala desa dan masyarakat pelaku usaha wisata sebagai langkah awal  pendataan bencana longsor. &quot;Melalui sarana komunikasi yang  ada, kami telah mendapatkan data material longsor yang menutup jalur  menuju lautan pasir di Gunung Bromo itu setebal 20 meter dengan lebar 6  meter dan panjang 50 meter, sehingga membutuhkan alat berat untuk  membersihkannya,&quot; katanya di Probolinggo. Pihaknya telah mengirim laporan awal kepada Sekretaris Kabupaten  Probolinggo, melakukan koordinasi dengan Kepala BPBD Kabupaten  Probolinggo dan Kepala Dinas PUPR, serta Taman Nasional Bromo Tengger  Semeru untuk mendapatkan bantuan alat berat guna memindahkan material  longsor.
(Baca juga: Jalur Wisata Gunung Bromo Tertimbun Longsor)
&quot;Koordinasi cepat penanganan longsor yang menutup  badan jalan di jalur Cemoro Lawang lautan pasir telah dilakukan Pemkab  Probolinggo dan alat berat yang akan membersihkan material longsor telah  siaga di sekitar lokasi bencana,&quot; tuturnya. Namun,  masyarakat Tengger yang sedang melaksanakan ibadah Hari Raya Nyepi  mengusulkan agar pembersihan material longsor dilaksanakan pada hari ini, Senin  (19/3/2018), setelah rangkaian ibadah umat Hindu selesai dilaksanakan. &quot;Hasil rapat koordinasi dengan sejumlah tokoh adat dan dukun  pandita masyarakat Tengger yakni pembersihan material longsor sebaiknya  baru dilakukan pada Senin dengan dua pertimbangan untuk  menghormati adat warga Tengger,&quot; katanya.
Ia menjelaskan  pertimbangan pertama yakni masyarakat masih melakukan  ritual &quot;Ngembak  Geni&quot; untuk menyempurnakan seluruh rangkaian ibadah  Nyepi 1940 Saka pada  Minggu dan alasan kedua yakni akses jalan yang  tertutup material  longsor termasuk salah satu di antara sekian daerah  yang disucikan oleh  warga Tengger, sehingga kendaraan roda 2 dan roda 4  dari arah Cemoro  Lawang menuju lautan pasir selama rangkaian ritual  Nyepi belum dapat  diizinkan melintas termasuk eskavator dan truk yang  akan beraktifitas di  sekitar bencana longsor. Sementara  Sekretaris Kabupaten  Probolinggo Soeparwiyono mengatakan pihaknya  langsung berkomunikasi  dengan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten  Probolinggo Anung Widiarto dan  Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo  Prijono untuk segera memandu  pembersihan longsor, agar wisatawan dapat  berkunjung ke Gunung Bromo. &quot;Untuk pelayanan wisatawan yang akan  melihat Gunung Bromo sudah  dicarikan jalur dan pemandangan alternatif  yakni ke Mentigen dan Seruni  Point,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
