<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Karolin, Dokter Cantik yang Ikut Bertarung di Pilgub Kalbar 2018</title><description>Karolin dikenal memiliki sosok yang pemberani dan menjalankan pekerjaan dengan baik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/25/337/1877582/mengenal-karolin-dokter-cantik-yang-ikut-bertarung-di-pilgub-kalbar-2018</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/03/25/337/1877582/mengenal-karolin-dokter-cantik-yang-ikut-bertarung-di-pilgub-kalbar-2018"/><item><title>Mengenal Karolin, Dokter Cantik yang Ikut Bertarung di Pilgub Kalbar 2018</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/25/337/1877582/mengenal-karolin-dokter-cantik-yang-ikut-bertarung-di-pilgub-kalbar-2018</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/03/25/337/1877582/mengenal-karolin-dokter-cantik-yang-ikut-bertarung-di-pilgub-kalbar-2018</guid><pubDate>Minggu 25 Maret 2018 12:01 WIB</pubDate><dc:creator>Amril Amarullah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/25/337/1877582/mengenal-karolin-dokter-cantik-yang-ikut-bertarung-di-pilgub-kalbar-2018-K8lOYZ8ZBe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cagub Kalbar Karolin Margret Natasa (Foto: Amril Amarullah/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/25/337/1877582/mengenal-karolin-dokter-cantik-yang-ikut-bertarung-di-pilgub-kalbar-2018-K8lOYZ8ZBe.jpg</image><title>Cagub Kalbar Karolin Margret Natasa (Foto: Amril Amarullah/Okezone)</title></images><description>SOSOK Karolin Margret Natasa dikenal sebagai politisi muda, cantik, pintar dan pemberani.  Diusianya yang baru 36 tahun, wanita ini bagai bintang terang. Ia bukan hanya dikenal di Kalimantan Barat (Kalbar), bahkan di Senayan Karolin adalah anggota dewan yang cukup vokal menyuarakan aspirasi masyarakat.
Mengawali karir sebagai seorang dokter pemerintah, Karolin dikenal sebagai sosok tegas, gaya bicaranya lantang, bahkan tidak segan memarahi siapapun bila dianggap tidak bisa menjalankan pekerjaan dengan baik.
Karolin yan merupakan anak pertama dari Cornelis, mantan Gubenur Kalbar 2 periode ini, memiliki pengaruh besar di dunia politik. Meski terbilang orang baru di pentas politik, tetapi dia bukanlah politisi karbitan. Bakat pemimpin sudah terlihat ketika dia aktif berorganisasi saat menempuh Pendidikan Universitas Atma Jaya, Jakarta di Fakultas Kedokteran. Waktu itu usianya masih 20, Karolin muda sudah menjabat sebagai Sekjen Pemuda Katolik di Perhimpunan Mahasiswa Katolik Atma Jaya Republik Indonesia (PMKRI).
&amp;nbsp;
Karir politik Karolin terlihat ketika ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 2 periode, 2008-2013 dan 2014-209. Bahkan dengan perolehan suara yang fantastis terbesar nomor tiga se-Indonesia, yakni 397,481 suara, untuk daerah pemilihan Kalbar. Prestasi luar biasa biasa mampu mengalahkan Puan Maharani, seniornya.
&amp;nbsp;(Baca: Isu Konflik di Pilkada Kalbar Jadi Perhatian Khusus Cagub Karolin)
Kemenangan Karolin ini tentu tidak lepas dari strategi politiknya, selain karena anak dari orang nomor satu di Kalbar, juga paras cantik dan pembawaannya yang energik dan sangat luwes bergaul dengan masyarakat membuat ia semakin dikenal. Boleh dikatakan ketika ia terpilih sebagai Bupati Landak periode 2017-2022, tidak lepas dari strategi kampanye politiknya di daerah-daerah, yang sudah terlebih dahulu dilakukannya ketika kampanye sebagai anggota DPR RI.
Kemenangan mutlak saat bertarung  di Pilbup Landak dengan Raihan suara 96,62 persen, menjadi bukti bahwa Karolin pandai menarik simpati masyarakat, dengan rajin melakukan blusukan dari kampung ke kampung maupun kota. Paras cantik dan rupawan  juga menjadi daya tarik tersendiri untuk kalangan pemilih muda yang jatuh hati dan menjatuhkan pilihannya.
