<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Uang Tunai Langka, Kota di Venezuela Terbitkan Mata Uang Sendiri</title><description>Uang tersebut diterbitkan karena tidak ada uang tunai bolivar yang beredar pada festival di Elzora.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/22/18/1876091/uang-tunai-langka-kota-di-venezuela-terbitkan-mata-uang-sendiri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/03/22/18/1876091/uang-tunai-langka-kota-di-venezuela-terbitkan-mata-uang-sendiri"/><item><title>Uang Tunai Langka, Kota di Venezuela Terbitkan Mata Uang Sendiri</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/22/18/1876091/uang-tunai-langka-kota-di-venezuela-terbitkan-mata-uang-sendiri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/03/22/18/1876091/uang-tunai-langka-kota-di-venezuela-terbitkan-mata-uang-sendiri</guid><pubDate>Kamis 22 Maret 2018 02:01 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi BBC Indonesia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/21/18/1876091/uang-tunai-langka-kota-di-venezuela-terbitkan-mata-uang-sendiri-0R4Oj4FLKh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Twitter/@JOSEAGUERRA </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/21/18/1876091/uang-tunai-langka-kota-di-venezuela-terbitkan-mata-uang-sendiri-0R4Oj4FLKh.jpg</image><title>Foto: Twitter/@JOSEAGUERRA </title></images><description>ELZORA - Di tengah kelangkaan uang tunai di Venezuela, sebuah kota di bagian barat negeri itu mulai menerbitkan mata uangnya sendiri.
BACA JUGA: Kekurangan Makanan, Pencuri Gondol Hewan dari Bonbin untuk Dimakan
Pemerintah kota Elorza berharap mata uang tersebut akan mempermudah warga maupun pendatang untuk melakukan jual-beli selama festival kota, yang dimulai pada Senin, 19 Maret.
Mereka mengatakan, hiperinflasi parah dan kelangkaan bolivar&amp;mdash;mata uang nasional Venezuela&amp;mdash;telah berdampak pada perniagaan di Elorza.

'Uang tidak mengalir'&amp;nbsp; 
Uang kertas yang diterbitkan di Elorza bergambar wajah pahlawan kemerdekaan Jos&amp;eacute; Andr&amp;eacute;s Elorza.
&quot;Orang-orang tidak punya bolivar untuk dibelanjakan, karena itu kami membuat uang kertas dengan dua denominasi... dan kami telah menjual senilai 2 miliar bolivar,&quot; kata Walikota Solfreddy Sol&amp;oacute;rzano, dari partai yang berkuasa, PSUV.
Wirausahawan lokal Canuto Garcia menjelaskan bahwa Elorza terpikir ide tersebut setelah menyadari bahwa di festival lokal yang diadakan kota terdekat &quot;uang tidak mengalir&quot;.
&quot;Sekarang siapapun yang ingin sekadar beli permen atau bahkan semua potongan daging sapi dalam barbeku, bisa melakukannya,&quot; kata Garcia, yang sehari-hari bekerja sebagai peternak hewan.
Venezuela mengalami tingkat inflasi tertinggi di dunia. Selama setahun sampai akhir Februari 2018, harga di Venezuela melonjak lebih dari 6.000%, menurut estimasi Majelis Nasional, yang didominasi kelompok oposisi.
Transaksi uang tunai warga Venezuela telah dibatasi 10.000 bolivar per orang per hari, yang setara dengan kurang dari lima sen AS di pasar gelap.
Di pasar gelap, Elorza senilai 2 miliar bolivar yang dijual pemerintah lokal setara dengan sekitar Rp123juta.
Warga dan pendatang bisa membeli Elorza lewat transfer bank atau membayar dengan kartu debit di kantor walikota, sehingga tak perlu membawa berbundel-bundel bolivar.

