<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  Warga Temukan Hiu Pari Langka Sepanjang 2 Meter di Pantai   </title><description>Seekor Hiu Pari (Squatina legnota) langka sepanjang 2 meter dengan berat sekira 110 kilogram ditemukan warga Desa Kubu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/27/340/1878629/warga-temukan-hiu-pari-langka-sepanjang-2-meter-di-pantai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/03/27/340/1878629/warga-temukan-hiu-pari-langka-sepanjang-2-meter-di-pantai"/><item><title>  Warga Temukan Hiu Pari Langka Sepanjang 2 Meter di Pantai   </title><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/27/340/1878629/warga-temukan-hiu-pari-langka-sepanjang-2-meter-di-pantai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/03/27/340/1878629/warga-temukan-hiu-pari-langka-sepanjang-2-meter-di-pantai</guid><pubDate>Selasa 27 Maret 2018 16:55 WIB</pubDate><dc:creator>Sigit Dzakwan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/27/340/1878629/warga-temukan-hiu-pari-langka-sepanjang-2-meter-di-pantai-tKBPmDgWV3.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ikan Hiu Pari (foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/27/340/1878629/warga-temukan-hiu-pari-langka-sepanjang-2-meter-di-pantai-tKBPmDgWV3.jpeg</image><title>Ikan Hiu Pari (foto: Ist)</title></images><description>

KOBAR - Seekor Hiu Pari (Squatina legnota) langka sepanjang 2 meter dengan berat sekira 110 kilogram ditemukan warga Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng setelah terdampar di pantai Kubu dalam dengan kondisi mati.

&quot;Iya itu jenis hiu termasuk langka di Indonesia. Namun statusnya di PP nomor 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa belum termasuk satwa yang dilindungi,&amp;rdquo; kata Kepala BKSDA Kalteng SKW 2, Pangkalan Bun, Agung Widodo saat dikonfirmasi, Selasa (27/3/2018).

Ia mengatakan, saat petugas mendapat laporan dan langsung mengecek ke lokasi penemuan ikan Hiu Pari sudah dalam kondisi mati.

&amp;ldquo;Sudah mati saat dicek petugas dan saat itu juga dijual sama pengempul ikan di Desa Kubu. Karena bukan binatang dilindungi jadi tidak bisa kita larang,&amp;rdquo; tuturnya.

Sebelumnya, petani Desa Kubu, Nurdin kaget setelah melihat ikan Hiu Pari yang terdampar di pinggir pantai. Saat itu kondisinya belum mati. Tapi lantaran lama di daratan akhirnya mati.

&amp;ldquo;Saat itu saya mau melaut, saya liat ko ada ikan besar, ternyata hiu. Dan saya memanggil warga lainnya dan melapor ke petugas. Karena tidak termasuk binatang dilindungi akhirnya kita jual ke pengepul,&quot; kata Nurdin.
</description><content:encoded>

KOBAR - Seekor Hiu Pari (Squatina legnota) langka sepanjang 2 meter dengan berat sekira 110 kilogram ditemukan warga Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng setelah terdampar di pantai Kubu dalam dengan kondisi mati.

&quot;Iya itu jenis hiu termasuk langka di Indonesia. Namun statusnya di PP nomor 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa belum termasuk satwa yang dilindungi,&amp;rdquo; kata Kepala BKSDA Kalteng SKW 2, Pangkalan Bun, Agung Widodo saat dikonfirmasi, Selasa (27/3/2018).

Ia mengatakan, saat petugas mendapat laporan dan langsung mengecek ke lokasi penemuan ikan Hiu Pari sudah dalam kondisi mati.

&amp;ldquo;Sudah mati saat dicek petugas dan saat itu juga dijual sama pengempul ikan di Desa Kubu. Karena bukan binatang dilindungi jadi tidak bisa kita larang,&amp;rdquo; tuturnya.

Sebelumnya, petani Desa Kubu, Nurdin kaget setelah melihat ikan Hiu Pari yang terdampar di pinggir pantai. Saat itu kondisinya belum mati. Tapi lantaran lama di daratan akhirnya mati.

&amp;ldquo;Saat itu saya mau melaut, saya liat ko ada ikan besar, ternyata hiu. Dan saya memanggil warga lainnya dan melapor ke petugas. Karena tidak termasuk binatang dilindungi akhirnya kita jual ke pengepul,&quot; kata Nurdin.
</content:encoded></item></channel></rss>
