<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Proses Kemunculan Cawapres Pendamping Jokowi hanya Bagian dari Strategi Politik</title><description>Jokowi masih melihat siapa yang akan menjadi lawannya untuk memastikan siapa yang tepat sebagai pendampingnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/08/337/1883654/proses-kemunculan-cawapres-pendamping-jokowi-hanya-bagian-dari-strategi-politik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2018/04/08/337/1883654/proses-kemunculan-cawapres-pendamping-jokowi-hanya-bagian-dari-strategi-politik"/><item><title>Proses Kemunculan Cawapres Pendamping Jokowi hanya Bagian dari Strategi Politik</title><link>https://news.okezone.com/read/2018/04/08/337/1883654/proses-kemunculan-cawapres-pendamping-jokowi-hanya-bagian-dari-strategi-politik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2018/04/08/337/1883654/proses-kemunculan-cawapres-pendamping-jokowi-hanya-bagian-dari-strategi-politik</guid><pubDate>Minggu 08 April 2018 06:32 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/08/337/1883654/proses-kemunculan-cawapres-pendamping-jokowi-hanya-bagian-dari-strategi-politik-EoacdCpYpC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo. Foto Puspa Perwitasari/Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/08/337/1883654/proses-kemunculan-cawapres-pendamping-jokowi-hanya-bagian-dari-strategi-politik-EoacdCpYpC.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo. Foto Puspa Perwitasari/Antara</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Joko Widodo hingga saat ini masih belum menyebut satu nama untuk mendampinginya di Pemilihan Presiden 2019, karena proses kemunculan nama calon wakil presiden itu merupakan bagian dari strategi politik.
Pengamat Politik Maksimus Ramses Lalongkoe mengatakan, nama cawapres Jokowi hanya tinggal menunggu waktu saja. Ramses menganggap belum keluarnya nama pendamping Jokowi bisa jadi sebuah strategi untuk membaca kekuatan lawan politiknya.
&quot;Soal cawapres itu bisa saja soal strategi politik tim Jokowi apakah ditentukan sekarang atau malah menunggu ada calon lain yang umumkan baru mereka umumkan. Ini soal waktu dan strategi saja,&quot; kata Ramses saat dihubungi Okezone, Sabtu, (7/4/2018).

Menurut Ramses, saat ini Jokowi masih melihat siapa yang akan menjadi lawannya untuk memastikan siapa yang tepat sebagai pendampingnya.
&quot;Saya melihatnya mereka masih melihat lawan politik seperti apa sosok calon lawan politik, baru mereka tentukan siapa yang tepat dampingi Jokowi. Sekarang bisa saja lobi-lobi politik lintas partai untuk mengerucutkan arah dukungan,&quot; terangnya.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/03/06/47943/244594_medium.jpg&quot; alt=&quot;AHY Undang Jokowi untuk Hadir dalam Rapimnas Partai Demokrat&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Ramses meyakini, nama cawapres Jokowi nantinya akan keluar pada detik akhir. Terlebih lawan yang digadang-gadang akan menandinginya yakni Prabowo belum juga mendeklarasikan diri.
&quot;Kemungkinan besar mereka akan tentukan cawapresnya di detik-detik terakhir apalagi sampai saat ini Prabowo belum deklarasi atau nyatakan diri maju,&quot; paparnya.
Saat ini, katanya, tiap-tiap parpol memiliki keinginan yang sama untuk menjadi pendamping Jokowi. Namun demikian, Jokowi harus tepat dalam memilih agar mewakili semuanya.
&quot;Sebagian besar partai pendukung Jokowi punya keinginan sama untuk dorong kadernya masing-masing dan siapa di antara tokoh-tokoh sekarang nampaknya sedang lakukan lobi-lobi,&quot; tukasnya.
Sejulah parpol secara resmi sudah menyatakn dukungan kepada Jokowi di Pilres 2019, yakni PDIP, Partai Gokar, Partai Gerindo, Partai Nasdem, Partai Hanura.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMy8yMi8xLzExMDM0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Joko Widodo hingga saat ini masih belum menyebut satu nama untuk mendampinginya di Pemilihan Presiden 2019, karena proses kemunculan nama calon wakil presiden itu merupakan bagian dari strategi politik.
Pengamat Politik Maksimus Ramses Lalongkoe mengatakan, nama cawapres Jokowi hanya tinggal menunggu waktu saja. Ramses menganggap belum keluarnya nama pendamping Jokowi bisa jadi sebuah strategi untuk membaca kekuatan lawan politiknya.
&quot;Soal cawapres itu bisa saja soal strategi politik tim Jokowi apakah ditentukan sekarang atau malah menunggu ada calon lain yang umumkan baru mereka umumkan. Ini soal waktu dan strategi saja,&quot; kata Ramses saat dihubungi Okezone, Sabtu, (7/4/2018).

Menurut Ramses, saat ini Jokowi masih melihat siapa yang akan menjadi lawannya untuk memastikan siapa yang tepat sebagai pendampingnya.
&quot;Saya melihatnya mereka masih melihat lawan politik seperti apa sosok calon lawan politik, baru mereka tentukan siapa yang tepat dampingi Jokowi. Sekarang bisa saja lobi-lobi politik lintas partai untuk mengerucutkan arah dukungan,&quot; terangnya.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2018/03/06/47943/244594_medium.jpg&quot; alt=&quot;AHY Undang Jokowi untuk Hadir dalam Rapimnas Partai Demokrat&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Ramses meyakini, nama cawapres Jokowi nantinya akan keluar pada detik akhir. Terlebih lawan yang digadang-gadang akan menandinginya yakni Prabowo belum juga mendeklarasikan diri.
&quot;Kemungkinan besar mereka akan tentukan cawapresnya di detik-detik terakhir apalagi sampai saat ini Prabowo belum deklarasi atau nyatakan diri maju,&quot; paparnya.
Saat ini, katanya, tiap-tiap parpol memiliki keinginan yang sama untuk menjadi pendamping Jokowi. Namun demikian, Jokowi harus tepat dalam memilih agar mewakili semuanya.
&quot;Sebagian besar partai pendukung Jokowi punya keinginan sama untuk dorong kadernya masing-masing dan siapa di antara tokoh-tokoh sekarang nampaknya sedang lakukan lobi-lobi,&quot; tukasnya.
Sejulah parpol secara resmi sudah menyatakn dukungan kepada Jokowi di Pilres 2019, yakni PDIP, Partai Gokar, Partai Gerindo, Partai Nasdem, Partai Hanura.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8wMy8yMi8xLzExMDM0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
