<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Militer Taiwan Bayangi Rombongan Kapal Induk China</title><description>Presiden Chna, Xi Jinping memperingatkan Taiwan atas konsekuensi dari upaya pemisahan diri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/21/18/1876032/militer-taiwan-bayangi-rombongan-kapal-induk-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/03/21/18/1876032/militer-taiwan-bayangi-rombongan-kapal-induk-china"/><item><title>Militer Taiwan Bayangi Rombongan Kapal Induk China</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/21/18/1876032/militer-taiwan-bayangi-rombongan-kapal-induk-china</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/03/21/18/1876032/militer-taiwan-bayangi-rombongan-kapal-induk-china</guid><pubDate>Rabu 21 Maret 2018 20:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/21/18/1876032/militer-taiwan-bayangi-rombongan-kapal-induk-china-bVFadge7pa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapal Induk China, Liaoning. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/21/18/1876032/militer-taiwan-bayangi-rombongan-kapal-induk-china-bVFadge7pa.jpg</image><title>Kapal Induk China, Liaoning. (Foto: Reuters)</title></images><description>TAIPEI - Taiwan telah mengirimkan kapal dan pesawatnya untuk mengikuti dan mengintai kelompok kapal induk China yang berlayar melalui selat Taiwan. Tindakan tersebut dilakukan sehari setelah Presiden China, Xi Jingping mengingatkan Taipei mengenai konsekuensi dari upaya separatisme bagi negara pulau tersebut.
BACA JUGA: China Peringatkan Taiwan agar Tidak Pisahkan Diri
China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya yang suci dan menganggap pulau otonomi itu sebagai salah satu provinsinya. Pada Selasa, Presiden China, Xi Jinping mengatakan, Taiwan akan menghadapi hukuman sejarah atas upaya apa pun untuk memisahkan diri.
Dalam pernyataan yang dilansir Reuters, Rabu (21/3/2018), Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, sekelompok kapal militer China yang dipimpin oleh kapal induk Liaoning telah memasuki perairan Taiwan pada Selasa malam. Pada Rabu siang, kelompok kapal itu telah meninggalkan zona identifikasi pertahanan udara menuju ke barat daya.
Kapal-kapal tersebut diduga merupakan bagian dari latihan militer yang dilakukan China. Taiwan mengirimkan kapal dan pesawat untuk mengungtit rombongan kapal China itu, tetapi tidak menemukan sesuatu yang harus membuat Taipei waspada.
Latihan militer di sekitar wilayah Taiwan bukanlah hal yang baru dilakukan oleh China. Pada Januari, Liaoning melintas Selat Taiwan dua kali sebagai bagian dari latiha rutin. Taipei mengatakan bahwa China semakin sering melakukan latihan militer di sekitar negaranya dalam sekira setahun terakhir.
Beijing menduga Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen berusaha untuk melakukan pemisahan diri dan mendeklarasikan kemerdekaan Taiwan yang menjadi sebuah batasan yang tak boleh dilewati bagi Pemerintah China. Tsai sendiri mengatakan bahwa dia hanya ingin mempertahankan status quo.
Kantor Urusan Taiwan di China pada Senin menyampaikan kemarahannya atas pernyataan Perdana Menteri Taiwan, William Lai yang mendeskripsikan pulau itu sebagai sebuah negara merdeka yang berdaulat. Pernyataan Lai itu dianggap sebagai sebuah provokasi serius terhadap Beijing.
BACA JUGA: Tanggapi Presiden Tsai Ing-wen, Kapal Induk China Berlayar di Selat Taiwan
China juga marah dengan undang-undang yang ditandatangani pekan lalu oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mendorong Amerika Serikat untuk mengirim pejabat senior ke Taiwan untuk bertemu dengan mitranya dari Taiwan, dan sebaliknya.</description><content:encoded>TAIPEI - Taiwan telah mengirimkan kapal dan pesawatnya untuk mengikuti dan mengintai kelompok kapal induk China yang berlayar melalui selat Taiwan. Tindakan tersebut dilakukan sehari setelah Presiden China, Xi Jingping mengingatkan Taipei mengenai konsekuensi dari upaya separatisme bagi negara pulau tersebut.
BACA JUGA: China Peringatkan Taiwan agar Tidak Pisahkan Diri
China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya yang suci dan menganggap pulau otonomi itu sebagai salah satu provinsinya. Pada Selasa, Presiden China, Xi Jinping mengatakan, Taiwan akan menghadapi hukuman sejarah atas upaya apa pun untuk memisahkan diri.
Dalam pernyataan yang dilansir Reuters, Rabu (21/3/2018), Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, sekelompok kapal militer China yang dipimpin oleh kapal induk Liaoning telah memasuki perairan Taiwan pada Selasa malam. Pada Rabu siang, kelompok kapal itu telah meninggalkan zona identifikasi pertahanan udara menuju ke barat daya.
Kapal-kapal tersebut diduga merupakan bagian dari latihan militer yang dilakukan China. Taiwan mengirimkan kapal dan pesawat untuk mengungtit rombongan kapal China itu, tetapi tidak menemukan sesuatu yang harus membuat Taipei waspada.
Latihan militer di sekitar wilayah Taiwan bukanlah hal yang baru dilakukan oleh China. Pada Januari, Liaoning melintas Selat Taiwan dua kali sebagai bagian dari latiha rutin. Taipei mengatakan bahwa China semakin sering melakukan latihan militer di sekitar negaranya dalam sekira setahun terakhir.
Beijing menduga Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen berusaha untuk melakukan pemisahan diri dan mendeklarasikan kemerdekaan Taiwan yang menjadi sebuah batasan yang tak boleh dilewati bagi Pemerintah China. Tsai sendiri mengatakan bahwa dia hanya ingin mempertahankan status quo.
Kantor Urusan Taiwan di China pada Senin menyampaikan kemarahannya atas pernyataan Perdana Menteri Taiwan, William Lai yang mendeskripsikan pulau itu sebagai sebuah negara merdeka yang berdaulat. Pernyataan Lai itu dianggap sebagai sebuah provokasi serius terhadap Beijing.
BACA JUGA: Tanggapi Presiden Tsai Ing-wen, Kapal Induk China Berlayar di Selat Taiwan
China juga marah dengan undang-undang yang ditandatangani pekan lalu oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mendorong Amerika Serikat untuk mengirim pejabat senior ke Taiwan untuk bertemu dengan mitranya dari Taiwan, dan sebaliknya.</content:encoded></item></channel></rss>
