<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Diminta Pilih Cawapres yang Mampu Dongkrak Elektabilitas</title><description>Jokowi diminta memilih cawapres yang mampu mendongkrak elektabilitasnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/28/337/1878864/jokowi-diminta-pilih-cawapres-yang-mampu-dongkrak-elektabilitas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/03/28/337/1878864/jokowi-diminta-pilih-cawapres-yang-mampu-dongkrak-elektabilitas"/><item><title>Jokowi Diminta Pilih Cawapres yang Mampu Dongkrak Elektabilitas</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/03/28/337/1878864/jokowi-diminta-pilih-cawapres-yang-mampu-dongkrak-elektabilitas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/03/28/337/1878864/jokowi-diminta-pilih-cawapres-yang-mampu-dongkrak-elektabilitas</guid><pubDate>Rabu 28 Maret 2018 08:51 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/28/337/1878864/jokowi-diminta-pilih-cawapres-yang-mampu-dongkrak-elektabilitas-zwJGJ7KU1J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/28/337/1878864/jokowi-diminta-pilih-cawapres-yang-mampu-dongkrak-elektabilitas-zwJGJ7KU1J.jpg</image><title>Presiden Jokowi. (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin menyarankan agar Joko Widodo (Jokowi) memilih calon wakil presiden (cawapres) yang mampu menggenjot elektabilitasnya di Pilpres 2019.
&amp;ldquo;Yang jelas bisa menambah elektoral Jokowi, apalagi elektabilitas Jokowi masih berada angka 50 persen,&amp;rdquo; kata Ujang kepada Okezone, Rabu (28/3/2018).
Selain soal elektabilitas, pendamping mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga harus punya pengalaman yang baik di banyak bidang. Kriteria selanjutnya yakni memiliki pandangan yang sama, sehingga keduanya bisa bekerja sama dengan baik untuk membawa Indonesia jadi lebih baik.
&amp;ldquo;Cawapres harus mampu bekerjasama dengan Jokowi,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/03/23/48476/246785_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Jokowi Sempatkan Diri Silaturahmi dan Lihat Lukisan di Lingkungan Istana&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Selain itu, cawapres Jokowi sebaiknya berasal dari kalangan santri. Selain menaikan elektabilitas, juga diharapkan bisa membantu Jokowi menepis fitnah yang selalu menerpanya.
(Baca juga: 12 Kandidat Cawapres Jokowi, Ini Nama-namanya)
&amp;ldquo;Jika ada santri yang memenuhi kriteria tersebut maka lebih baik jadi cawapres Jokowi,&amp;rdquo; tandasnya.
Sementara itu baru-baru ini, DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI)  meluncurkan sebanyak 12 nama cawapres yang  dianggap layak untuk mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.
Nama-nama itu yakni dari kalangan militer, Luhut Binsar Panjaitan  yang saat ini menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko  Maritim), mantan Panglima TNI Moeldoko yang kini menjabat Kepala Staf  Kepresidenan.
(Baca juga: PPP: Terserah Pak Jokowi Mau Menggandeng Siapa sebagai Cawapres)
Dari kalangan Ormas yakni Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj, Ketua  Umum GP Anshor NU Yaqut Chalil Qoumas, kemudian mantan Ketua Umum  Muhammadiyah Din Syamsuddin. Sedangkan kalangan partai politik hanya  Ketum Golkar Airlangga yang saat ini menjabat sebagai Menteri  Perindustrian.
Kemudian dari kalangan pengusaha, Chairul Tanjung, Nadiem Makarim  yang dikenal sebagai pendiri serta CEO Go-jek, pendiri Lion Air Rusdi  Kirana. Kemudian kalangan profesional Mahfud MD dan dua perempuan yakni  Sri Mulyani, dan Susi Pudjiastuti yang kini sebagai pembantu Jokowi di  Kabinet Kerja.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin menyarankan agar Joko Widodo (Jokowi) memilih calon wakil presiden (cawapres) yang mampu menggenjot elektabilitasnya di Pilpres 2019.
&amp;ldquo;Yang jelas bisa menambah elektoral Jokowi, apalagi elektabilitas Jokowi masih berada angka 50 persen,&amp;rdquo; kata Ujang kepada Okezone, Rabu (28/3/2018).
Selain soal elektabilitas, pendamping mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga harus punya pengalaman yang baik di banyak bidang. Kriteria selanjutnya yakni memiliki pandangan yang sama, sehingga keduanya bisa bekerja sama dengan baik untuk membawa Indonesia jadi lebih baik.
&amp;ldquo;Cawapres harus mampu bekerjasama dengan Jokowi,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/03/23/48476/246785_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Jokowi Sempatkan Diri Silaturahmi dan Lihat Lukisan di Lingkungan Istana&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Selain itu, cawapres Jokowi sebaiknya berasal dari kalangan santri. Selain menaikan elektabilitas, juga diharapkan bisa membantu Jokowi menepis fitnah yang selalu menerpanya.
(Baca juga: 12 Kandidat Cawapres Jokowi, Ini Nama-namanya)
&amp;ldquo;Jika ada santri yang memenuhi kriteria tersebut maka lebih baik jadi cawapres Jokowi,&amp;rdquo; tandasnya.
Sementara itu baru-baru ini, DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI)  meluncurkan sebanyak 12 nama cawapres yang  dianggap layak untuk mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.
Nama-nama itu yakni dari kalangan militer, Luhut Binsar Panjaitan  yang saat ini menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko  Maritim), mantan Panglima TNI Moeldoko yang kini menjabat Kepala Staf  Kepresidenan.
(Baca juga: PPP: Terserah Pak Jokowi Mau Menggandeng Siapa sebagai Cawapres)
Dari kalangan Ormas yakni Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj, Ketua  Umum GP Anshor NU Yaqut Chalil Qoumas, kemudian mantan Ketua Umum  Muhammadiyah Din Syamsuddin. Sedangkan kalangan partai politik hanya  Ketum Golkar Airlangga yang saat ini menjabat sebagai Menteri  Perindustrian.
Kemudian dari kalangan pengusaha, Chairul Tanjung, Nadiem Makarim  yang dikenal sebagai pendiri serta CEO Go-jek, pendiri Lion Air Rusdi  Kirana. Kemudian kalangan profesional Mahfud MD dan dua perempuan yakni  Sri Mulyani, dan Susi Pudjiastuti yang kini sebagai pembantu Jokowi di  Kabinet Kerja.</content:encoded></item></channel></rss>
