<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Puisi Sukmawati Soekarnoputri yang Menuai Kontroversi</title><description>Puisi Sukmawati Soekarnoputri berjudul &amp;lsquo;Ibu Indonesia&amp;rsquo; akhirnya menuai pro-kontra di kalangan publik. Berikut puisinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/03/337/1881378/ini-puisi-sukmawati-soekarnoputri-yang-menuai-kontroversi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/04/03/337/1881378/ini-puisi-sukmawati-soekarnoputri-yang-menuai-kontroversi"/><item><title>Ini Puisi Sukmawati Soekarnoputri yang Menuai Kontroversi</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/03/337/1881378/ini-puisi-sukmawati-soekarnoputri-yang-menuai-kontroversi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/04/03/337/1881378/ini-puisi-sukmawati-soekarnoputri-yang-menuai-kontroversi</guid><pubDate>Selasa 03 April 2018 11:48 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/03/337/1881378/ini-puisi-sukmawati-soekarnoputri-yang-menuai-kontroversi-BLDQyo5zQs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sukmawati Soekarnoputri saat di Bandung (CDB/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/03/337/1881378/ini-puisi-sukmawati-soekarnoputri-yang-menuai-kontroversi-BLDQyo5zQs.jpg</image><title>Sukmawati Soekarnoputri saat di Bandung (CDB/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Puisi Sukmawati Soekarnoputri berjudul &amp;lsquo;Ibu Indonesia&amp;rsquo; akhirnya menuai pro-kontra di kalangan publik. Yang jadi sorotan di antaranya soal kata azan, cadar dan kidung.
Publik menunjukkan reaksi setelah video Sukmawati membacakan puisi &amp;lsquo;Ibu Indonesia&amp;rsquo; beredar di media sosial. Video menunjukkan Sukmawati lagi baca puisi dalam acara 29 tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 yang dihelar di Jakarta Convention Center, Senayan beberapa waktu lalu.
Pengurus Persaudaraan Alumni 212, Kapitra Ampera ikut mempermasalahkan puisi Sukmawati yang menurut dia isinya diduga kuat mendiskreditkan agama.
&amp;ldquo;Menurut saya ada dugaan kuat mendiskreditkan agama,&amp;rdquo; ujar Kapitra yang juga kuasa hukum Habib Rizieq Shihab.
Politikus PKS, Ledia Hanifa ikut mengomentari puisi Sukmawati. Menurutnya untuk orang-orang yang memiliki posisi terhormat, harus berhati-hati bersikap dan menyampaikan berbagai hal, agar tidak menimbulkan polemik.
&amp;ldquo;Ketika kita bicara soal azan, azan itu kan bagian dari panggilan beribadah, yang terkait ibadah itu sebaiknya tidak diangkat-angkat, dalam konteks dipertentangkan. Dua hal yg dimunculkan, kan ini lebih baik dari ini, ini sebaiknya tidak dimunculkan. Karena ini akan mengganggu rasa keberagaman, sebagian besar Muslim,&amp;rdquo; ujarnya.
Sementara Guruh Soekarnoputra memaklumi jika puisi Sukmawati menuai pro-kontra, tapi ia menangkal bahwa puisi tersebut menyinggung SARA. &quot;Yang kita inginkan adalah, kita semua berpikir jernir, berpikir dan berbuat bijaksana dalam segala hal,&quot; ujar putra bungsu Soekarno itu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/4/2018).
&amp;lrm;&quot;Saya melihat reaksi-reaksi gitu, itu kan akhirnya sangat relatif tergantung dari persepsi kita, ya persepsi orang bermacam-macam, saya bisa mengerti isinya, bukan untuk SARA dan sebagainya,&quot; papar Guruh.
Berikut puisi Sukmawati Soekarnoputri yang menuai kontroversi:
Ibu Indonesia
 
 
Aku tak tahu Syariat Islam
 
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
 
Lebih cantik dari cadar dirimu
 
Gerai tekukan rambutnya suci
 
Sesuci kain pembungkus ujudmu
 
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
 
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
 
Jari jemarinya berbau getah hutan
 
Peluh tersentuh angin laut
 
&amp;nbsp;
 
