<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Putin: ISIS Telah Sepenuhnya Dikalahkan di Suriah </title><description>Putin mengingatkan, ISIS masih memiliki kekuatan untuk melancarkan serangan ke daerah lain di seluruh dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/04/18/1882128/putin-isis-telah-sepenuhnya-dikalahkan-di-suriah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/04/04/18/1882128/putin-isis-telah-sepenuhnya-dikalahkan-di-suriah"/><item><title>Putin: ISIS Telah Sepenuhnya Dikalahkan di Suriah </title><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/04/18/1882128/putin-isis-telah-sepenuhnya-dikalahkan-di-suriah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/04/04/18/1882128/putin-isis-telah-sepenuhnya-dikalahkan-di-suriah</guid><pubDate>Rabu 04 April 2018 19:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/04/18/1882128/putin-isis-telah-sepenuhnya-dikalahkan-di-suriah-LBtzTCxcVE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/04/18/1882128/putin-isis-telah-sepenuhnya-dikalahkan-di-suriah-LBtzTCxcVE.jpg</image><title>Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Foto: Reuters)</title></images><description>MOSKOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan bahwa kelompok militan ISIS telah sepenuhnya dikalahkan di Suriah. Meski begitu, Putin mengingatkan, ISIS masih memiliki kekuatan potensialnya dan dapat menyerang wilayah yang berbeda di seluruh dunia.
BACA JUGA: Kota Raqqa Berhasil Dibebaskan, Trump: Akhir dari ISIS Sudah Dekat
&amp;ldquo;Terlepas dari kekalahan militernya, kelompok teroris ini (ISIS) mempertahankan potensi destruktifnya yang signifikan, ia dapat mengubah taktiknya dan meluncurkan serangan di berbagai negara dan wilayah di dunia, &amp;rdquo; kata Putin dalam pidatonya di Konferensi Keamanan Internasional Moskow sebagaimana dikutip dari Sputnik, Rabu (4/4/2018).
Dalam keadaan ini, pemimpin Rusia itu menekankan perlunya memikirkan bentuk baru kerjasama multilateral yang dapat membantu negara-negara internasional untuk mengatasi ancaman terorisme.
ISIS mendeklarasikan kekhalifahan global dan melakukan serangan yang berhasil mengambil alih sebagian wilayah di Irak dan Suriah pada 2014. Setahun kemudian, pada 2015 kelompok militan tersebut berhasil merebut daerah-daerah besar di Irak barat dan Suriah timur, yang memuat sekitar 2,8 hingga 8 juta orang dan memaksakan hukum syariah mereka di sana.
Namun, kendali tersebut hilang dalam dua tahun terakhir setelah serangan balasan pasukan Pemerintah Irak dengan dukungan koalisi pimpinan Amerika Serikat dan operasi ofensif dari Tentara Suriah yang dibantu oleh Rusia.
BACA JUGA: Perayaan Idul Fitri Pertama Warga Mosul Tanpa Daesh
Pasukan Irak berhasil membabaskan sebagian besar wilayahnya dari cengkeraman ISIS, termasuk Kota Mosuk pada 2017. Sementara Dominasi ISIS di Suriah juga berakhir pada tahun yang dengan direbutnya kembali kota-kota besar seperti Raqqa dan Deir ez-Zor pada Oktober tahun lalu.
</description><content:encoded>MOSKOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan bahwa kelompok militan ISIS telah sepenuhnya dikalahkan di Suriah. Meski begitu, Putin mengingatkan, ISIS masih memiliki kekuatan potensialnya dan dapat menyerang wilayah yang berbeda di seluruh dunia.
BACA JUGA: Kota Raqqa Berhasil Dibebaskan, Trump: Akhir dari ISIS Sudah Dekat
&amp;ldquo;Terlepas dari kekalahan militernya, kelompok teroris ini (ISIS) mempertahankan potensi destruktifnya yang signifikan, ia dapat mengubah taktiknya dan meluncurkan serangan di berbagai negara dan wilayah di dunia, &amp;rdquo; kata Putin dalam pidatonya di Konferensi Keamanan Internasional Moskow sebagaimana dikutip dari Sputnik, Rabu (4/4/2018).
Dalam keadaan ini, pemimpin Rusia itu menekankan perlunya memikirkan bentuk baru kerjasama multilateral yang dapat membantu negara-negara internasional untuk mengatasi ancaman terorisme.
ISIS mendeklarasikan kekhalifahan global dan melakukan serangan yang berhasil mengambil alih sebagian wilayah di Irak dan Suriah pada 2014. Setahun kemudian, pada 2015 kelompok militan tersebut berhasil merebut daerah-daerah besar di Irak barat dan Suriah timur, yang memuat sekitar 2,8 hingga 8 juta orang dan memaksakan hukum syariah mereka di sana.
Namun, kendali tersebut hilang dalam dua tahun terakhir setelah serangan balasan pasukan Pemerintah Irak dengan dukungan koalisi pimpinan Amerika Serikat dan operasi ofensif dari Tentara Suriah yang dibantu oleh Rusia.
BACA JUGA: Perayaan Idul Fitri Pertama Warga Mosul Tanpa Daesh
Pasukan Irak berhasil membabaskan sebagian besar wilayahnya dari cengkeraman ISIS, termasuk Kota Mosuk pada 2017. Sementara Dominasi ISIS di Suriah juga berakhir pada tahun yang dengan direbutnya kembali kota-kota besar seperti Raqqa dan Deir ez-Zor pada Oktober tahun lalu.
</content:encoded></item></channel></rss>
