<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG: Mentawai Diguncang 7 Kali Gempa Sejak Dini Hari</title><description>Sejak dini hari, sudah tujuh kali gempa mengguncang Mentawai.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/05/340/1882355/bmkg-mentawai-diguncang-7-kali-gempa-sejak-dini-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/04/05/340/1882355/bmkg-mentawai-diguncang-7-kali-gempa-sejak-dini-hari"/><item><title>BMKG: Mentawai Diguncang 7 Kali Gempa Sejak Dini Hari</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/05/340/1882355/bmkg-mentawai-diguncang-7-kali-gempa-sejak-dini-hari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/04/05/340/1882355/bmkg-mentawai-diguncang-7-kali-gempa-sejak-dini-hari</guid><pubDate>Kamis 05 April 2018 09:04 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/05/340/1882355/bmkg-mentawai-diguncang-7-kali-gempa-sejak-dini-hari-erbC7RLisf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/05/340/1882355/bmkg-mentawai-diguncang-7-kali-gempa-sejak-dini-hari-erbC7RLisf.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>PADANG - Kabupaten Kepulauan Mentawai,  Sumatera Barat diguncang gempa sebanyak tujuh kali sejak Kamis (5/4/2018) dini hari  hingga pukul 06.46 WIB.
&quot;Dari ketujuh gempa itu, tiga  di antaranya berkekuatan di atas empat skala Richter (SR),&quot; kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padang  Panjang, Rahmat Triyono. Ia menjelaskan, gempa bumi  ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi lempeng di Samudera Hindia  sebelah barat Kepulauan Mentawai. Jalur subduksi lempeng tektonik  India-Australia dan Eurasia di Indonesia memanjang dari pantai Barat  Sumatera sampai ke Selatan Nusa Tenggara. Pada sistem  subduksi Sumatera dicirikan dengan menghasilkan rangkaian busur pulau  depan yang nonvulkanik yakni Pulau Simeulue, Nias, Banyak, Batu,  Siberut hingga Pulau Enggano. &quot;Lempeng India-Australia menghujam  ke bawah lempeng Benua Eurasia dengan kecepatan lebih kurang 50-60  milimeter per tahun,&quot; ujarnya. Berdasarkan hasil peta  guncangan menunjukkan gempa bumi kali ini dirasakan di pulau Siberut dan  pulau Pagai. Catatan data sejarah kegempaan yang berdekatan dengan  lokasi tersebut adalah gempa pada tanggal 25 Februari 2008 dengan  kekuatan 7.0 SR, dan dirasakan di Mentawai dan Painan dan mengakibatkan  beberapa rumah mengalami kerusakan. Ia menyebutkan  gempa pertama pada Kamis dini hari itu berkekuatan 4,3 SR terjadi pukul  00.16 WIB di 101 kilometer Tenggara Kepulauan Mentawai dengan kedalaman  27 kilometer. Selanjutnya yang kedua berkekuatan 4.5 SR  pukul 01.37 WIB di 101 kilometer Tenggara Kepulauan Mentawai kedalaman  33 kilometer.
(Baca juga: Penjelasan BNPB soal Prediksi Tsunami Setinggi 57 Meter di Pandeglang)
Gempa ketiga 3,3 SR 01:48 WIB di 106  kilometer Tenggara Kepulauan Mentawai, dan yang keempat gempa 3,6 SR  pada 05.13 WIB 110 kilometer Tenggara Kepulauan Mentawai kedalaman 53  kilometer. Kemudian yang ke lima berkekuatan tiga SR,  pukul 06.19 WIB di 102 kilometer Tenggara Kepulauan Mentawai kedalaman  delapan kilometer, keenam 2,8 SR dan yang ke tujuh 4,8 SR pukul 06.46  WIB berjarak 105 kilometer Tenggara Kepulauan Mentawai kedalaman 42  kilometer.
&quot;Masyarakat Mentawai diimbau tidak panik karena  gempa tersebut tidak berpotensi tsunami,&quot; tambahnya. Selain itu selama 2017, BMKG mencatat 409 gempa bumi tektonik  mengguncang Sumbar meningkat dibanding 2016 sebanyak 195 kejadian.</description><content:encoded>PADANG - Kabupaten Kepulauan Mentawai,  Sumatera Barat diguncang gempa sebanyak tujuh kali sejak Kamis (5/4/2018) dini hari  hingga pukul 06.46 WIB.
&quot;Dari ketujuh gempa itu, tiga  di antaranya berkekuatan di atas empat skala Richter (SR),&quot; kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padang  Panjang, Rahmat Triyono. Ia menjelaskan, gempa bumi  ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi lempeng di Samudera Hindia  sebelah barat Kepulauan Mentawai. Jalur subduksi lempeng tektonik  India-Australia dan Eurasia di Indonesia memanjang dari pantai Barat  Sumatera sampai ke Selatan Nusa Tenggara. Pada sistem  subduksi Sumatera dicirikan dengan menghasilkan rangkaian busur pulau  depan yang nonvulkanik yakni Pulau Simeulue, Nias, Banyak, Batu,  Siberut hingga Pulau Enggano. &quot;Lempeng India-Australia menghujam  ke bawah lempeng Benua Eurasia dengan kecepatan lebih kurang 50-60  milimeter per tahun,&quot; ujarnya. Berdasarkan hasil peta  guncangan menunjukkan gempa bumi kali ini dirasakan di pulau Siberut dan  pulau Pagai. Catatan data sejarah kegempaan yang berdekatan dengan  lokasi tersebut adalah gempa pada tanggal 25 Februari 2008 dengan  kekuatan 7.0 SR, dan dirasakan di Mentawai dan Painan dan mengakibatkan  beberapa rumah mengalami kerusakan. Ia menyebutkan  gempa pertama pada Kamis dini hari itu berkekuatan 4,3 SR terjadi pukul  00.16 WIB di 101 kilometer Tenggara Kepulauan Mentawai dengan kedalaman  27 kilometer. Selanjutnya yang kedua berkekuatan 4.5 SR  pukul 01.37 WIB di 101 kilometer Tenggara Kepulauan Mentawai kedalaman  33 kilometer.
(Baca juga: Penjelasan BNPB soal Prediksi Tsunami Setinggi 57 Meter di Pandeglang)
Gempa ketiga 3,3 SR 01:48 WIB di 106  kilometer Tenggara Kepulauan Mentawai, dan yang keempat gempa 3,6 SR  pada 05.13 WIB 110 kilometer Tenggara Kepulauan Mentawai kedalaman 53  kilometer. Kemudian yang ke lima berkekuatan tiga SR,  pukul 06.19 WIB di 102 kilometer Tenggara Kepulauan Mentawai kedalaman  delapan kilometer, keenam 2,8 SR dan yang ke tujuh 4,8 SR pukul 06.46  WIB berjarak 105 kilometer Tenggara Kepulauan Mentawai kedalaman 42  kilometer.
&quot;Masyarakat Mentawai diimbau tidak panik karena  gempa tersebut tidak berpotensi tsunami,&quot; tambahnya. Selain itu selama 2017, BMKG mencatat 409 gempa bumi tektonik  mengguncang Sumbar meningkat dibanding 2016 sebanyak 195 kejadian.</content:encoded></item></channel></rss>