Lihatlah ibu Indonesia
 
Saat penglihatanmu semakin asing
 
Supaya kau dapat mengingat
 
Kecantikan asli dari bangsamu
 
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
 
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia
 
&amp;nbsp;
 
Aku tak tahu syariat Islam
 
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
 
Lebih merdu dari alunan azan mu
 
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
 
Semurni irama puja kepada Illahi
 
Nafas doanya berpadu cipta
 
Helai demi helai benang tertenun
 
Lelehan demi lelehan damar mengalun
 
Canting menggores ayat ayat alam surgawi
 
&amp;nbsp;
 
Pandanglah Ibu Indonesia
 
Saat pandanganmu semakin pudar
 
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
 
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.
 
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Puisi Sukmawati Soekarnoputri berjudul &amp;lsquo;Ibu Indonesia&amp;rsquo; akhirnya menuai pro-kontra di kalangan publik. Yang jadi sorotan di antaranya soal kata azan, cadar dan kidung.
Publik menunjukkan reaksi setelah video Sukmawati membacakan puisi &amp;lsquo;Ibu Indonesia&amp;rsquo; beredar di media sosial. Video menunjukkan Sukmawati lagi baca puisi dalam acara 29 tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 yang dihelar di Jakarta Convention Center, Senayan beberapa waktu lalu.
Pengurus Persaudaraan Alumni 212, Kapitra Ampera ikut mempermasalahkan puisi Sukmawati yang menurut dia isinya diduga kuat mendiskreditkan agama.
&amp;ldquo;Menurut saya ada dugaan kuat mendiskreditkan agama,&amp;rdquo; ujar Kapitra yang juga kuasa hukum Habib Rizieq Shihab.
Politikus PKS, Ledia Hanifa ikut mengomentari puisi Sukmawati. Menurutnya untuk orang-orang yang memiliki posisi terhormat, harus berhati-hati bersikap dan menyampaikan berbagai hal, agar tidak menimbulkan polemik.
&amp;ldquo;Ketika kita bicara soal azan, azan itu kan bagian dari panggilan beribadah, yang terkait ibadah itu sebaiknya tidak diangkat-angkat, dalam konteks dipertentangkan. Dua hal yg dimunculkan, kan ini lebih baik dari ini, ini sebaiknya tidak dimunculkan. Karena ini akan mengganggu rasa keberagaman, sebagian besar Muslim,&amp;rdquo; ujarnya.
Sementara Guruh Soekarnoputra memaklumi jika puisi Sukmawati menuai pro-kontra, tapi ia menangkal bahwa puisi tersebut menyinggung SARA. &quot;Yang kita inginkan adalah, kita semua berpikir jernir, berpikir dan berbuat bijaksana dalam segala hal,&quot; ujar putra bungsu Soekarno itu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/4/2018).
&amp;lrm;&quot;Saya melihat reaksi-reaksi gitu, itu kan akhirnya sangat relatif tergantung dari persepsi kita, ya persepsi orang bermacam-macam, saya bisa mengerti isinya, bukan untuk SARA dan sebagainya,&quot; papar Guruh.
Berikut puisi Sukmawati Soekarnoputri yang menuai kontroversi:
Ibu Indonesia
 
 
Aku tak tahu Syariat Islam
 
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
 
Lebih cantik dari cadar dirimu
 
Gerai tekukan rambutnya suci
 
Sesuci kain pembungkus ujudmu
 
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
 
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
 
Jari jemarinya berbau getah hutan
 
Peluh tersentuh angin laut
 
&amp;nbsp;
 
Lihatlah ibu Indonesia
 
Saat penglihatanmu semakin asing
 
Supaya kau dapat mengingat
 
Kecantikan asli dari bangsamu
 
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
 
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia
 
&amp;nbsp;
 
Aku tak tahu syariat Islam
 
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
 
Lebih merdu dari alunan azan mu
 
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
 
Semurni irama puja kepada Illahi
 
Nafas doanya berpadu cipta
 
Helai demi helai benang tertenun
 
Lelehan demi lelehan damar mengalun
 
Canting menggores ayat ayat alam surgawi
 
&amp;nbsp;
 
Pandanglah Ibu Indonesia
 
Saat pandanganmu semakin pudar
 
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
 
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.
 
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
