<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Teluk Balikpapan Tercemar, Pertamina Sebut Ada &quot;Kekuatan Besar&quot; Penyebab Pipa Minyak Putus</title><description>Pihak Pertamina mengakui adanya pipa putus di jalur distribusi minyak Lawe-Lawe Kabupaten Penajam Paser Utara ke kilang  Balikpapan</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/04/340/1882157/teluk-balikpapan-tercemar-pertamina-sebut-ada-kekuatan-besar-penyebab-pipa-minyak-putus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/04/04/340/1882157/teluk-balikpapan-tercemar-pertamina-sebut-ada-kekuatan-besar-penyebab-pipa-minyak-putus"/><item><title>Teluk Balikpapan Tercemar, Pertamina Sebut Ada &quot;Kekuatan Besar&quot; Penyebab Pipa Minyak Putus</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/04/340/1882157/teluk-balikpapan-tercemar-pertamina-sebut-ada-kekuatan-besar-penyebab-pipa-minyak-putus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/04/04/340/1882157/teluk-balikpapan-tercemar-pertamina-sebut-ada-kekuatan-besar-penyebab-pipa-minyak-putus</guid><pubDate>Rabu 04 April 2018 18:16 WIB</pubDate><dc:creator>Amir Sarifudin </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/04/340/1882157/teluk-balikpapan-tercemar-pertamina-sebut-ada-kekuatan-besar-penyebab-pipa-minyak-putus-3fABPzbeLt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertamina membersihkan laut dengan kapal Oil Skimmer (Foto: Amir/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/04/340/1882157/teluk-balikpapan-tercemar-pertamina-sebut-ada-kekuatan-besar-penyebab-pipa-minyak-putus-3fABPzbeLt.jpg</image><title>Pertamina membersihkan laut dengan kapal Oil Skimmer (Foto: Amir/Okezone)</title></images><description>BALIKPAPAN - Pihak Pertamina mengakui adanya pipa putus di jalur distribusi minyak dari pipa Lawe-Lawe Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ke kilang Balikpapan di teluk Balikpapan. Lawe-lawe jadi lokasi tangki timbun Pertamina untuk minyak mentah (crude oil).

Pipa yang putus itu memiliki diameter 20 inci dan tebal 12 mili di kedalaman 25-27 meter perairan teluk Balikpapan, diketahui pipa tersebut patah dan bergeser hingga 100 meter. &amp;ldquo;Hanya kekuatan eksternal yang besar pipa ini bergesar sampai 100 meter dari posisi aslinya bahkan sampai putus. Bahan (pipa) dari baja, usianya 20 tahun,&amp;rdquo; ujar Togar MP GM Pertamina RU V saat penjelasan di Polda Kaltim.



Pada awal tumpahan minyak muncul, GM Pertamina RU V, Togar MP menyebutkan minyak itu merupakn bahan bakar kapal. Dia beralasan saat pengambilan sampel pada 31 Maret lalu tidak ditemukan cairan minyak berwarna hitam sehingga disimpulkan berupa MFO atau Marine Fuel Oil.

(Baca Juga: Jalur Pelayaran Teluk Balikpapan Dibuka Kembali Usai Ditutup Selama 2 Hari)

&quot;Kami pastikan yang ada di permukaan teluk Balikpapan adalah crude oil atau minyak mentah dan ada data jumlahnya tapi saya tidak pegang,&quot; ucapnya.

Insiden ini juga berdampak terhadap kapasitas produksi di kilang refinery atau pengolahan. &quot;Memang ada penurunan sebesar 60 persen di primary unit tapi kami maksimalkan juga secondary unit yang disalurkan dari kapal tanker,&quot; ungkapnya tanpa menyebut penurunan dalam jumlah barel.

(Baca Juga: Darurat Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan, 1.000 Personel Dikerahkan Bersihkan Laut)

Sebelumnya pada 31 Maret lalu tumpahan minyak dalam kapasitas besar berada di permukanaan teluk Balikpapan. Kemudian terjadi kebakaran hebat hingga mengakibatkan 2 kapal nelayan dan satu kapal MV Ever Judger berbendera Panama ikut terbakar.

Kebakaran minyak mentah juga menyebabkan hilangnya nyawa 5 orang warga yang saat itu sedang memancing di teluk Balikpapan. Termasuk matinya lumba-lumba dan biota laut lainnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8wNC8xLzExMDcxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
</description><content:encoded>BALIKPAPAN - Pihak Pertamina mengakui adanya pipa putus di jalur distribusi minyak dari pipa Lawe-Lawe Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ke kilang Balikpapan di teluk Balikpapan. Lawe-lawe jadi lokasi tangki timbun Pertamina untuk minyak mentah (crude oil).

Pipa yang putus itu memiliki diameter 20 inci dan tebal 12 mili di kedalaman 25-27 meter perairan teluk Balikpapan, diketahui pipa tersebut patah dan bergeser hingga 100 meter. &amp;ldquo;Hanya kekuatan eksternal yang besar pipa ini bergesar sampai 100 meter dari posisi aslinya bahkan sampai putus. Bahan (pipa) dari baja, usianya 20 tahun,&amp;rdquo; ujar Togar MP GM Pertamina RU V saat penjelasan di Polda Kaltim.



Pada awal tumpahan minyak muncul, GM Pertamina RU V, Togar MP menyebutkan minyak itu merupakn bahan bakar kapal. Dia beralasan saat pengambilan sampel pada 31 Maret lalu tidak ditemukan cairan minyak berwarna hitam sehingga disimpulkan berupa MFO atau Marine Fuel Oil.

(Baca Juga: Jalur Pelayaran Teluk Balikpapan Dibuka Kembali Usai Ditutup Selama 2 Hari)

&quot;Kami pastikan yang ada di permukaan teluk Balikpapan adalah crude oil atau minyak mentah dan ada data jumlahnya tapi saya tidak pegang,&quot; ucapnya.

Insiden ini juga berdampak terhadap kapasitas produksi di kilang refinery atau pengolahan. &quot;Memang ada penurunan sebesar 60 persen di primary unit tapi kami maksimalkan juga secondary unit yang disalurkan dari kapal tanker,&quot; ungkapnya tanpa menyebut penurunan dalam jumlah barel.

(Baca Juga: Darurat Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan, 1.000 Personel Dikerahkan Bersihkan Laut)

Sebelumnya pada 31 Maret lalu tumpahan minyak dalam kapasitas besar berada di permukanaan teluk Balikpapan. Kemudian terjadi kebakaran hebat hingga mengakibatkan 2 kapal nelayan dan satu kapal MV Ever Judger berbendera Panama ikut terbakar.

Kebakaran minyak mentah juga menyebabkan hilangnya nyawa 5 orang warga yang saat itu sedang memancing di teluk Balikpapan. Termasuk matinya lumba-lumba dan biota laut lainnya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wNC8wNC8xLzExMDcxMy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
</content:encoded></item></channel></rss>
