<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nyak Sandang, Si Penyumbang Pesawat yang Dapat Fasilitas 'Surga' dari Jokowi</title><description>Nyak Sandang belakangan mendapat sorotan publik usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/01/337/1880714/nyak-sandang-si-penyumbang-pesawat-yang-dapat-fasilitas-surga-dari-jokowi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/04/01/337/1880714/nyak-sandang-si-penyumbang-pesawat-yang-dapat-fasilitas-surga-dari-jokowi"/><item><title>Nyak Sandang, Si Penyumbang Pesawat yang Dapat Fasilitas 'Surga' dari Jokowi</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/01/337/1880714/nyak-sandang-si-penyumbang-pesawat-yang-dapat-fasilitas-surga-dari-jokowi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/04/01/337/1880714/nyak-sandang-si-penyumbang-pesawat-yang-dapat-fasilitas-surga-dari-jokowi</guid><pubDate>Minggu 01 April 2018 20:33 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/01/337/1880714/nyak-sandang-si-penyumbang-pesawat-yang-dapat-fasilitas-surga-dari-jokowi-JHvRTWvJKv.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Nyak Sandang Usai Operasi Katarak di RSPAD Gatot Soebroto (foto: Muchlis/Biro Pers Setpers)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/01/337/1880714/nyak-sandang-si-penyumbang-pesawat-yang-dapat-fasilitas-surga-dari-jokowi-JHvRTWvJKv.jpeg</image><title>Nyak Sandang Usai Operasi Katarak di RSPAD Gatot Soebroto (foto: Muchlis/Biro Pers Setpers)</title></images><description>NAMA Nyak Sandang belakangan mendapat sorotan publik usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka pada Rabu, 21 Maret 2018. Lantas, siapakah Nyak Sandang?

Mungkin sudah banyak yang tahu sosok Nyak Sandang kini setelah muncul pemberitaan di sejumlah media nasional. Nama Nyak Sandang dikenal masyarakat Indonesia, karena dia adalah orang yang ikut menyumbangkan harta kepada Presiden Soekarno untuk membeli pesawat pertama Indonesia.

Nyak Sandang adalah salah satu orang yang ikut andil menyumbangkan harta kekayaannya untuk membeli pesawat pertama Indonesia. Hal ini berawal dari tahun 1948, saat Presiden Sukarno berkunjung ke tanah Aceh guna mencari dana untuk pembelian pesawat pertama setelah Indonesia merdeka.
 Presiden Joko Widodo saat menerima Nyak Sandang di Istana Negara (foto: Laily Rachev/Biro Pers Setpres)
Kala itu, Nyak Sandang berusia 23 tahun. Bersama orang tuanya, dia menjual sepetak tanah dan 10 gram emas. Hartanya yang dihargai Rp100 pun diserahkan kepada negara untuk membeli pesawat pertama Indonesia.

Presiden Sukarno pun menerima sumbangan dari masyarakat Aceh sebanyak SGD 120 ribu dan 20 kg emas murni untuk membeli dua pesawat terbang yang diberi nama Seulawah R-001 dan Seulawah R-002. Dua pesawat tersebut merupakan cikal bakal maskapai Garuda Indonesia Airways.
(Baca Juga: Nyak Sandang, Penyumbang Dana untuk Beli Pesawat Pertama Indonesia Bertemu Jokowi)
Di usia yang kini senja, Nyak Sandang memiliki beberapa keinginan. Ketika bertemu di Istana Negara, dia pun mengutarakan tiga keininannya kepada Presiden Jokowi, yakni pertama memohon bantuan agar mendapat layanan operasi katarak. Kedua, ia juga memohon kepada Presiden Jokowi mendirik masjid di kampung halamannya di Lamno, Aceh Jaya. Ketiga, ingin menunaikan ibadah haji.

Melihat hal tersebut, Presiden Jokowi seolah tersentuh dan mencoba untuk mengabulkan tiga keinginan si penyumbang pesawat pertama di Indonesia tersebut. Hal yang utama dilakukan adalah, menyembuhkan penyakit katarak yang diderita Nyak Sandang.

Sedangkan untuk permohonan ketiga, Jokowi mengatakan akan mengupayakannya. Ia terlebih dulu akan berkoordinasi dengan Menteri Agama. Sambil menunggu kepastian keberangkatan haji, Jokowi menawarkan umrah terlebih dahulu.

&quot;Mengingat haji kan ada antriannya, nanti saya bicarakan dengan Menteri Agama,&quot; jawab Jokowi.