Dalam setiap tur kampanyenya, Ia selalu mengatakan bahwa alasan terjun ke politik bukan karena faktor keluarga, atau desakan sang ayah, tetapi karena panggilan hati. &amp;ldquo;Saya terjun ke politik dan rela melepaskan pekerjaan sebagai dokter bukan karena desakan ayah saya yang juga politisi, tapi karena saya terpanggil untuk mengabdikan diri untuk masyarakat. Banyak hal yang bisa saya perbuat dan buktikan kepada masyarakat, khususnya di Kalimantan Barat, tanah kelahiran saya,&amp;rdquo; ujar wanita kelahiran Mempawah, Kalimanta Barat ini.Pada awalnya, Karolin mengaku tertarik terjun ke dunia politik ketika  masih aktif kuliah. Ia pun harus cuti 6 bulan lantaran ingin ikut  kampanye sang ayah dalam pemilihan Gubernur Kalbar pada 2008,  waktu itu  ia dipercaya sang ayah untuk menjadi juru kampanye (Jurkam) Cagub  Cornelis. Saat kampanye dan blusukan ia sudah terlihat aktif dan  memainkan perannya untuk memenangkan sang ayah. Berangkat dari situ,  setahun kemudian Karolin memberanikan maju di pemilihan legislatif  periode 2009-2014 dari PDIP.
Dengan segudang prestasi, setelah berhasil memenangkan pemilihan  Bupati Landak, PDIP kembali mempercayai Karolin untuk pulang kampung  memimpin rakyat yang lebih besar lagi, yakni Kalimantan Barat. &amp;ldquo;Ini  adalah tugas dari partai, Ibu Megawati menunjuk saya dengan beragam  pertimbangan dan juga berdasarkan hasil survei. Jadi bukan karena  desakan ayah saya, atau orang sebut politik dinasti, bukan itu,&amp;rdquo;  tegasnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya memang dites oleh Ibu Megawati, dimulai dari anggota DPR RI,  terus disuruh belajar lagi saat sekarang menjabat Bupati Landak, dan  sekarang dipercaya untuk ikut bertarung di Pilgub Kalbar melanjutkan  pembangunan yang telah dilakukan Pak Cornelis. Ini kesempatan baik dalam  upaya bersama-sama membangun negeri ini, khusus di Kalbar,&amp;rdquo;  terang  Karolin.
&amp;nbsp;(Baca juga: Pembangunan Perbatasan dan Pedalaman Kalbar Akan Jadi Fokus Utama Cagub Karolin)
Menurutnya, ini bukanlah proses yang instan, akan tetapi sudah  melalui proses yang Panjang. Terebih Karolin dianggap partai mampu  memimpin Kalbar ke depan. Jadi bukan karena politik dinasti atau  keserakahan untuk memimpin Kalbar.
Ia pun menyadari masih banyak yang belum terselesaikan di Kalbar, dan  harus diteruskan. Karena itulah Gubernur baru Kalbar nanti akan  menghadapi tugas berat, yakni melanjutkan pembangunan infrastruktur dan  SDM di pedalaman.
Sementara itu, di tengah kesibukannya dimasa kampanye dan menjadi  seorang pejabat, Karolin tetaplah seorang ibu dari dua anak, dan istri  yang memiliki suami juga seorang dokter. Bahkan di
tengah kampanye, anak keduanya sakit, dan ia pun memutuskan kembali  ke rumah. Di hari yang sama, dia harus kembali lagi ke lokasi, setelah  memastikan anaknya dalam kondisi baik.
Meski diakuinya di masa kampanye sangatlah sulit mengatur waktu untuk  anak dan keluarga. Akan tetapi, dengan komunikasi yang lancar, memuat  ia tenang meski jauh dari keluarga. &amp;ldquo;Hampir setiap jam saya upayakan  bisa menghubugi anak saya, walau hanya sekedar say hello saja, tapi itu  sudah sangat berarti sekali,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>SOSOK Karolin Margret Natasa dikenal sebagai politisi muda, cantik, pintar dan pemberani.  Diusianya yang baru 36 tahun, wanita ini bagai bintang terang. Ia bukan hanya dikenal di Kalimantan Barat (Kalbar), bahkan di Senayan Karolin adalah anggota dewan yang cukup vokal menyuarakan aspirasi masyarakat.
Mengawali karir sebagai seorang dokter pemerintah, Karolin dikenal sebagai sosok tegas, gaya bicaranya lantang, bahkan tidak segan memarahi siapapun bila dianggap tidak bisa menjalankan pekerjaan dengan baik.
Karolin yan merupakan anak pertama dari Cornelis, mantan Gubenur Kalbar 2 periode ini, memiliki pengaruh besar di dunia politik. Meski terbilang orang baru di pentas politik, tetapi dia bukanlah politisi karbitan. Bakat pemimpin sudah terlihat ketika dia aktif berorganisasi saat menempuh Pendidikan Universitas Atma Jaya, Jakarta di Fakultas Kedokteran. Waktu itu usianya masih 20, Karolin muda sudah menjabat sebagai Sekjen Pemuda Katolik di Perhimpunan Mahasiswa Katolik Atma Jaya Republik Indonesia (PMKRI).
&amp;nbsp;
Karir politik Karolin terlihat ketika ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 2 periode, 2008-2013 dan 2014-209. Bahkan dengan perolehan suara yang fantastis terbesar nomor tiga se-Indonesia, yakni 397,481 suara, untuk daerah pemilihan Kalbar. Prestasi luar biasa biasa mampu mengalahkan Puan Maharani, seniornya.