Uang kembali
Pemerintah lokal mengambil komisi sebesar 8 persen tapi berkata  mereka akan menawarkan pembayaran kembali untuk Elorza yang tidak  terpakai. Pedagang bisa membawa pendapatan mereka dalam Elorza ke kantor  walikota pada akhir hari kerja, dan bolivar dengan nilai yang setara  akan ditransfer ke akun bank mereka.
Elorza bukan kota pertama di Venezuela yang terpikir untuk mencetak uangnya sendiri.
Pada Desember, warga daerah El Panal di Caracas menerbitkan uang  kertas bernama panale, yang dapat ditukarkan dengan beras yang ditanam  di daerah tersebut.
Pengkritik pemerintah Presiden Nicolas Maduro menyalahkan kebijakan  kontrol mata uang yang digulirkan Presiden Hugo Chavez 15 tahun lalu  sebagai penyebab hiperinflasi parah di Venezuela.
BACA JUGA: Remaja Venezuela Tewas Tertembak dalam Penjarahan Truk Pengangkut Terigu
Namun pemerintah mengatakan perang ekonomi yang dilancarkan  negara-negara &quot;imperialis&quot; terhadap Venezuela serta para pengusaha jahat  di negara Amerika Selatan tersebut patut disalahkan, selain  penyelundupan mata uang ke negara tetangga, Kolombia.</description><content:encoded>ELZORA - Di tengah kelangkaan uang tunai di Venezuela, sebuah kota di bagian barat negeri itu mulai menerbitkan mata uangnya sendiri.
BACA JUGA: Kekurangan Makanan, Pencuri Gondol Hewan dari Bonbin untuk Dimakan
Pemerintah kota Elorza berharap mata uang tersebut akan mempermudah warga maupun pendatang untuk melakukan jual-beli selama festival kota, yang dimulai pada Senin, 19 Maret.
Mereka mengatakan, hiperinflasi parah dan kelangkaan bolivar&amp;mdash;mata uang nasional Venezuela&amp;mdash;telah berdampak pada perniagaan di Elorza.

'Uang tidak mengalir'&amp;nbsp; 
Uang kertas yang diterbitkan di Elorza bergambar wajah pahlawan kemerdekaan Jos&amp;eacute; Andr&amp;eacute;s Elorza.
&quot;Orang-orang tidak punya bolivar untuk dibelanjakan, karena itu kami membuat uang kertas dengan dua denominasi... dan kami telah menjual senilai 2 miliar bolivar,&quot; kata Walikota Solfreddy Sol&amp;oacute;rzano, dari partai yang berkuasa, PSUV.
Wirausahawan lokal Canuto Garcia menjelaskan bahwa Elorza terpikir ide tersebut setelah menyadari bahwa di festival lokal yang diadakan kota terdekat &quot;uang tidak mengalir&quot;.
&quot;Sekarang siapapun yang ingin sekadar beli permen atau bahkan semua potongan daging sapi dalam barbeku, bisa melakukannya,&quot; kata Garcia, yang sehari-hari bekerja sebagai peternak hewan.
Venezuela mengalami tingkat inflasi tertinggi di dunia. Selama setahun sampai akhir Februari 2018, harga di Venezuela melonjak lebih dari 6.000%, menurut estimasi Majelis Nasional, yang didominasi kelompok oposisi.
Transaksi uang tunai warga Venezuela telah dibatasi 10.000 bolivar per orang per hari, yang setara dengan kurang dari lima sen AS di pasar gelap.
Di pasar gelap, Elorza senilai 2 miliar bolivar yang dijual pemerintah lokal setara dengan sekitar Rp123juta.
Warga dan pendatang bisa membeli Elorza lewat transfer bank atau membayar dengan kartu debit di kantor walikota, sehingga tak perlu membawa berbundel-bundel bolivar.

Uang kembali
Pemerintah lokal mengambil komisi sebesar 8 persen tapi berkata  mereka akan menawarkan pembayaran kembali untuk Elorza yang tidak  terpakai. Pedagang bisa membawa pendapatan mereka dalam Elorza ke kantor  walikota pada akhir hari kerja, dan bolivar dengan nilai yang setara  akan ditransfer ke akun bank mereka.
Elorza bukan kota pertama di Venezuela yang terpikir untuk mencetak uangnya sendiri.
Pada Desember, warga daerah El Panal di Caracas menerbitkan uang  kertas bernama panale, yang dapat ditukarkan dengan beras yang ditanam  di daerah tersebut.
Pengkritik pemerintah Presiden Nicolas Maduro menyalahkan kebijakan  kontrol mata uang yang digulirkan Presiden Hugo Chavez 15 tahun lalu  sebagai penyebab hiperinflasi parah di Venezuela.
BACA JUGA: Remaja Venezuela Tewas Tertembak dalam Penjarahan Truk Pengangkut Terigu
Namun pemerintah mengatakan perang ekonomi yang dilancarkan  negara-negara &quot;imperialis&quot; terhadap Venezuela serta para pengusaha jahat  di negara Amerika Selatan tersebut patut disalahkan, selain  penyelundupan mata uang ke negara tetangga, Kolombia.</content:encoded></item></channel></rss>