Di penghujung perbincangan, Nyak Sandang pun berterima kasih kepada Jokowi. &quot;Terima kasih Bapak Presiden sudah punya waktu untuk kami,&quot; ungkap Nyak Sandang.
 Presiden Joko Widodo saat menerima Nyak Sandang di Istana Negara (foto: Laily Rachev/Biro Pers Setpres)Nyak Sandang Dapat Fasilitas 'Surga' dari Jokowi

Presiden Jokowi meminta RSPAD Gatot Soebroto untuk melakukan  pengobatan katarak Nyak Sandang dengan fasilitas terbaiknya. Ucapa  syukur, tak henti-hentinya diucapkan Maturidi (50) anak Nyak Sandang,  selesai operasi katarak sang ayah di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta  Pusat.

&quot;Saya Maturidi mewakili keluarga mengucapkan terima kasih  sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden atas bantuannya, salah satunya  adalah pengobatan mata ayah Nyak Sandang,&quot; ucapnya dari keterangan resmi  Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey  Machmudin di Ruang Paviliun Kartika, RSPAD Gatot Soebroto, Jumat 29  Maret 2018.

Operasi katarak Nyak Sandang dipimpin oleh Kepala Departemen Mata  RSPAD Gatot Soebroto dr. Subandono Bambang Indrasto pada Rabu 28 Maret  2018. Selain itu, hadir juga salah satu dokter dari Tim Dokter  Kepresidenan, yaitu Tjahjono D. Gondhowiardjo. Tindakan operasi dimulai  pukul 08.30 WIB dan selesai sekitar pukul 09.00 WIB.

&quot;Mata kanannya sempat dioperasi di Aceh, hasilnya cukup bagus. Hanya  saja retinanya sudah mengalami degenerasi karena faktor usia. Sedangkan  mata kiri, itu kataraknya matur. Kataraknya cukup keras sehingga tim  dokter tidak bisa menilai bagian syaraf atau bagian belakang bola mata.  Jadi kita lakukan operasi katarak terhadap mata kiri,&quot; ujar Subandono.
 Nyak Sandang saat di RSPAD Gatot Soebroto (foto: Muchlis/Biro Pers Setpers)
(Baca Juga: Dapat Fasilitas Nomor Wahid di RSPAD, Nyak Sandang Berasa di Surga)
Kondisi katarak matur yang keras membuat tim dokter harus melakukan  tindakan penyedotan. Meskipun prosesnya cukup rumit, namun tim dokter  akhirnya berhasil mengoperasi mata Nyak Sandang.

&quot;Awalnya jarak pandang hanya 15-20 cm. Lalu pascaoperasi saya tes,  bisa 1 meter. Lalu ketika di kamar tadi, bisa 5 meter. Harapan kami ke  depannya kondisi mata Nyak Sandang bisa membaik walaupun tidak 100  persen,&quot; lanjutnya.

Subandono menambahkan, proses penyembuhan akan memakan waktu sekitar  dua hingga tiga hari. Dokter pun menjadwalkan Nyak Sandang untuk kontrol  lagi seminggu setelah operasi.

Sementara usai kembali bisa melihat, Nyak Sandang berterima kasih  karena fasilitas yang diberikan RSPAD Gatot Soebroto atas perimtaan  Presiden Jokowi seperti surga. Hal itu disampaikan oleh Maturidi.  Pasalnya, saat tiba di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta  Pusat yang bersangkutan kagum karena fasilitas yang diberikan Jokowi  adalah kelas wahid.

&quot;Beliau (Nyak Sandang) sangat menikmati fasilitas yang sediakan oleh  Presiden Jokowi di masa tuanya luar biasa, dan bahkan pernah diucapkan  oleh beliau, apakah ini surga, saya bilang ini surga dunia,&quot; kata  Maturidi.

Meski begitu, Nyak Sandang tidak ingin berlama-lama di rumah sakit,  ia ingin segera sembuh dan bisa melihat seperti sedia kala. Ia juga  masih punya impian menatap wajah Presiden Jokowi secara langsung dan  menikmati masa tuanya dengan baca Alquran dan ibadah.

&quot;Bapak Presiden belum memberikan lampu untuk pertemuan, tapi kemarin  hanya menyampaikan salam, beliau lagi di luar daerah melalui media  istana. Pada dasarnya beliau (Nyak Sandang) ingin ketemu setelah kondisi  membaik,&quot; ungkapnya.Usai Operasi, Nyak Sandang Ingin Lihat Wajah Jokowi

Selesai menjalani operasi mata di RSPAD Gatot Subroto, kakek asal   Aceh itu kini kembali bisa melihat. Nyak Sandang pun tak sabar ingin   melihat langsung wajah Presiden Jokowi.