&amp;nbsp;(Baca: Isu Konflik di Pilkada Kalbar Jadi Perhatian Khusus Cagub Karolin)
Kemenangan Karolin ini tentu tidak lepas dari strategi politiknya, selain karena anak dari orang nomor satu di Kalbar, juga paras cantik dan pembawaannya yang energik dan sangat luwes bergaul dengan masyarakat membuat ia semakin dikenal. Boleh dikatakan ketika ia terpilih sebagai Bupati Landak periode 2017-2022, tidak lepas dari strategi kampanye politiknya di daerah-daerah, yang sudah terlebih dahulu dilakukannya ketika kampanye sebagai anggota DPR RI.
Kemenangan mutlak saat bertarung  di Pilbup Landak dengan Raihan suara 96,62 persen, menjadi bukti bahwa Karolin pandai menarik simpati masyarakat, dengan rajin melakukan blusukan dari kampung ke kampung maupun kota. Paras cantik dan rupawan  juga menjadi daya tarik tersendiri untuk kalangan pemilih muda yang jatuh hati dan menjatuhkan pilihannya.
Dalam setiap tur kampanyenya, Ia selalu mengatakan bahwa alasan terjun ke politik bukan karena faktor keluarga, atau desakan sang ayah, tetapi karena panggilan hati. &amp;ldquo;Saya terjun ke politik dan rela melepaskan pekerjaan sebagai dokter bukan karena desakan ayah saya yang juga politisi, tapi karena saya terpanggil untuk mengabdikan diri untuk masyarakat. Banyak hal yang bisa saya perbuat dan buktikan kepada masyarakat, khususnya di Kalimantan Barat, tanah kelahiran saya,&amp;rdquo; ujar wanita kelahiran Mempawah, Kalimanta Barat ini.Pada awalnya, Karolin mengaku tertarik terjun ke dunia politik ketika  masih aktif kuliah. Ia pun harus cuti 6 bulan lantaran ingin ikut  kampanye sang ayah dalam pemilihan Gubernur Kalbar pada 2008,  waktu itu  ia dipercaya sang ayah untuk menjadi juru kampanye (Jurkam) Cagub  Cornelis. Saat kampanye dan blusukan ia sudah terlihat aktif dan  memainkan perannya untuk memenangkan sang ayah. Berangkat dari situ,  setahun kemudian Karolin memberanikan maju di pemilihan legislatif  periode 2009-2014 dari PDIP.
Dengan segudang prestasi, setelah berhasil memenangkan pemilihan  Bupati Landak, PDIP kembali mempercayai Karolin untuk pulang kampung  memimpin rakyat yang lebih besar lagi, yakni Kalimantan Barat. &amp;ldquo;Ini  adalah tugas dari partai, Ibu Megawati menunjuk saya dengan beragam  pertimbangan dan juga berdasarkan hasil survei. Jadi bukan karena  desakan ayah saya, atau orang sebut politik dinasti, bukan itu,&amp;rdquo;  tegasnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya memang dites oleh Ibu Megawati, dimulai dari anggota DPR RI,  terus disuruh belajar lagi saat sekarang menjabat Bupati Landak, dan  sekarang dipercaya untuk ikut bertarung di Pilgub Kalbar melanjutkan  pembangunan yang telah dilakukan Pak Cornelis. Ini kesempatan baik dalam  upaya bersama-sama membangun negeri ini, khusus di Kalbar,&amp;rdquo;  terang  Karolin.
&amp;nbsp;(Baca juga: Pembangunan Perbatasan dan Pedalaman Kalbar Akan Jadi Fokus Utama Cagub Karolin)
Menurutnya, ini bukanlah proses yang instan, akan tetapi sudah  melalui proses yang Panjang. Terebih Karolin dianggap partai mampu  memimpin Kalbar ke depan. Jadi bukan karena politik dinasti atau  keserakahan untuk memimpin Kalbar.
Ia pun menyadari masih banyak yang belum terselesaikan di Kalbar, dan  harus diteruskan. Karena itulah Gubernur baru Kalbar nanti akan  menghadapi tugas berat, yakni melanjutkan pembangunan infrastruktur dan  SDM di pedalaman.
Sementara itu, di tengah kesibukannya dimasa kampanye dan menjadi  seorang pejabat, Karolin tetaplah seorang ibu dari dua anak, dan istri  yang memiliki suami juga seorang dokter. Bahkan di
tengah kampanye, anak keduanya sakit, dan ia pun memutuskan kembali  ke rumah. Di hari yang sama, dia harus kembali lagi ke lokasi, setelah  memastikan anaknya dalam kondisi baik.
Meski diakuinya di masa kampanye sangatlah sulit mengatur waktu untuk  anak dan keluarga. Akan tetapi, dengan komunikasi yang lancar, memuat  ia tenang meski jauh dari keluarga. &amp;ldquo;Hampir setiap jam saya upayakan  bisa menghubugi anak saya, walau hanya sekedar say hello saja, tapi itu  sudah sangat berarti sekali,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
