<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Seekor Ayam di Thailand Hidup Lebih dari 10 Hari Setelah Kehilangan Kepalanya </title><description>Ayam tersebut diberi makan dengan meneteskan makanan ke tenggorokannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/02/18/1880707/seekor-ayam-di-thailand-hidup-lebih-dari-10-hari-setelah-kehilangan-kepalanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/04/02/18/1880707/seekor-ayam-di-thailand-hidup-lebih-dari-10-hari-setelah-kehilangan-kepalanya"/><item><title>Seekor Ayam di Thailand Hidup Lebih dari 10 Hari Setelah Kehilangan Kepalanya </title><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/02/18/1880707/seekor-ayam-di-thailand-hidup-lebih-dari-10-hari-setelah-kehilangan-kepalanya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/04/02/18/1880707/seekor-ayam-di-thailand-hidup-lebih-dari-10-hari-setelah-kehilangan-kepalanya</guid><pubDate>Senin 02 April 2018 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/01/18/1880707/seekor-ayam-di-thailand-hidup-lebih-dari-10-hari-setelah-kehilangan-kepalanya-Sxw0RBjuGi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Oddity Central</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/01/18/1880707/seekor-ayam-di-thailand-hidup-lebih-dari-10-hari-setelah-kehilangan-kepalanya-Sxw0RBjuGi.jpg</image><title>Foto: Oddity Central</title></images><description>BANGKOK - Seekor ayam dari Provinsi Ratchaburi, Thailand dipuji sebagai seekor &amp;lsquo;pejuang sejati&amp;rsquo; karena bertahan hidup selama lebih dari sepekan setelah kepalanya dipotong. Ayam tersebut kini dipelihara oleh biksu-biksu yang memberinya makan dengan memompa makanan ke tenggorokannya dengan  semprotan.
BACA JUGA: Miracle Mike, Seekor Ayam yang Hidup 18 Bulan Tanpa Kepala
Ayam tanpa kepala itu pertama kali menarik perhatian dan menjadi pemberitaan surat kabar pekan lalu setelah foto dan videonya viral di media sosial Thailand, tetapi tidak ada yang benar-benar mengira ayam itu bisa hidup tanpa kepala.
Pengguna Facebook, Noppong Thitthammo adalah orang pertama yang berbagi cerita tentang unggas hebat itu, bersama dengan foto-foto yang menunjukkan sisa-sisa lehernya yang terpotong. Dia menulis bahwa dokter hewan di distrik Ratchaburi Mueang, Provinsi Ratchaburi telah merawatnya, memberinya makan dengan meneteskan makanan di lehernya dan memberinya antibiotik untuk mencegah infeksi luka-lukanya.
&amp;ldquo;Hewan itu memiliki hidupnya. Jika dia ingin hidup, kami memberinya makan, &amp;rdquo; kata Supakadee Arun Thong, dokter hewan yang mengadopsi ayam tersebut sebagaimana dilansir Oddity Central Senin (2/4/2018).
Tidak ada yang tahu bagaimana ayam itu kehilangan kepalanya, meskipun banyak yang menduga bahwa dia telah diserang oleh hewan pemangsa. Terlepas dari penyebabnya, semua orang setuju bahwa kehilangan kepala seharusnya terbukti fatal, tetapi ayam itu menolak untuk mati. Dan bukan hanya itu masih hidup, tetapi juga bisa berdiri dan berjalan tanpa tujuan.
Pada awalnya, banyak yang berpikir bahwa semuanya adalah tipuan, dan foto-foto ayam tanpa kepala telah direkayasa, tetapi kemudian video itu mulai melakukan menyebar di dunia maya dan mulai dilaporkan oleh media-media internasional.
Uniknya, ayam itu bukanlah ayam pertama yang berhasil bertahan hidup tanpa kepala. Mike, seekor ayam tanpa kepala pernah menjadi sensasi antara 1945 sampai 1947 setelah dia bertahan hidup selama 18 bulan kepala. Sama seperti ayam dari Thailand ini, Mike juga awalnya dianggap sebagai hoax sampai sang pemilik membawanya ke University of Utah di Salt Lake City untuk dikonfirmasi.
Kasus langka seperti ini diduga memiliki kaitan dengan anatomi ayam yang unik. Otak ayam terletak di tengkorak mereka pada suatu sudut, jadi jika mereka dipenggal sampai ke atas leher, bagian belakang otak, yang mengendalikan fungsi-fungsi otomatis seperti bernapas, dapat tetap utuh. Jadi jika urat leher mereka tidak terpotong hingga menyebabkan ayam itu akhirnya mati kehabisan darah, hewan itu dapat bertahan hidup bahkan tanpa kepala.

Setelah melihat bahwa ayam tanpa kepala dalam perawatannya sepertinya  tidak akan mati dalam waktu dekat, Supakadee Arun Thong mulai  bertanya-tanya apa yang akan terjadi.