Di ranjang perawatan Paviliun Kartika, RSPAD Gatot Sobroto, Nyak   Sandang tampak senang bisa melihat album foto saat dirinya bertemu   dengan Kepala Negara di Istana Merdeka, Rabu 21 Maret lalu.

&quot;Kalau kemarin bisa pegang tangan, diusap-usap tangannya tapi tidak   bisa melihatnya. Mungkin besok bisa melihat lebih sempurna,&quot; ujar   Maturidi menerjemahkan ucapan ayahnya.
 Nyak Sandang saat di RSPAD Gatot Soebroto (foto: Muchlis/Biro Pers Setpers)
Sebagaimana keterangan resmi Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media   Sekretariat Presiden Bey Machmudin, bahwa kondisi terakhir Nyak Sandang   sudah dilaporkan ke Presiden Jokowi.

Saat dilaporkan, Presiden Jokowi sedang berada di Madiun, Jawa Timur.   Jokowi pun mengungkapkan rasa senang dan menyampaikan salamnya untuk   Nyak Sandang.

&amp;ldquo;Alhamdulillah semoga operasinya memberi hasil yang terbaik dan   sampaikan salam saya untuk Nyak Sandang,&amp;rdquo; kata Deddy meniru ucapan   Presiden Jokowi.

Nyak Sandang, pria Aceh yang memiliki kecintaan tinggi terhadap NKRI.   Di awal Indonesia merdeka, Sandang ikut menyumbangkan hartanya untuk   pembelian pesawat RI pertama yang bernama Seulawah RI 001.
(Baca Juga: Nyak Sandang Ingin Habiskan Masa Tuanya dengan Ibadah)
Kisahnya bermula saat Presiden Soekarno bertandang ke Aceh, bertemu   Gubernur Militer Daud Beureueh. Soekarno meminta bantuan rakyat Aceh   membantu memerangi Belanda yang masih bertahan di beberapa daerah di   Tanah Air.

Dalam pertemuan di Hotel Atjeh, samping Masjid Raya Baiturahman,   Banda Aceh, Soekarno mengungkapkan keinginannya ingin membeli pesawat,   untuk membantu misinya mempertahankan kemerdekaan RI yang terancam   karena Belanda masih menguasai berbagai daerah, kecuali Aceh.

Soekarno menangis meminta agar rakyat Aceh mau membantunya. Daud   Beureuh lantas memerintahkan pengumpulan sumbangan. Rakyat Aceh   berbondong-bondong menyumbang uang dan hartanya. Nyak Sandang muda kali   itu ikut menjual sawahnya lalu hasilnya ikut disumbang.

Sumbangan yang terkumpul lalu diserahkan ke Soekarno untuk membeli   pesawat Dakota yang kemudian diberi nama Seulawah RI 001. Inilah pesawat   pertama dimiliki RI, sekaligus cikal bakal maskapai Garuda Indonesia.</description><content:encoded>NAMA Nyak Sandang belakangan mendapat sorotan publik usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka pada Rabu, 21 Maret 2018. Lantas, siapakah Nyak Sandang?

Mungkin sudah banyak yang tahu sosok Nyak Sandang kini setelah muncul pemberitaan di sejumlah media nasional. Nama Nyak Sandang dikenal masyarakat Indonesia, karena dia adalah orang yang ikut menyumbangkan harta kepada Presiden Soekarno untuk membeli pesawat pertama Indonesia.

Nyak Sandang adalah salah satu orang yang ikut andil menyumbangkan harta kekayaannya untuk membeli pesawat pertama Indonesia. Hal ini berawal dari tahun 1948, saat Presiden Sukarno berkunjung ke tanah Aceh guna mencari dana untuk pembelian pesawat pertama setelah Indonesia merdeka.
 Presiden Joko Widodo saat menerima Nyak Sandang di Istana Negara (foto: Laily Rachev/Biro Pers Setpres)
Kala itu, Nyak Sandang berusia 23 tahun. Bersama orang tuanya, dia menjual sepetak tanah dan 10 gram emas. Hartanya yang dihargai Rp100 pun diserahkan kepada negara untuk membeli pesawat pertama Indonesia.