&amp;ldquo;Siapa yang akan membawanya dan merawatnya? Dia akan membutuhkan  perawatan seumur hidup. Saya harus mengakui bahwa ayam ini adalah  pejuang sejati dengan hati yang sangat keras,&amp;rdquo; kata Supakadee kepada  wartawan.
Untungnya, para biksu di sebuah kuil di Propinsi Ratchaburi dengan  senang hati bersedia untuk mengadopsi ayam tanpa kepala itu. Mereka  dilaporkan memberinya makanan dan air dengan memompa mereka ke  tenggorokannya dengan jarum suntik.</description><content:encoded>BANGKOK - Seekor ayam dari Provinsi Ratchaburi, Thailand dipuji sebagai seekor &amp;lsquo;pejuang sejati&amp;rsquo; karena bertahan hidup selama lebih dari sepekan setelah kepalanya dipotong. Ayam tersebut kini dipelihara oleh biksu-biksu yang memberinya makan dengan memompa makanan ke tenggorokannya dengan  semprotan.
BACA JUGA: Miracle Mike, Seekor Ayam yang Hidup 18 Bulan Tanpa Kepala
Ayam tanpa kepala itu pertama kali menarik perhatian dan menjadi pemberitaan surat kabar pekan lalu setelah foto dan videonya viral di media sosial Thailand, tetapi tidak ada yang benar-benar mengira ayam itu bisa hidup tanpa kepala.
Pengguna Facebook, Noppong Thitthammo adalah orang pertama yang berbagi cerita tentang unggas hebat itu, bersama dengan foto-foto yang menunjukkan sisa-sisa lehernya yang terpotong. Dia menulis bahwa dokter hewan di distrik Ratchaburi Mueang, Provinsi Ratchaburi telah merawatnya, memberinya makan dengan meneteskan makanan di lehernya dan memberinya antibiotik untuk mencegah infeksi luka-lukanya.
&amp;ldquo;Hewan itu memiliki hidupnya. Jika dia ingin hidup, kami memberinya makan, &amp;rdquo; kata Supakadee Arun Thong, dokter hewan yang mengadopsi ayam tersebut sebagaimana dilansir Oddity Central Senin (2/4/2018).
Tidak ada yang tahu bagaimana ayam itu kehilangan kepalanya, meskipun banyak yang menduga bahwa dia telah diserang oleh hewan pemangsa. Terlepas dari penyebabnya, semua orang setuju bahwa kehilangan kepala seharusnya terbukti fatal, tetapi ayam itu menolak untuk mati. Dan bukan hanya itu masih hidup, tetapi juga bisa berdiri dan berjalan tanpa tujuan.
Pada awalnya, banyak yang berpikir bahwa semuanya adalah tipuan, dan foto-foto ayam tanpa kepala telah direkayasa, tetapi kemudian video itu mulai melakukan menyebar di dunia maya dan mulai dilaporkan oleh media-media internasional.
Uniknya, ayam itu bukanlah ayam pertama yang berhasil bertahan hidup tanpa kepala. Mike, seekor ayam tanpa kepala pernah menjadi sensasi antara 1945 sampai 1947 setelah dia bertahan hidup selama 18 bulan kepala. Sama seperti ayam dari Thailand ini, Mike juga awalnya dianggap sebagai hoax sampai sang pemilik membawanya ke University of Utah di Salt Lake City untuk dikonfirmasi.
Kasus langka seperti ini diduga memiliki kaitan dengan anatomi ayam yang unik. Otak ayam terletak di tengkorak mereka pada suatu sudut, jadi jika mereka dipenggal sampai ke atas leher, bagian belakang otak, yang mengendalikan fungsi-fungsi otomatis seperti bernapas, dapat tetap utuh. Jadi jika urat leher mereka tidak terpotong hingga menyebabkan ayam itu akhirnya mati kehabisan darah, hewan itu dapat bertahan hidup bahkan tanpa kepala.

Setelah melihat bahwa ayam tanpa kepala dalam perawatannya sepertinya  tidak akan mati dalam waktu dekat, Supakadee Arun Thong mulai  bertanya-tanya apa yang akan terjadi.
&amp;ldquo;Siapa yang akan membawanya dan merawatnya? Dia akan membutuhkan  perawatan seumur hidup. Saya harus mengakui bahwa ayam ini adalah  pejuang sejati dengan hati yang sangat keras,&amp;rdquo; kata Supakadee kepada  wartawan.
Untungnya, para biksu di sebuah kuil di Propinsi Ratchaburi dengan  senang hati bersedia untuk mengadopsi ayam tanpa kepala itu. Mereka  dilaporkan memberinya makanan dan air dengan memompa mereka ke  tenggorokannya dengan jarum suntik.</content:encoded></item></channel></rss>