Presiden Sukarno pun menerima sumbangan dari masyarakat Aceh sebanyak SGD 120 ribu dan 20 kg emas murni untuk membeli dua pesawat terbang yang diberi nama Seulawah R-001 dan Seulawah R-002. Dua pesawat tersebut merupakan cikal bakal maskapai Garuda Indonesia Airways.
(Baca Juga: Nyak Sandang, Penyumbang Dana untuk Beli Pesawat Pertama Indonesia Bertemu Jokowi)
Di usia yang kini senja, Nyak Sandang memiliki beberapa keinginan. Ketika bertemu di Istana Negara, dia pun mengutarakan tiga keininannya kepada Presiden Jokowi, yakni pertama memohon bantuan agar mendapat layanan operasi katarak. Kedua, ia juga memohon kepada Presiden Jokowi mendirik masjid di kampung halamannya di Lamno, Aceh Jaya. Ketiga, ingin menunaikan ibadah haji.

Melihat hal tersebut, Presiden Jokowi seolah tersentuh dan mencoba untuk mengabulkan tiga keinginan si penyumbang pesawat pertama di Indonesia tersebut. Hal yang utama dilakukan adalah, menyembuhkan penyakit katarak yang diderita Nyak Sandang.

Sedangkan untuk permohonan ketiga, Jokowi mengatakan akan mengupayakannya. Ia terlebih dulu akan berkoordinasi dengan Menteri Agama. Sambil menunggu kepastian keberangkatan haji, Jokowi menawarkan umrah terlebih dahulu.

&quot;Mengingat haji kan ada antriannya, nanti saya bicarakan dengan Menteri Agama,&quot; jawab Jokowi.

Di penghujung perbincangan, Nyak Sandang pun berterima kasih kepada Jokowi. &quot;Terima kasih Bapak Presiden sudah punya waktu untuk kami,&quot; ungkap Nyak Sandang.
 Presiden Joko Widodo saat menerima Nyak Sandang di Istana Negara (foto: Laily Rachev/Biro Pers Setpres)Nyak Sandang Dapat Fasilitas 'Surga' dari Jokowi

Presiden Jokowi meminta RSPAD Gatot Soebroto untuk melakukan  pengobatan katarak Nyak Sandang dengan fasilitas terbaiknya. Ucapa  syukur, tak henti-hentinya diucapkan Maturidi (50) anak Nyak Sandang,  selesai operasi katarak sang ayah di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta  Pusat.

&quot;Saya Maturidi mewakili keluarga mengucapkan terima kasih  sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden atas bantuannya, salah satunya  adalah pengobatan mata ayah Nyak Sandang,&quot; ucapnya dari keterangan resmi  Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey  Machmudin di Ruang Paviliun Kartika, RSPAD Gatot Soebroto, Jumat 29  Maret 2018.

Operasi katarak Nyak Sandang dipimpin oleh Kepala Departemen Mata  RSPAD Gatot Soebroto dr. Subandono Bambang Indrasto pada Rabu 28 Maret  2018. Selain itu, hadir juga salah satu dokter dari Tim Dokter  Kepresidenan, yaitu Tjahjono D. Gondhowiardjo. Tindakan operasi dimulai  pukul 08.30 WIB dan selesai sekitar pukul 09.00 WIB.

&quot;Mata kanannya sempat dioperasi di Aceh, hasilnya cukup bagus. Hanya  saja retinanya sudah mengalami degenerasi karena faktor usia. Sedangkan  mata kiri, itu kataraknya matur. Kataraknya cukup keras sehingga tim  dokter tidak bisa menilai bagian syaraf atau bagian belakang bola mata.  Jadi kita lakukan operasi katarak terhadap mata kiri,&quot; ujar Subandono.
 Nyak Sandang saat di RSPAD Gatot Soebroto (foto: Muchlis/Biro Pers Setpers)
(Baca Juga: Dapat Fasilitas Nomor Wahid di RSPAD, Nyak Sandang Berasa di Surga)
Kondisi katarak matur yang keras membuat tim dokter harus melakukan  tindakan penyedotan. Meskipun prosesnya cukup rumit, namun tim dokter  akhirnya berhasil mengoperasi mata Nyak Sandang.

&quot;Awalnya jarak pandang hanya 15-20 cm. Lalu pascaoperasi saya tes,  bisa 1 meter. Lalu ketika di kamar tadi, bisa 5 meter. Harapan kami ke  depannya kondisi mata Nyak Sandang bisa membaik walaupun tidak 100  persen,&quot; lanjutnya.

Subandono menambahkan, proses penyembuhan akan memakan waktu sekitar  dua hingga tiga hari. Dokter pun menjadwalkan Nyak Sandang untuk kontrol  lagi seminggu setelah operasi.

Sementara usai kembali bisa melihat, Nyak Sandang berterima kasih  karena fasilitas yang diberikan RSPAD Gatot Soebroto atas perimtaan  Presiden Jokowi seperti surga. Hal itu disampaikan oleh Maturidi.  Pasalnya, saat tiba di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta  Pusat yang bersangkutan kagum karena fasilitas yang diberikan Jokowi  adalah kelas wahid.

&quot;Beliau (Nyak Sandang) sangat menikmati fasilitas yang sediakan oleh  Presiden Jokowi di masa tuanya luar biasa, dan bahkan pernah diucapkan  oleh beliau, apakah ini surga, saya bilang ini surga dunia,&quot; kata  Maturidi.

Meski begitu, Nyak Sandang tidak ingin berlama-lama di rumah sakit,  ia ingin segera sembuh dan bisa melihat seperti sedia kala. Ia juga  masih punya impian menatap wajah Presiden Jokowi secara langsung dan  menikmati masa tuanya dengan baca Alquran dan ibadah.

&quot;Bapak Presiden belum memberikan lampu untuk pertemuan, tapi kemarin  hanya menyampaikan salam, beliau lagi di luar daerah melalui media  istana. Pada dasarnya beliau (Nyak Sandang) ingin ketemu setelah kondisi  membaik,&quot; ungkapnya.Usai Operasi, Nyak Sandang Ingin Lihat Wajah Jokowi

Selesai menjalani operasi mata di RSPAD Gatot Subroto, kakek asal   Aceh itu kini kembali bisa melihat. Nyak Sandang pun tak sabar ingin   melihat langsung wajah Presiden Jokowi.

Di ranjang perawatan Paviliun Kartika, RSPAD Gatot Sobroto, Nyak   Sandang tampak senang bisa melihat album foto saat dirinya bertemu   dengan Kepala Negara di Istana Merdeka, Rabu 21 Maret lalu.

&quot;Kalau kemarin bisa pegang tangan, diusap-usap tangannya tapi tidak   bisa melihatnya. Mungkin besok bisa melihat lebih sempurna,&quot; ujar   Maturidi menerjemahkan ucapan ayahnya.
 Nyak Sandang saat di RSPAD Gatot Soebroto (foto: Muchlis/Biro Pers Setpers)
Sebagaimana keterangan resmi Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media   Sekretariat Presiden Bey Machmudin, bahwa kondisi terakhir Nyak Sandang   sudah dilaporkan ke Presiden Jokowi.

Saat dilaporkan, Presiden Jokowi sedang berada di Madiun, Jawa Timur.   Jokowi pun mengungkapkan rasa senang dan menyampaikan salamnya untuk   Nyak Sandang.

&amp;ldquo;Alhamdulillah semoga operasinya memberi hasil yang terbaik dan   sampaikan salam saya untuk Nyak Sandang,&amp;rdquo; kata Deddy meniru ucapan   Presiden Jokowi.

Nyak Sandang, pria Aceh yang memiliki kecintaan tinggi terhadap NKRI.   Di awal Indonesia merdeka, Sandang ikut menyumbangkan hartanya untuk   pembelian pesawat RI pertama yang bernama Seulawah RI 001.
(Baca Juga: Nyak Sandang Ingin Habiskan Masa Tuanya dengan Ibadah)
Kisahnya bermula saat Presiden Soekarno bertandang ke Aceh, bertemu   Gubernur Militer Daud Beureueh. Soekarno meminta bantuan rakyat Aceh   membantu memerangi Belanda yang masih bertahan di beberapa daerah di   Tanah Air.

Dalam pertemuan di Hotel Atjeh, samping Masjid Raya Baiturahman,   Banda Aceh, Soekarno mengungkapkan keinginannya ingin membeli pesawat,   untuk membantu misinya mempertahankan kemerdekaan RI yang terancam   karena Belanda masih menguasai berbagai daerah, kecuali Aceh.

Soekarno menangis meminta agar rakyat Aceh mau membantunya. Daud   Beureuh lantas memerintahkan pengumpulan sumbangan. Rakyat Aceh   berbondong-bondong menyumbang uang dan hartanya. Nyak Sandang muda kali   itu ikut menjual sawahnya lalu hasilnya ikut disumbang.

Sumbangan yang terkumpul lalu diserahkan ke Soekarno untuk membeli   pesawat Dakota yang kemudian diberi nama Seulawah RI 001. Inilah pesawat   pertama dimiliki RI, sekaligus cikal bakal maskapai Garuda Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
